SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 181


__ADS_3

"Mari kita duduk di luar agar para jenazah tidak terganggu," ucap Syafiq.


Mereka semua keluar dari tempat tersebut.


"Perkenalkan dulu diri kalian," ucap Syafiq.


"Saya Mila, ibunya lala, umur 50 tahun," ucap ibu Lala.


"Saya Surya, ayah Lala, umur 55 tahun."


"Saya adik perempuan lala, Lily, 20 tahun."


"Saya Tomi, 27 tahun pacar Lala."


"Saya Dodi, 35 tahun, agensi Lala."


"Saya Dora, 23 tahun asisten pribadi Lala."


"Saya Temaya, 28 tahun manejer Lala."


"Saya Revi 24 tahun dan ini Helen 23 tahun kami sahabat Lala," ucap Revi.


"Baiklah saya akan mulai intrigasinya. Saya menemukan jenazah ini sekitar jam 09:15 menit, sedangkan jenazah ini di nyatakan meninggal 4 jam saat di bawa ke sini, sedangkan sampai di sini sekitar jam 09:30 menit, berati di saat kalian kejadian itu berkisar antara jam 6 sampai jam 7 atau di jam setengah 6 kalian berada di mana?" tanya Syafiq.


"Berarti kamu pelakunya karena kamu yang sudah menemukannya," ucap Lily panas.


"Lily, kamu kok ngomong gitu, orang yang menemukan pertama bukan berarti pelakunya, kamu masih muda, emosimu tidak stabil, dengarkan dulu investigasinya baru kita menuduh seseorang," ucap Ayah menenangkan.


"Iya Lily, berterima kasih padanya, jika tidak kita tidak tau kakakmu berada sekarang," sahut ibunya.


"Sekitar jam itu saya sedang tidur bersama istri saya, kami tidak tahu kapan Lala keluar dari rumah tersebut, yang biasanya jika ada jadwal Syuting dia akan bangun cepat dan sarapan di tempat Syuting, jika tidak ada jadwal dia paling lama bangun antara kami semua," ucap bapak Lala.

__ADS_1


Syafiq mengangguk.


"Untuk kalian?" tanya Syafiq menujuk arah Adik perempuan Lala.


"Aku belum bangun tidur," jawab Adik perempuannya.


"Kamu?" tanya Syafiq kepada pacar Lala.


"Aku juga masih tertidur," jawab Tomi.


"Selanjutnya," ucap Syafiq.


"Saya sudah bangun dan menyiapkan jadwal untuk Lala hari ini," jawab Asistennya.


"Saya juga sudah bangun, berhubungan ada jadwal untuk Lala, saya bangun pagi dan sarapan sambil melihat skejulnya," jawab menejernya.


"Saya dan para staf mempersiapkan peralatan Syutingnya karena jam 9 akan di mulai," jawab agensinya.


"Mereka sekarang masih di lokasi Syuting untuk kembali membereskan pekerjaan mereka," ucap Agensi itu.


"Bagaimana jika mereka juga di panggil ke sini, jaringan Lala sangat luas, bisa jadi salah satu pelaku ada di antara mereka" ucap Syafiq.


Dodi pun menelpon Produser, sutradara dan yang lain untuk segera datang.


"Baiklah kita tunggu mereka," ucap Syafiq.


Tak berapa lama, semua orang yang di panggil datang dan berkumpul di sana.


"Bolehkah kami melihat keadaan Lala sebentar," pinta sutradara itu.


"Silakan," ucap bapak Lala.

__ADS_1


Mereka pun membuka penutup wajah Lala dan mereka sangat terkejut.


"Astaga! Lala, apa yang terjadi padamu?" tanya sutradara itu sangat terkejut.


Para staf lain berdelik ngeri.


"Lala, tak tau kenapa kau bisa begini, tapi pembunuhan ini sangat sadis, srmoga pelakunya di hukum seberat-beratnya," ucap Produser itu sangat menyesalinya.


Tak sengaja, Syafiq melihat sesuatu yang aneh di tubuh Lala, saat mereka semuanya keluar Syafiq membuka kembali penutup itu dan mengambil sesuatu di tubuh Lala.


"Punya siapakah ini? Apa punya salah satu di antara mereka?" tanya Syafiq membelakangi mereka semua sambil melihat benda itu.


"Pak Brima dan Glinda, tolong kalian kerahkan pasukan kalian untuk memeriksa di setiap rumah dan kamar mereka dan lokasi Syuting, ambil apa saja yang mencurigakan, dan suruh mereka cari pasangan benda ini," ucap Syafiq menyerahkan kepada Brima.


"Baiklah, jika begitu," angguk Brima memasukkan benda itu ke dalam sebuah plastik agar tetap aman.


"Baiklah, saya akan lanjut kembali investigasinya, untuk pak produser dan pak sutradara, bolehkah Anda jelaskan di mana Anda berada saat sekita jam 6 jam 7 pagi.


"Kami saai itu bersama-sama menyiapkan lokasi Syuting dan para staf juga semuanya membantu mempersiapkan peralatan untuk Syting," jawab Sutradara.


"Apa Anda yakin jika staf hadir tadi di saat penyiapan lokasi syutingnya?" tanya Syafiq memastikan.


"Saya yakin semuanya ada, karena kami sistem absen dan semuanya datang," ucap produser itu.


"Baiklah, terima kasih jawabannya," ucap Syafiq.


"Mari kita mulai investigasi ceritanya awal kejadiannya hingga Lala berakhir di semak-semak.


"Pada pukul Setengah 6, karena Lala ada jadwal hari ini maka ia harus bangun pagi dan bersiap-siap untuk berangkat ke lokasi syuting, aku tidak tahu mereka melakukannya di mana yang pasti mereka membuangnya di semak-semak," ucap Syafiq.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2