SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 61


__ADS_3

"Kayak Ceo aja pake ada urusan," ujar Syafiq mencibir.


"Iya, Papa Aku udah mulai menyuruhku belajar tentang bisnis biar bisa gantiin dia dan menyuruhku naik mobil sendiri biar nggak di anter jemput lagi, harus mandiri, konsisten, disiplin, tegas dan lain-lain," jawab Sahara dengan mengerakan tangannya.


"Perusahaan ya?" Syafiq mengosok-gosokkan dagunya sambil mengangguk-angguk.


"Kenapa? Kau ingin bangun perusahaan juga?" tanya Sahara.


"Nanti aku pikirkan," ucap Syafiq.


"Ya udah, aku masuk keruanganku, bye," unar Sahara melambaikan tangannya.


Syafiq membalas lambaian tangan Sahara dan ia melanjutkan keruangannya.


"Aku secepatnya bangun perusahaan nih, tapi uangku masih belum cukup banyak, mana aku masih taruhan lagi sama Roni," gerutu Syafiq.


Amara melihat Syafiq yang berjalan sendirian ia ingin menyapanya.


Baru saja ingin menghampirinya, datang seorang wanita.

__ADS_1


"Ini jacket yang kemaren kamu pinjamkan padaku, ini aku kembalikan, ini juga ada coklat ku buat sebagai tanda terima kasihku, karena sudah menolongku," ucap wanita itu menyerahkan paper bag dan 1 kotak coklat yang di bungkus rapi.


"Hm... kau seharusnya tidak perlu repot-repot melakukan ini," ucap Syafiq menatap wanita di hadapannya itu.


"Tapi aku ikhlas kok membuat ini semua, nggak ada paksa apa pun, jadi tolong di terima ya," ucap wanita itu mengambil tangan Syafiq lalu meletakan kotak coklat dan paper bag.


"Ya sudah, kali ini aku terima, lain kali jangan lakukan lagi," ujar Syafiq menerima pemberian wanita itu.


"Oke!" jawab wanita itu dengan tersenyum lebar. Syafiq pun melangkahkan kakinya masuk keruangannya.


Amara menghampiri wanita yang masih tersenyum saat melihat kepergian Syafiq.


"Tentu saja," jawab wanita itu tanpa sadar.


"Eh, kamu!" lirih wanita itu melihat ke arah Amara.


"Aku tanya sekali lagi, kau menyukainya?" tanya Amara dengan tatapan tak senang.


"Tentu saja, dia baik dan tidak mengambil kesempatan seperti pria lain, ia juga pandai menghargai orang, dia juga tampan dan sekarang dia juga kaya, sungguh pria yang sempurna. Jika ada yang menolaknya, pasti otaknya bermasalah," ujar wanita itu.

__ADS_1


"Apa kamu bilang!" bentak Amara marah.


"Kenapa kamu yang marah, bukannya kamu tidak menyukainya, kenapa kau datang padaku dan menanyainya, seharusnya jika kau tidak menyukainya kau tidak akan peduli dengan apa yang aku dan dia lakukan, dia juga tidak ada menembakmu lagi kan?" ujar wanita itu menyunggingkan senyumnya.


"Kapan aku peduli dengan apa yang kau dan dia lakukan," ujar Amara mengelak.


"Kenapa kau bertanya aku suka dia atau tidak, berarti kau peduli dengan dia, seharusnya kalu lewat saja tanpa menanyakan apa pun," balas wanita itu.


"Kau sekarang semakin berani ya," ujar Amara kesal.


"Omonganku yang mana yang salah, jika dia tidak menyukaiku ya terserah dia, cukup aku saja yang menyukai dia dari jauh, jika kau tak suka abaikan saja," ujar wanita itu pergi meninggalkan Amara sendiri.


Amara nampak gusar sambil melihat kepergian wanita itu dengan tertenyum.


"Benar ucapannya, jika aku tidak menyukainya seharusnya aku tidak peduli apa pun tentang dia, tapi kenapa nggak bisa, ada apa dengan diriku ini, cukup! novel ini jika di temukan di tempat lain berarti di plagiat, ini hanya ada di noveltoon, Aku tidak mau memikirkan dia lagi," ucap Amara sambil memukul-mukul pipinya yang merah merona sambil menggeleng-gelengkan kepala. Ia pun kembali melangkahkan kaki masuk keruangannya.


Bersambung


jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


terima kasih


__ADS_2