SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 32


__ADS_3

Syafiq kembali melajukan mobilnya, ia menuju arah pulang.


Sesampainya di rumah, ia melihat Bibinya yang hanya memaju dan memundurkan mobilnya saja.


Syafiq turun dari mobil dan menghamoiri Bibinya.


"Bibi jika begini kapan pandainya," ucap Syafiq.


"Kamulah yang ajari Bibi," ucap Bibi.


"Ha?" Syafiq kebingungan. "Aku aja bisanya karena sistem, bagaimana aku mengajarkannya?" ucap Syafiq dalam hati.


"Bibi panggil tukang ajari mobillah ke sini, Alviso biar aku yang jaga," ucap Syafiq.


"Huh kamu, ya udah," ucap Bibi dengan wajah asemnya. Syafiq cengengesan.


Akhirnya datanglah yang akan mengajari Bibi, driver muda yang terkenal gesit dan mahir, dia juga seorang pembalap, tentu saja bayarannya tidak main-main.


"Bagaimana sistem bayarannya Bang?" tanya Syafiq.


"Bayarannya perhari dan dalam 1 hari itu ada 6 jam kelas belajarnya dan 1 hari itu aku memasang tarif 50.000.000 untuk orang lokal dan 100.000.000 untuk orang luar, 200.000.000 untuk orang luar negeri," ucap pria tampan itu.


"Tapi di jamin cepat pandaikan Bang?" tanya Syafiq.


"Kalau cara pengajaran saya biasa mereka cepat mahir, tapi tergantung orangnya juga, apa ia cepat nangkap apa yang saya ajari atau tidak," ucap pria itu menjelaskan.


Syafiq mengangguk-angguk.


"Ya udah Bang, ajari Bibiku ini, aku akan membayarkannya, dan dia masih single kok," ucap Syafiq tersenyum jail.

__ADS_1


"Kamu ini apaan sih," ucap Bibi membelalakan matanya.


Abang itu hanya tersenyum.


"Untuk hari ini ada 3 jam lagi untuk aku mengajar orang, jadi saya akan mengajarkan 1 jam dan itu gratis, anggap saja perkenal pertama untuk pelajaran hari ini," ucap pria itu.


"Wah terima kasih Bang Rocky," ucap Syafiq. "Selamat, selamat," ucap Syafiq mengelus saku celananya.


"Ya udah, Bibi pergi dulu," ucap Bibi.


"Lain kali dandan yang cantik," bisik Syafiq dan kemudian ia tertawa.


"Kamu ini apaan sih," ucap Bibi menjitak kepala keponakannya itu.


Bibi pun masuk mobil Rocky duduk di kursi pengemudi.


Bibi mengacungkan tinjunya dan membelalakkan matanya.


"Ya udah Alviso, kini giliran kita pergi bersenag-senang, ucap Syafiq mengendong Alviso masuk mobilnya.


"Ita mau kenana Maman?" tanya Alviso dengan gaya bicara yang masih tertatih-tatih.


"Kita mau ke taman bermain dan Alviso jangan panggil Maman donk, Abangkan malu di panggil begituan, mulai sekarang panggil Kakak, oke!" ucap Syafiq mengajarkan.


"Kaka," ucap Alviso.


"Iya pintar, Kakak," ujar Syafiq lagi dan mereka melajukan mobilnya menuju taman bermain.


Sesampainya di sana, Syafiq segera membelikan tiket untuk naik permainan.

__ADS_1


"Kita naik kuda putar aja ya, biar aman, Alviso masih kecil, makanya cepat besar dan makan yang banyak biar kita bisa naik roller coaster itu," ucap Syafiq menunjuk ke arah Roller coaster tersebut.


Alviso mengangguk ntah dia mengerti entah tidak.


Kini giliran mereka naik kuda putar, tampak Alviso sangat senang, mereka merentangkan tangan yang di terpa angin sepoi-sepoi.


Sesudah itu Syafiq membelikan es krim untuk Alviso. Setelah puas bermain, Syafiq pun mengajak Alviso pulang.


"Ayo kita pulang, Mama pasti udah pulang tuh," ucap Syafiq dan Alviso pun menurut.


Mereka masuk mobil dan Syafiq memakaikan sabuk pengaman untuk Alviso.


Ding ding


Misi baru


Seorang anak jatuh dari kapal terbang


Hadiah 1.000.000.000


"Alviso, Alviso di sini ya, kakak pergi sebentar aja," ucap Syafiq


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH


TERIMA KASIH


mampir juga di karyaku (System super kultivasi)

__ADS_1


__ADS_2