SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 106


__ADS_3

Ding ding


Uang cas back 25.000.000


Hadiah Anda menjadi 10.021.000.000


Ding ding


Misi selesai


Selamat Anda mendapatkan hadiah 1.000.000.000


Hadiah Anda menjadi 11.021.000.000


Selamat Anda mendapatkan hadiah 30 poin.


Poin Anda menjadi 160 poin.


Syafiq kemudian masuk ke dalam bilik tersebut.


"Hey tunggu dulu, kenapa dia yang duluan masuk, bukannya ini antrianku," ucap pria itu tak terima.


"Maaf Tuan, dia adalah antrian yang pertama, karena sesuatu hal jadi ia mengambil antrian sesudah ia kembali," ucap pelayan itu menjelaskan.


"Tidak-tidak! Tidak! Aku tidak mau, ini adalah giliranku sekarang!" bentaknya.


"Maaf Tuan tapi Tuan ini yang duluan, Anda memohon menunggu antrian, atau Anda bisa dengan pelayan yang lain?" tanya pelayan itu.


"Hey! Kamu kan tahu jika aku cocoknya hanya denganmu, mana bisa berganti dengan orang lain begitu saja, pokoknya ini giliranku dan aku maunya sama kamu," ucap pria menarik tangan wanita dan masuk ke dalam bilik.

__ADS_1


"Jadi aku gimana?" tanya Syafiq menunjuk dirinya sendiri.


"Tuan, bagaimana jika Tuan, kami pindahkan le tempat lain saja?" tanya pemilik Spa yang datang tiba-tiba.


"Tapikan aku sudah pesan di sini duluan, kenapa dia yang duluan," ucap Syafiq


"Begini saja Tuan, demi kenyamanan Anda maka kami akan mengratiskan jika Anda datang lagi," ucap pemilik Spa memberikan kartu gratis kepada Syafiq.


"Baiklah jika begitu, tapi aku minta 1 lagi kartu gratis lagi," ucap Syafiq.


Dengan berat hati, pemilik Spa menyodorkan 1 buah kartu lagi kepada Syafiq, ketika Syafiq menerimanya itu sangat berat untuk melepaskanya.


"😭😭 Semoga Anda suka Tuan," ucap pemilik Spa.


"Wah... Terima kasih ya, Anda sangat dermawan," ucap Syagiq tersenyum dan pergi ke bilik lain.


"Mari Tuan saya akan memijitkan badan Anda," ucap pelayan itu.


xxx


Setelah selesai mereka kembali masuk mobil.


"Hey kalian aku punya 2 kartu gratis, siapa yang mau?" tanya Syafiq memperlihatkan kartu tersebut dari jendela mobilnya.


"Wah... mau donk," ucap Sahara mengambilnya satu.


"1 lagi siapa?" tanya Syafiq.


"Untuk Grizelda aja, Kalo seandainya kami pergi lagi, kak Glinda biar aku yang bayar," ucap Jelita.

__ADS_1


"Lho? Nggak apa-apa?" tanya Glinda.


"Udah nggak apa-apa, kapan-kapan kita ke sini lagi ya," ucap Jelita.


"Wah... terima kasih ya Jelita," ucap Glinda tersenyum.


"Iya sama-sama, kitakan teman," ucap Jelita tersenyum.


"Ya udah, ayo pulang, atau kalian ingin berbelanja dulu?" tanya Syafiq.


"Nggak besok saja, hari ini mau tidur aja," ujar Grizelda.


"Iya, tidur aja kita yuk, besok baru kita gaskan," ucap Sahara.


"Oke!" jawab Jelita dan mereka kembali melaju di jalanan untuk pulang ke rumah Syafiq.


Kini rumah Syafiq bagaikan rumah mereka sendiri pulang dan istirahat di sana, apalah daya Syafiq tak bisa mengusir mereka, maka ia harus membiarkan mereka tinggal di sana.


Sesampainya di rumah Grizelda pun membukan pintu rumah dan terlihat 3 koper di ruang tamu.


"Lho ini apaan?" tanya Syafiq heran dengan keberadaan koper di rumahnya.


"Mulai sekarang kami akan tinggal di sini," ucap Sahara.


"Iya, rumah sewaku yang di sana sudah ku putus kontrakkan dan aku akan tinggal di sini," ucap Glinda.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2