
"Kamu ikut aku mobil aku aja, aku sudah menemukan perusahaannya," ucap Syafiq.
"Oke," jawab Sahara menutup kaca jendelanya dan perlahan-lahan melaju di jalanan
Kurang lebih 15 menit perjalanan, mereka pun sampai di tempat tujuan.
"Di sini?" tanya Sahara
"Iya, aku samperin," ajak Syafiq, ia pun segera keluar dari mobilnya dan menghampiri Glinda.
"Bagaimana Glinda?" tanya Syafiq.
"Mereka ke kurangan uang 1,5 triliun," jawab Glinda.
"Oh gitu, ya udah, bilang sama mereka, akan akusisikan," ucap Syafiq.
"Tapi mereka ingin uangnya dulu sebelum penyerahan perusahaannya," ucap Glinda.
"Hm... bagaimana ya, uang yang ku terima jika misinya selesai, jika tidak ada penyerahannya berarti uangnya belum masuk, apa yang harus aku lakukan ya untuk menyakinkan mereka." ucap Syafiq dalam hati sambil mengosok-gosokkan dagunya sambil berpikir.
"Di mana Ceonya?" tanya Syafiq.
"Ayo aku antarkan," ucap Glinda.
Glinda membawa Syafiq di depan ceonya.
"Aku ingin diskusi dengan Anda, bisakah Anda menurut agar ini cepat selesai?" tanya Syafiq dengan yakin.
"Baiklah," jawab Ceonya.
__ADS_1
"Tolong serahkan perusahaan ini atas namaku, maka aku akan langsung memberimu uangnya," ucap Syafiq.
"Apa? Mana bisa begitu, ada uang baru ada perusahaan, letakkan uangnya di sini, baru aku menyerahkan perusahaan ini," ujar ceonya.
"Aku janji akan membayarnya dengan syarat perusahaan ini tanda tangan atas namaku langsung dan aku akan langsung menyerahkan uangnya kes di sini," ucap Syafiq.
"Bagaimana jika kamu kabur?" tanya ceonya memastikan.
"Ini ada polisi mendapingi aku, jika aku bohong, dia yang langsung menangkapku," ucap Syafiq menunjuk ke arah Glinda.
"Kalian sepertinya akrab, jangan-jangan kalian bersekongkol," tebak ceo itu.
"Ya sudah panggil polisi satu lagi dan biarkan tangaku di borgol bersama polisi itu, jika aku berbohong aku tak bisa kabur," ucap Syafiq meyakinkan.
"Panggilkan salah satunya," ujar Syafiq kepada Glinda.
"Pokoknya rumit mau ku jelaskan, yang pasti tolong panggilkan salah satu dari mereka," ucap Sultan lagi.
"Brima, sini sebentar," teriak Glinda.
Brima pun datang. "Ada apa?" tanya Brima menghampiri Glinda.
Glinda menarik tangan Brima lalu mencakukkan borgol di tangannya. "Hey ada apa ini?" tanya Brima heran, namun ia menurut.
"Udah kamu nurut aja," ucap Glinda menarik tangan Brima agar mendekati Syafiq dan ia pun mengambil tangan Syafiq dan memborgolkannya.
"Nah jika begini? Apa Anda percaya?" tanya Syafiq.
"Baiklah," ucap Ceo itu. "Hey kalian, dia yang akan membayar uangnya tapi aku harus menyerahkan perusahaanku kepadanya dulu, jadi kalian tunggu di belakang, jika dia berbohong, maka kalian bisa mengebukinnya," ucap ceo itu.
__ADS_1
"Tidak masalah," angguk Syafiq.
"Nanti aku juga di gebukin juga donk," ucap Brima.
"Nggak akan," ucap Syafiq menyakinkan.
"Baiklah," ucap mereka dengan semangat yang membara. Mereka pun berdiri di belakang Syafiq dan Brima.
Ceo itu meletakkan sebuah buku besar yang di sana adalah surat perusahaannya, kini di pindah alihkan menjadi nama Syafiq dan Syafiq pun menanda tanganinya.
Ding ding
Misi selesai.
Selamat Anda mendapatkan hadiah 1.000.000.000.000
Hadiah Anda menjadi 1.011.021.000.000.
Selamat Anda mendapatkan 20 poin.
Poin Anda menjadi 200 poin.
Kini peeusahaan itu resmi menjadi milik Syafiq.
Bersambung
Jangan lupa like vore komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1