SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 259


__ADS_3

Syafiq berjongkok dan memegang tanah, tiba-tiba saja ia merasakan sesuatu lalu mengibas-ngibas tanah tersebut dan benar, ada ujung tunggul.


Syafiq berusaha mengorek-ngorek tanahnya ternyata, tunggul itu sudah di atur kemunculannya.


Syafiq menarik keluar bongkahan tunggul itu.


"Kenapa dia mesti harus repot-repot melakukan ini? Apa dia alasannya?" tanya Syafiq.


"Mereka melakukan ini untuk menakuti orang-orang," jawab Brima.


"Tujuannya apa?" tanya Syafiq lagi.


"Mungkin orang-orang tidak boleh datang ke sini lagi, makanya mereka melakukan itu," ujar Brima.


"Kita akan tanya langsung dengan pelakunya, mungkin jika dia tidak ingin orang-orang datang kenapa harus melakukan hal seperti ini, jika oran-orang ketakutan itu akan sangat membahayakan nyawa sang pengendara," ucap Syafiq.


Tririing


Tririring


Tririring


"Halo," jawab Syafiq.


"Halo Syafiq, ada orang yang mencurigakan," ucap Glinda.


"Di mana?" tanya Syafiq.


"Dia bersembunyi, sepertinya dia mengawasi kami," jawab Glinda.


"Baiklah, kalian bawa mobil ke sini, aku takut jika mereka menyerang kalian diam-diam," ucap Syafiq.


"Baiklah," angguk Glinda.


Mereka bertiga masuk mobil dan menuju arah lapangan bukit tersebut.


"Kalian melihat berapa orang di sana?" tanya Syafiq.


"Dua, yang satunya pakai baju hijau, yanga satunya baju coklat," ucap Glinda.


"Apa yang kami temukan?" tana Sahara.


"Tunggul yang ku bilang tadi malam, ternyata mereka membuatnya, bukan mahluk halus yang melakukannya," ucap Syafiq.


"Oh ya tadi malam Jelita bilang kalau dia pernah dan temannya jalan di malam hari pulang dari bukit ini melihat cahaya tapi tidak telihat mobilnya, saat mereka menyalip mereka malah menembus mobil itu, mobil itu seperti bayangan," ucap Glinda.


"Mungkin mereka menggunkan sinar proyektor untuk membuat bayangan mobil yqng sedang berjalan," ucap Syafiq.


"Masuk akal itu," ucap Brima.


"Apa ada kejadian hal lainnya?" tanya Syafiq.

__ADS_1


"Mungkin kalo kita tanya sama pengunjung, mereka pasti pernah mengalami hal lainnya," ucap Glinda.


"Sepertinya kita harus melakukan sesuatu agar mereka keluar," ucap Syafiq.


"Kita melakukan apa?" tanya Brima.


"Ayo ikut aku," ucap Syafiq.


Mereka pun semua mengikuti Syafiq. Mereka menuju ke warung tersebut.


"Kalian jalan pelan-pelan," ucap Syafiq berbisik.


"Hm… kalian di sini saja, biar aku yang menangkap mereka," ucap Syafiq.


Gunakan poin untuk teleportasi.


Memuat…


Loading…


Mulai…


10%…


20%…


30%…


50%…


60%…


70%…


80%…


90%…


10%…


Selesai.


Poin Anda di potong 50 poin


Sisa poin Anda 950 poin.


"Ah ada elien," tunjuk Syafiq ke arah Langit.


Mereka semua melihat ke atas langit dan Syafiq pun menghilang. Ia tak mau mereka melihat jika dia menghilang, mereka pasti akan terkejut.


"Mana? Lagian mana ada elien siang bolong begini," ucap Brima melihat ke arah Syafiq.

__ADS_1


"Eh di mana dia? Tiba-tiba aja menghilang," ucap Brima kehilangan.


"Coba tengok, mungkin di dalam saku Abang nggak," ucap Yedi terkekeh.


"Ya sudahlah, apa pun keputusannya, mungkin dia pasti akan menemukan jawabannya, sebaiknya kita tunggu perintahnya saja, jika beramai-ramai nanti malah menyusahkan dia," ucap Brima.


"Iya, kita tunggu saja dia," ucap Yedi.


Mereka pun menunggu.


Syafiq tiba-tiba saja muncul di hadapan dua orang itu.


Mereka berdua terkejut dengan memegang botol berisi air merah di tangannya.


"Kwkwkwkw… ketangkap basah kalian," ucap Syafiq sambil tertawa.


Mereka geragapan dan ingin kabur, Syafiq menangkap kerah baju kedua orang itu.


"Mau ke mana kalian?" tanya Syafiq.


"Ampun Tuan, kami bersalah, biarkan kami pergi," ucap mereka merengek.


"Kalau bersalah kenapa aku harus melepakan kalian," ucap Syafiq membawa ke dua orang itu.


Melihat Syafiq mendekat, Brima dan yang lain pun berlari ke arah Syafiq.


"Ampuni kami pak polisi, kami melakukannya karena ada sebabnya," ucap mereka.


"Kalau begitu katakan apa sebabnya?" tanya Brima.


"Memang tempat ini di buka untuk umum, tapi siapa sangka ada beberapa pasangan yang melakukan hal yang tidak senonoh di sini, kami melakukan hal ini agar tidak ada yang mencemari tempat ini, kami ingin menjaga bukit cinta ini agar tetap bersih seperti cerita terdahulu," ucap pria berbaju hijau.


"Kenapa kalian tidak membuat papan tamplet di sana saja," ucap Syafiq.


"Sudah, tapi mereka tidak tidak peduli, tetap saja ada yang melakukannya, dan mereka melakukannya di hutan-hutan sana, sedangkan di sana ada pemakamannya," ucap pria itu.


"Begitu ya, ini sih memang sangat sulit di atasi jika hanya di takuti atau cuma di beri peringatan saja," ucap Syafiq.


Tak berapa lama ada 2 buah mobil datang.


Mereka membawa sepasang kekasih, tapi saat berjalan terlihatnya mereka sangat kesulitan, tapi di bantu oleh beberapa temannya.


"Ada apa ini?" tanya Yedi.


"Ada apa?" tanya Brima.


"Ini pak, mereka berdua ingin minta maaf kepada penghuni tempat ini, karena melakukan hal yang sudah di larang, alat vital mereka membusuk," ucap temannya.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2