SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 288


__ADS_3

Mereka pun menuju tempat penyewa kendaraan.


"Pak Kami ingin sewa kendaraan roda 4, berapa satu kendaraannya?" tanya Syafiq.


" satu buah kendaraan 1.000.000 untuk satu hari," ucap bapak tersebut.


"Kalau untuk setengah hari?" tanya Syafiq.


"500.000, jika kalian pergi sekarang, Kalian harus pulang jam 12 malam," ucap penyewa kendaraan tersebut.


"Kalian mau berapa kendaraan?" tanya Syafiq melihat ke arah mereka.


"Untuk menghemat biaya, pesan 2 mobil saja, 1 buah mobil berisi 4 orang," ucap Bara.


"Baiklah, kami mau 2 mobil saja," ucap Syafiq.


Syafiq mengeluarkan ponselnya dan membayarnya lewat rekening.


Pengiriman barhasil✔


Ding ding


Hadiah Anda kurang 1.000.000


Sisa hadiah Anda 7.020.793.000.000.


"Yedi, kamu yang setir," ucap Syafiq melemparkan kunci kepada Yedi.


"Oke, pulang nanti kamu yang setir," ucap Yedi masuk ke dalam mobil.


Syafiq dan Sahara duduk di kursi penumpang di belakang, Sedangkan Yedi duduk bersama Grizelda.


Begitu juga Brima yang menyetir duduk bersama Glinda, di belakang duduk Jelita dan Bara.


"Kita ke mana dulu nih?" tanya Yedi.

__ADS_1


"Cari restoran dulu," ucap Syafiq.


"Oke," jawab Yedi menginjak pedal gas mobilnya melaju di jalanan yang di ikuti Brima.


Lewat 400 meter, ada Sebuah restoran bernuansa kuning ke emasan yang mewah. Yedi perlahan-lahan menepikan mobilnya.


"Di sini mantap nih," ucap Yedi.


"Hm… di sini pasti mahal," ujar Grizelda.


"Ya udah di sini saja," ucap Syafiq.


Mereka pun turun dari mobil dan menuju pintu utama restoran.


"Selamat datang Tuan, selamat datang Nona, silakan duduk, ucap pegawai penerimaan tamu.


Sahara mengangguk. "Terima kasih," ucap Sahara tersenyum.


Mereka mengambil tempat duduk di bagian nomor 4 dan nomor 5.


"Aku mau makanan yang di rekomendasikan oleh restoran ini," ucap Syafiq.


"Baik Tuan. Untuk Nona dan Tuan yang lain pesan apa?" tanya prlayan itu ramah.


"Samakan saja semuanya," ucap Brima di meja nomor 5.


"Baik Tuan," angguk pegawai itu mencatatnya


"Baiklah Tuan, Nona, harap menunggu," ucap pegawai itu tersenyum lalu pergi ke dapur.


"Habis ini kita jalan-jalan ke mana ya," ucap Sahara memainkan ponselnya melihat tempat wisata terdekat.


"Eh, aku menemukannya," ucap Sahara senang.


"Menemukan apa?" tanya Grizelda.

__ADS_1


"Taman yang tidak jauh dari sini, kita ke sana yuk," ajak Sahara.


"Iya, tapi kita makan dulu ya sayang," ucap Syafiq mengelus kepala Sahara.


"Iya, aku juga lapar," jawab Sahara.


"Apa saja persiapan kita besok mendatangi perusahaan QR itu?" tanya Yedi.


"Nggak ada, kita langsung datang saja," ucap Syafiq.


"Ha? Serius? Nggak ada persiapan apa-apa nih?" tanya Yedi heran.


"Iya, cukup bawa ponsel saja untuk merekam," jawab Syafiq.


"Oh baiklah jika begitu, tidak perlu repot-rwpot membawa apa pun yang memberatkan," ucap Yedi.


Tak lama, beberapa pelayan datang untuk menghidangkan makanan.


"Silakan Nona, Tuan di nikmati," ucap pelayan tersebut meletakkan makanan di atas meja.


"Baunya enak banget, emang layak di tunggu," ucap Yedi.


Mereka pun menyantap makanannya dengan lahap karena sudah sangat lapar.


Seorang pria lusuh lewat di samping restoran, berhubungan dindingnya tembus pandang semua, Syafiq melihat ke arah pria tersebut. Pria itu melihat para pengungunjung yang sedang menyantap makan malam mereka.


Pria itu tampak ingin sekali memakannya.


"Sana, sana," usir petugas penjaga restoran tersebut.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2