
Syafiq juga masuk ke dalam mobil dan mereka melanjutkan perjalanan pulangnya.
Ding ding
Misi selesai
Selamat Anda mendapatkan hadiah 1.000.000.000
Hadiah Anda menjadi 8.976.000.000
Selamat Anda mendapatkan 30 poin.
Poin Anda menjadi 90 poin
Akhirnya sampai juga mereka di rumah Syafiq, Syafiq memberhentikan mobilnya lalu ia turun untuk mengambil koper yang berada di bagasi dan membawakannya ke dalam rumah.
"Ayo masuk," ajak Syafiq, dan mereka bertiga pun masuk ke dalam rumah.
"Berhubungan Grizelda tinggal di sini, jadi kamu pilihlah kamar yang nyaman untukmu," ujar Syafiq.
"Terima kasih ya Syafiq," ucap Grizelda tersenyum lalu ia melihat kamar yang ingin ia tinggali.
"Aku pilih yang ini deh," ujar Glinda tiba-tiba.
__ADS_1
"Aku juga mau di sini, yang di sana untuk kak Jelita," ujar Sahara.
Syafiq jadi manyun, padahal dia hanya menawarkan kepada Grizelda malah kamar di rumah pribadinya jadi kamar kots gratis.
"Ya sudahlah, yang penting mereka tidak menggunakan kamarku," ucap Syafiq dan kemudian ia masuk kamarnya.
"Mulai besok kakak pindah sini aja deh, kan lumayan dapat kamar mewah kayak hotel, ketimbang kots kakak di sana udah mahal jelek lagi," ucap Glinda.
"Oh ya, aku juga bilang sama Mama aku, aku mau kots juga di sini, berteman dengan kalian senang banget," ucap Sahara memeluk Grizelda dan Glinda.
"Makasih ya, di saat aku sedih seperti ini, kalian malah ada untukku, aku pasti akan menganggap kalian sahabatku yang berharga," ucap Grizelda.
"Maaf ya kemaren sempat nggak suka sama kamu," ucap Sahara.
"Iya nggak apa-apa, ya udah tidur yuk, soalnya besok aku mau kuliah, kak Glinda juga harus bertugaskan?" tanya Sahara kepada Glinda.
"Iya, aku mau tidur, aku nggak mau telat lagi," ujar Glinda menarik selimut.
Grizeldan dan Sahara pun menarik selimut dan menghidupkan AC. Malam ini mereka tidur bareng bertiga.
Syafiq mengosok matanya yang masih mengantuk, tapi ia sangat haus, ia melirik jam di dinding menunjukkan pukul 04:50.
"Ah, masih pagi, aku harus tidur lagi nanti," ucap Syafiq bangun dan menuju ke dapur.
__ADS_1
"Aaaaaaa...," jerit Syafiq hingga kepalanya kejedut tembok.
Grizelda balik badan. "Ada apa Syafiq?" tanya Grizelda.
"Eh, kamu ternyata, ku pikir kuntilanak, tapi ngapain kamu pagi-pagi di dapur?" tanya Syafiq mendekati dispenser dan menekan air minum.
"Iya, aku mau masak buat kalian, apa lagi kalian pagi nanti harus berangkat," ujar Grizelda.
"Wah kamu emang rajin ya," puji Syafiq tersenyum sambil meneguk air minumnya.
"Iya, akukan kerja di sini, oh iya, ini ngomong-ngomong di kulkasmu untung saja ada telor ayam, hm... gimana aku minta gaji di awal biar aku bisa beli bahan makanan untuk isi kulkas ini," ujar Grizelda.
"Masa kamu minta gaji buat beli bahan makanan sih, bahan makanan ya beda, gajian kamu ya beda, ya udah sebentar ya," ucap Syafiq meletakkan gelas di meja dan ia pergi ke kamarnya, lalu keluar membawa segepok uang yang sangat tebal.
"Nih buat buat gaji kamu sama beli makanan di rumah, kalo kurang minta aja lagi, nggak usah segan," ujar Syafiq meletakkan uang di atas meja.
"Syafiq, ini banyak banget, apa kamu nggak salah kasih," ucap Grizelda terbelalak menatap uang sebanyak itu.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1