SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 231


__ADS_3

Tak lama kemudian, mobil Yedi pun sampai.


Kebetulan sekali, Dia sudah sampai," ucap Syafiq melihat mobil Yedi.


Yedi keluar dari mobilnya dan melihat ke arah Grizelda.


"Oke, kita berpasangan sekarang," ucap Brima tertawa.


"Idihh…" ucap Glinda memasang wajah kesalnya.


Yedi mendekati Grizelda. "Ayo naik Mobil," ajak Yedi.


Grizelda hanya diam namun ia mengikuti Yedi masuk mobil.


Syafiq dan Sahara masuk ke mobil mereka masing-masing.


Glinda menyerobot masuk ke mobil Yedi. "Hey! Mau ke mana kamu," ucap Brima menarik tangan Glinda.


"Griz cepat tutup pintu mobilnya," ucap Yedi.


Grizelda menutup pintu dan langsung masuk mobil lalu mereka sambil tertawa bersama dan saling berpandangan. Tiba-tiba saja Yedi dan Grizelda terdiam dan merasa canggung.


"Tega banget kalian ya, dasat adik-adik durhaka," umpat Glinda sambil di tarik-tarik Brima masuk ke mobilnya.


"Udahlah kak, ada yang mencintai kakak dengan tulus terima saja, dari pada mencinta seseorang yang tidak mencintai kakak itu lebih menyakitkan," ucap Sahara terkekeh.


"Bener tuh," ucap Brima mengangguk.


Mendengar ucapan Sahara, Grizelda kembali murung.


"Kamu kenapa Grizelda?" tanya Yedi menatap wajah Grizelda yang murung.


"Tidak apa-apa. Ayo jalan, mobil Syafiq udah jalan tuh," ucap Grizelda mengalih pembicaraan.


Yedi mengangguk dan mengijak pedal gas mobilnya.


Mereka pun melajukan mobilnya menuju suatu tempat.


Sampai di suatu tempat, Syafiq memberhentikan mobilnya.

__ADS_1


"Waw tempatnya cantik banget," ucap Sahara kagum.


"Ayo kita turun," ajak Syafiq.


"Waw… kalian ngajak kami liburan?" tanya Brima.


"Tidak juga, kebetulan aku ada urusan, kalian bermainlah, aku ingin bertemu dengan pemilik taman hiburan ini," ucap Syafiq.


"Aku main dulu ya," ucap Sahara melambaikan tangannya ke arah Syafiq lalu menarik tangan Grizelda dan Glinda untuk membeli tiket untuk bermain permainan.


"Ya sudah kalian bersenang-senanglah," ucap Syafiq tersenyum.


Ia pun pergi ke arah salah satu karyawan yang sebagai penjaga.


"Permisi, di mana pemilik taman hiburan ini?" tanya Syafiq.


"Kebetulan sekali Pemiliknya ada di tempat, mari saya antar," ucap penjaga itu.


"Terima kasih," ucap Syafiq.


"Aku antarkan Tuan ini sebentar," ucap penjaga itu dengan rekan kerjanya.


"Mari Tuan," ajak penjaga itu.


Syafiq mengangguk dan mengikuti penjaga itu.


Penjaga itu menundukkan kepala memberi hormat. "Maaf Tuan menganggu, ada orang yang ingin bertemu dengan Anda," ucap pegawai itu.


"Siapa?" tanya pemilik taman hiburan itu.


"Aku," jawab Syafiq.


"Oh, ada perlu apa?" tanya Pemilik taman itu.


"Aku melihat sebuah taman yang terbengkalai dan aku melihat papan tamplet jika tempat itu ingin di jual," ucap Syafiq.


"Oh begitu ya, mari duduk, dan kamu pergilah kembali bekerja," ucap pemilik taman itu kepada penjaga itu.


"Baik Tuan," angguk pegawai itu mengangguk dan kemudian pergi.

__ADS_1


"Tidak menyangka taman terbengkalai itu menarik perhatian Tuan, jika Anda ingin membelinya, tentu saja saya akan melepasnya dengan harga yang sedikit mahal," ucap pemilik itu.


"Tidak masalah, katakan saja harganya," ucap Syafiq.


"Berhubungan tanah itu panjangnya 500 meter jadi aku menjualnya seharga 100 milyar, bagaimana menurut Anda?" tanya pemilik taman itu.


"Tidak masalah, aku menerimanya," angguk Syafiq.


"Baiklah jika begitu, aku akan mengambil berkas-berkasnya," ucap pemilik lahan.


Ia menuju mobilnya dan mengambil surat tanah.


Pemilik lahan meletakkan berkas di atas meja. "Silakan di lihat dulu," ucap Pemilik lahan memberikannya kepada Syafiq.


Syafiq melihat sartifikatnya dan melihatnya secara rinci.


"Ini tidak ada masalah, saya terima. Jadi pembayarannya saya transfer saja," ucap Syafiq.


"Baik," angguk pemilik lahan itu.


Pemilik taman itu memberikan nomor rekeningnya dan Syafiq mengirim uangnya.


Pengiriman berhasil✔


Ding ding


Hadiah Anda di kurang 100.000.000.000


Sisa hadiah Anda 3.616.447.000.000


"Sudah terkirim ya pak," ucap Syafiq.


"Terima kasih, saya juga sudah membawa surat balik namanya, jadi Anda tanda tangan di sini aja" ucap pemilik lahan menyerahkan kepada Syafiq.


Syafiq menanda tangani dan sekarang lahan itu miliknya.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2