
"Cepat ambilkan obat penurun darah tinggi," ucap dokter itu.
Suster itu pun berlari mencari obat tersebut di tempat pengambilan obat dan kembali berlari masuk ke ruangan itu.
"Ini obatnya dokter," ucap Suster itu ngos-ngosan berlari apa lagi ia menggunakan rok pendek dan sepatu heels.
"Dokter, tolong selamatkan ibu saya," ucap anak itu menangis.
"Akan saya usahakan," ucap dokter itu sambil memegang suntikan dan memasukkan obat penurun darah tinggi ke dalam tubuh pasien.
Tapi tetap saja pasien itu masih kejang-kejang. "Apa dosis tadi terlalu tinggi?" tanya dokter itu heran.
"Dokter, Bagaimana dengan ibu saya dokter," ucap anak itu memegang tangan ibunya yang masih kejang-kejang itu.
"Bisakah saya membantu?" tanya Syafiq yang tadi hanya berdiri menonton.
"Apa yang bisa kamu lakukan?" tanya Dokter itu.
"Aku akan membantu menghilangkan kejang-kejangnya," ucap Syafiq.
"Apa kamu serius? Ini menyangkut nyawa orang, kamu jangan main-main," ucap suster itu.
"Kamu yang salah kasih obat kamu yang ngeyel," ucap Syafiq melihat suster itu kesal.
"Baiklah, saya percaya kamu bisa melakukannya," ucap dokter itu.
"Tapi dok," ucapa suster itu terputus karena dokter itu mengangkat tangannya menyuruh suster itu untuk diam.
Suster itu pun terdiam.
Syafiq mendekati pasien dan memegang kepalanya.
"Gunakan poin untuk menyembuhkannya"
Menyembuhkan
Memuat...
Loading...
__ADS_1
Mulai...
10%..
20%...
30%...
40%...
50%...
60%...
70%...
80%...
90%...
100%...
Poin Anda di potong 20 poin
Sisa poin Anda 140 poin.
Beransur-ansur kejang-kejang ibu itu mereda dan ia dalam keadaan pinsan.
"Syukurlah kejangnya udah mereda," ucap dokter itu.
Pasien pun segera di beri infus. Dokter itu mendekati Syafiq.
"Tidak tau kamu menggunakan pengobatan apa, tapi saya sangat berterima kasih denganmu sudah menyelamatkan dia," ucap dokter itu menepuk pundak Syafiq.
"Itu bukan saya yang mengobati, saya hanya sebagai perantara saja dok," ucap Syafiq.
"Tapi mau bagaimana pun, saya tetap harus berterima kasih denganmu," ucap dokter.
"Ya sama-sama dokter, jika begitu saya permisi dulu," ucap Syafiq.
__ADS_1
"Baiklah," angguk dokter itu.
Ding ding
Misi selesai
Anda mendapatkan 800.000.000
Hadiah Anda menjadi 3.869.950.000.
Selamat Anda mendapatkan 20 poin
Poin Anda menjadi 160 poin.
Syafiq kembali ke ruangan paman Yedi.
"Dari mana aja kamu, kok lama banget?" tanya Yedi.
"Eh... tadi itu tiba-tiba ada masalah dikit, tapi udah selesai, Oh ya bagaimana keadaan pamanmu?" tanya Syafiq duduk di samping Yedi.
"Udah siuman sih, cuma sekarang dia mungkin tidur," ucap Yedi.
"Syukurlah kalo gitu, udah habis berapa biaya pengobatannya?" tanya Sultan.
"Udah 10 jutaan, mobil orang yang waktu itu kita tangkap juga di jual untuk pengobatannya," jelas Yedi.
Syafiq diam-diam memgambil uangnya dari sistem. "Hm... aku ada uang ini, tapi nggak banyak, semoga bisa membantu biaya pengobatan pamanmu," ucap Syafiq menyerahkan uang 20 juta kepada Yedi.
"Eh serius?" tanya Yedi mengangkat alisnya.
"Iya, ambil nih, itung-itung buat bantu," ucap Syafiq.
"Tapi aku merasa nggak enak sama kamu Syafiq," ucap Yedi.
"Udah nggak apa-apa," ujar Syafiq tersenyum.
Tak lama kemudian Ibu Yedi datang masuk ke dalam ruangan. "Eh temannya Yedi ya, di sini juga," sapa Ibu Yedi tersenyum sambil membereskan barang bawaannya.
BERSAMBUNG
__ADS_1