SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 289


__ADS_3

"Tunggu," ucap Syafiq berdiri.


Penjaga itu terdima meliat ke arah Syafiq.


"Ada apa?" tanya penjaga itu.


"Panggil kembali bapak itu," pinta Syafiq.


"Nanti dia menganggu orang-orang makan di sini," ucap penjaga itu.


"Panggil saja," pinta Syafiq.


Dengan terpaksa penjaga itu memangil bapak tersebut. Namun ia tetap menunggu di luar.


"Mbak, tolon buatkan untuknya di bungkus," pinta Syafiq.


"Baik Tuan," angguk pelayan tersebut mengangguk. Ia pun kembali menuju ke dapur.


Bapak itu menunggu dengan wajah sedih duduk di pinggir restoran tersebut.


"Eh, ternyata di sini ternyata ada gelandang juga," ucap Yedi.


"Ya iyalah, nggak semua orang kaya di belahan dunia ini, kalau semuanya kaya nanti mereka nggak ada yang mau jadi petani, tidak ada pelayan restoran, semuanya mau jadi bos," ucap Syafiq.


"Benar juga," angguk Yedi.


"Ini Tuan makanannya," ucap Pelayan itu menyerahkan kepada Syafiq.


"Makanan ini masuk di bill aku saja ya," ucap Syafiq.


"Baik Tuan," angguk pelayan itu.


Syafiq membawakan box ke arah bapak tersebut.


"Pak ini makanan untuk bapak, tapi makannya jangan di sini ya," ucap Syafiq.


"Terima kasih atas kebaikan Anda Tuan, terima kasih banyak," ucap Bapak itu menundukkan kepala beberapa kali.


"Iya sama-sama, ini ada sedikit uang untuk membeli pakaian, tapi uangnya di tukar dulu ya," ucap Syafiq memberikan beberapa lembar uang dari dompetnya.


"Terima kasih Tuan, terima kasih," ucap bapak itu pun pergi.


Ding ding


Hadiah Anda di kurang 3.000.000


Sisa hadiah Anda 7.020.790.000.000.


Syafiq kembali menuju mejanya dan kembali menyantap makanannya.


"Kamu tetap baik seperti biasanya," ucap Sahara kagum.


"Tapi kami suka 'kan?" tanya Syafiq tersenyum.

__ADS_1


"Senenglah, karena kamu orang baik, bukan orang jahat," ucap Sahara.


Setelah selesai makan.


"Berapa semuanya?" tanya Syafiq.


"Untuk mejaku, aku yang bayar," ucap Bara.


"Baiklah, yang di meja ini sama bapak tadi saja," ucap Syafiq.


"Sebentar Tuan," ucap pegawai itu menghitungnya.


"Semuanya 2.500.000," ucap pegawai itu.


Syafiq mengeluarkan ponselnya dan mengscan di mesin pembayaran.


Pembayaran berhasil✔


Ding ding


hadiah Anda di kurang 2.500.000


Sisa hadiah Anda 7.020.787.500.000.


"Ya udah, ayo kita mutar-mutar dulu," ajak Brima. "Kapan lagi bisa ke sini," sambungnya.


"Kami bisa kok ke sini lagi," ucap Sahara.


"Aku juga bisa, ke mana pun Syafiq pergi di situ ada Brima," ucap Brima merangkul pundak Syafiq.


"Sayang sekali, coba saja aku perempuan, aku ingin menjadi pacarnya Syafiq," ucap Brima.


"Meakipun Abang perempuan, aku juga nggak tertarik," ucap Syafiq.


"Ucapanmu ini sungguh menusuk jantung hatiku, sungguh tak punya perasaan kamu," ucap Brima.


Mereka pun masuk mobil.


"Ya udah, kita pergi tempat yang bilang Sahara tadi, besok kita baru akan cari pemandu jalan untuk berkeliling," ucap Syafiq.


"Oke," jawab Yedi menginjak pedal gas mobil dan melaju di jalanan.


"Di mana nih?" tanya Yedi.


"Lururs aja, tempatnya di pinggir jalan raya kok," ucap Sahara.


"Oooo… bilang donk dari tadi," ucap Yedi.


Tak berapa lama mereka sampai.


"Wah… tempatnya estectic banget," ucap Grizelda kagum.


"Taman yang akan kamu buat itu nggak bikin kayak ginia aja," saran Sahara.

__ADS_1


"Tenang saja, Aku akan membuatnya lebih meriah lagi," ucap Syafiq.


Mereka masuk ke dalam taman tersebut.


"Bagus banget tempat foto-foto nih, ayo kita foto bareng," aja Sahara.


Sahara menghampiri salah satu pengunjung di sana.


"Kak, tolong fotoin donk, nanti gantian aku yang fotoin kakak," ucap Sahara.


"Baiklah," angguk kakak itu setuju.


Mereka berlapan berdiri di belakang dengan lampu dan gambar cantik di belakangnya.


Ckrek!


Ckrek!


"Ini kak," ucap wanita itu menyerahkan kepada Sahara.


Sahara menerimanya dan gantian Sahara yang memotret mereka.


Mereka berjalan-jalan menyusuri taman.


"Eh, ada kursi tuh, duduk di sana yuk," ajak Grizelda.


Ding ding


Misi baru


Seseorang meletakan ranjau di tempat keramaian.


Hadiah 1.000.000.000.000.


"Kamu ngapain berdiri di sana lagi, ayo duduk," ucap Sahara memberikan ruang untuk di duduki Syafiq.


"Sebentar," ucap Syafiq melihat sekeliling.


Seorang pria memakai baju hitam keluar dari taman tersebut terburu-buru, ia sempat menyenggol salah satu pengunjung dan membuat pengunjung itu marah.


Namun pria itu buru-buru pergi tanpa mempedulikan amarah dari pengunjung tersebut.


"Kalian cepat keluar!" teriak Syafiq.


"Ada apa?" tanya Yedi heran.


"Cepat, di sini tidak aman," ucap Syafiq.


"Ada apa sebenarnya?" tanya Sahara.


"Cepat, keluar saja, tolong Bang Brima dan Bang Bara, bawa mereka segera keluar, aku akan mencari sesuatu di mana tempatnya," ucap Syafiq berlari ke dalam taman.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2