SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 242


__ADS_3

"Selalu doakan yang terbaik untuk kalian," ucap mereka.


"Terima kasih semuanya, doakan kami ya," ucap Sahara.


"Kapan nih bikin acaranya jadiannya nih?" tanya mereka.


"Hm… acaranya sudah selesai sih," ucap Sahara senyam senyum.


"Sebagai gantinya kami traktir makan di kantin aja gimana?" saran Syafiq


"Wah… mantap tuh makasih Syafiq," ucap mereka.


"Uangnya aku titipkan sama ibu kantin ya, kalian tinggal pesan aja di sana," ucap Syafiq.


"Oke Syafiq, terima kasih," ucap mereka berbondong-bodong menuju kantin kampus.


Sedangkan Sahara dan Syafiq menuju ruang dosen.


Tok!


tok!


Tok!


"Permisi buk," uccap Syafiq dari balik pintu.


"Eh Syafiq, Sahara ayo masuk," ucap ibu Rika.


"Terima kasih," angguk Syafiq masuk ke dalam kantor di ikuti Sahara.


Mereka berdua pun duduk.


"Hm… ada apa kalian ke sini?" tanya Buk Rika.


"Maaf Buk, kami ingin libur lagi buk, ada sesuatu yang ingin saya urus," ucap Syafiq.

__ADS_1


"Oh begitu ya, baiklah Ibu akan memasukkan nama kalian di absen," ucap buk Rika.


"Terima kasih buk Rika, jika begitu kami permisi dulu," ucap Syafiq.


"Baiklah," angguk buk Rika.


Syafiq dan Sahara pun keluar dari ruangan lalu menuju kantin.


"Buk kantin, siapa yang makan di sini gratiskan ya Bu, mereka semua aku yang bayar," ucap Syafiq mengeluarkan ponsel dari saku baju dalamnya.


"Dalam rangka acara apa nih?" tanya buk kantin.


"Dalam rangka hari jadian kami berdua," ucap Syafiq tersenyum.


"Wah… Selamat ya buat kalian," ucap buk kantin.


"Terima kasih buk, berikan aku nomor rekening ibu," pinta Syafiq.


Ibu itu mengeluarkan ponselnya. "Nih," ucap ibu memperlihatkan nomor rekeningnya.


Pengiriman berhasil✔


Ding ding


Hadiah Anda di kurang 30.000.000


Sisa hadiah Anda 4.120.120.000.000.


"Sudah terkirim ya Buk, kami pergi dulu ya," ucap Syafiq.


"Baiklah, jangan lupa bahagia ya," pesan buk kantin melambaikan tangannya.


"Terima kasih buk kantin," ucap Sahara.


Buk kantin mengangguk sambil tersenyum.

__ADS_1


Syafiq dan Sahara pun kembali ke mobilnya dan mereka pun pergi ke rumah sakit.


"Mereka sudah jadian dan mereka malah bermesraan," ucap teman Amara.


"Aku tebak mereka pasti sengaja begitu biar semua orang iri dengan mereka," jawab teman Amara yang satunya.


"Aku sungguh tidak iri, apa kamu iri?" tanya temannya kepada Amara.


Amarah hanya diam, ia masih mengingat kejadian di waktu ia di selamatkan oleh Syafiq. Syafiq hampir saja kehilangan nyawanya sendiri padahal ia pernah di hina olehnya, namun tetap saja Syafiq membesarkan hatinya untuk menyelamatkan dirinya, kebaikannya sungguh luas.


"Amara, kenapa kamu diam?" tanya temannya melihat wajah Amara yang murung.


"Ah tidak apa-apa, aku jadi tak berselera untuk makan," ucap Amara membalikkan badannya dan menuju kembali ke ruangannya.


"Ya sudah, tapi kami peri makan ya, lumayan dapet makan gratis," ucap teman Amara.


"Bener banget, ayo kita borong makanan yang enak," ajak temannya lagi.


"Jika kamu tidak mau kami pergi dulu ya Amara," ucap temannya.


Amara tidak mempedulikan teman-temannya dan berbaring di mejanya.


Teman-temannya pun pergi ke kantin mencari makanan gratis.


Sesampainya di rumah sakit tempat korban di otopsi.


"Saudara Syafiq ya, ayo ikut saya," ucap salah satu polisi.


Syafiq dan Sahara mengikuti polisi itu pergi.


Bersambung


jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2