SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 124


__ADS_3

"Kalian pikir bisa mengalahkanku," ucap Syafiq meremehkan mereka.


Mereka menangkap Syafiq, dengan sigap Syafiq memegang tangan kedua pria itu lalu memutarnya kebelakang lalu menghempaskannya dan mematahkan kaki pria itu.


"Kurang ajar!" teriaknya marah dan menghempaskan makanannya. Ia maju kedepan lalu melayangkan tinjunya dan Syafiq menghindarinya lalu Syafiq menendang perut dan kakinya secara bersamaan dan pria itu pun terjatuh.


Ia bangun lagi dan berlari ke arah Syafiq dan meninjunya, Syafiq menarik tangannya lalu menendang kakinya dan ia terjatuh lagi.


Syafiq menaiki tubuhnya lalu meninjunya wajah hingga babak belur.


"Nih ku kasih kalian uang untuk kalian bayar makanan kalian," ucap Syafiq melempar uangnya ke arah mereka.


Ding ding


Hadiah Anda di kurang 1.400.000


Sisa hadiah Anda 11.956.000.000.


Syafiq pun pergi meninggal para pria itu yang kesakitan dan kembali menuju mobilnya.


"Ada apa Syafiq kok buru-buru bangat!" tanya Grizelda.


"Oh tadi aku melihat sekelompok pria pesan makanan tapi nggak mau bayar, tadi aku hanya memberi pelajaran sedikit dan menyuruh mereka bayar," ucap Syafiq.


"Oooo, ya udah langsung pulang, ini Sahara chat aku katanya dia sudah sampai di rumah," ucap Grizelda.


"Tapi ngomong-ngomong dia nggak pulang ke rumah orang tuanya apa ya? Apa dia nggak rindu ya?" tanya Syafiq heran.


"Mungkin dia belajar untuk mandiri dan tidak menyusahkan orang tuanya," ucap Grizrlda berpositif thinking.

__ADS_1


"Iya, dia memang tak menyusahkan orang tuanya, tapi menyusahkanku," ucap Syafiq melajukan mobilnya.


"Berarti aku juga menyusahakan ya?" tanya Grizelda berkecil hati.


"Eh... Hm... eng... anu bukan begitu maksudku, kalian semua tidak menyusahkanku kok," ucap Syafiq binggung dan merasa serba salah.


"Baguslah jika begitu," ucap Grizelda tersenyum.


"I-iya," jawab Syafiq mengulumkan bibirnya sambil melihat keluar jendela.


Mereka pun sampai di rumah dan Grizelda menenteng kotak makanannya.


"Gimana? Udah selesai?" tanya Sahara ketika melihat Grizelda pulang.


"Udah, Syukurnya cepat selesai," ucap Grizelda tersenyum kepada Sahara.


"Wah... baunya sangat wangi," ucap Sahara mencium bau makanannya.


"Iya, sangat menggugah selera," ucap Grizelda.


"Kalian makan kok nggak ngajak-ngajak?" tanya Syafiq melihat Grizelda dan Sahara menyantap makanannya.


"Eh iya Syafiq ayo makan," ajak Grizelda.


"Dah terlambat," ucap Syafiq duduk di dekat mereka dan membuka boxnya.


"Harum sekali, oh iya kamu mulailah bersiapnya, maklum perempuan banyak perabotannya," ucap Syafiq.


"Kalo ketinggalankan tinggal beli," ucap Grizelda.

__ADS_1


Syafiq mengangguk-angguk sambil mengunyah makanannya. "Pasti pake uangku kan?" tebak Syafiq menunjuk Grizelda dengan sendok.


"Ya, Selamat Anda benar," ucap Grizelda.


"Haish... sudah ku duga," ucap Syafiq kembali melihat box makanannya.


"Kamu nggak iklas ya?" tanya Grizelda.


"Bukannya nggak iklas, tapi yang lebih menyakitkan kenapa tebakanku selalu benar jika mengenai uang," ucap Syafiq sedih karena pasti dia jadi tumbal mereka.


"Baguslah jika benar semua, kan nggak pernah salah," sahut Sahara.


"Hey! bukan itu kemaksudku, tapi ya udalah," ucap Syafiq pasrah.


Mereka kembali menyantap makanannya.


"Ya udah aku istirahat dulu, badanku pegel semua," ucap Syafiq setelah ia makan.


"Iya," jawab Keduanya hampir bersamaan.


Syafiq pun masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya di kasur yang empuk tersebut.


"Aku ngantuk banget, aku tidur aja deh," ucap Syafiq memejamkan matanya.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2