
"Untung saja nabraknya cuma sedikit, jadi mobilku nggak kenapa-napa," ucap Yedi.
"Temani aku yuk," ajak Syafiq.
"Kemana?" tanya Yedi.
"Beli rumah," jawab Syafiq.
"Apa? Kamu mau beli rumah lagi? Untuk apa?" tanya Yedi heran.
"Bibiku minggu ini mau menikah, jadi rumah itu adalah hadiah untuk pernikahannya, aku lebih baik cari yang lain lagi agar tidak mengaggu kebahagian keluarga mereka, jadi hari jumat sama sabtu kamu datang ya untuk dekorasi rumah untuk acara pernikahan Bibi," ucap Syafiq.
"Apanya yang rumah baru, bilang saja kau ingin menyimpan wanita di rumahmukan?" tebak Yedi.
"Bilang saja kamu juga bisa bebas di rumahku," jawab Syafiq.
"Tentu saja aku harus ada," jawan Yedi tertawa.
"Ayo kita berangkat," ajak Yedi masuk kemobilnya, sekarang ia sudah tak mengantuk lagi karena tidurnya sudah cukup.
Mereka pun pergi bersama-sama, kali ini Syafiq mencari rumah yang agak jauh dari rumah bibinya jaraknya sekitar 20 menit perjalanan.
"Di sini sepertinya bagus Syafiq," ucap Yedi.
"Iya, ayo kita masuk," ajak Syafiq.
"Selamat datang, ada yang bisa kami bantu?" tanya pegawai itu.
"Aku ingin mencari rumah, boleh tunjukkan kepada kami?" tanya Syafiq.
"Mari ikut Saya Tuan," ucap pegawai itu.
__ADS_1
Syafiq dan Yedi pun mengikuti pegawai itu dan melihat rumah yang di tunjukkan oleh pegawai itu.
"Silakan di lihat Tuan, ini ada 6 kamar dan 1 kamar utama," ucap pegawai itu.
"Harga?" tanya Syafiq.
"Harga 4,2 milyar Tuan," ucap pegawai itu.
"Baiklah, aku mau yang ini saja," jawab Syafiq.
"Mari Tuan saya antarkan ke tempat pembayarannya," ucap pegawai itu.
Syafiq dan Yedi kembali mengikuti Pegawai itu dan melakukan pembayaran.
Syafiq kembali ke mobil dan menjinjing 2 tas yang berisi uang.
Ding ding
Hadiah Anda di kurangi 4.200.000.000.
"Ini Tuan, silakan di tanda tangani sartifiakat rumah Anda," ucap pegawai itu.
"Baik," ucap Syafiq segera menanda tanganinya.
"Silakan di ambil sartifikatnya, ini sekarang sudah menjadi milik Tuan," ucap Pegawai itu tersenyum.
"Terima kasih," ucap Syafiq menerimanya dengan senang hati.
"Nggak sangka, kamu punya rumah lagi," ucap Yedi.
"Iya, ini khusus rumahku, rumah Bibi itu atas nama Alviso," jawab Syafiq.
__ADS_1
Syafiq dan Yedi masuk mobil masing-masing.
Ding ding
Seseorang ingin di tabrak mobil, selamatkan dia di persimpangan jalan.
Hadiah 4.000.000.000
"Yedi ikuti aku!" teriak Syafiq dari dalam mobil.
"Oke!" jawab Yedi. Ia berpikir jika mereka ingin ke sebuah restoran jadi ia tak perlu bertanya lagi.
Saat sampai di persimpangan, Mobil Syafiq berhenti. Dari kejauhan sebuah mobil sedan melaju kencang di jalanan dan sebuah mobil lagi juga melaju di jalanan.
"Mungkin itu mobilnya," ucap Syafiq dan Syafiq mengikuti kedua mobil itu.
Mobil itu saling melaju sedangkan mobil itu ingin menabrak mobil sedan yang ada di depannya.
"Bagaimana aku mengatakan pada mobil itu agar segera menghindar ya?" tanya Syafiq berpikir.
Syafiq melajukan mobilnya agar bisa sejajar dengan mobil di depan mobil yang ingin menabraknya.
Syafiq pun berteriak mengeluarkan kepalanya.
"Buka kaca jendela mobilmu!" teriak Syafiq.
Seorang wanita membuka kaca jendela mobilnya. "Eh kamu!" teriaknya dengan suara yang tertiup angin kencang. Syafiq juga kaget ternyata wanita itu adalah Jelita.
Syafiq mengode dengan tangannya agar segera menepi dengan mengayunkan tangannya. "Ada apa?" tanya Jelita.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih