SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 139


__ADS_3

"Syafiq, aku nggak biasa beginian," ucap Grizelda.


"Cuma di sini aja, habis itu nggak lagi, kitakan mau ngambil hati Emerson biar dia jual diskon," ucap Syafiq.


"Kamu harus ganti rugi nih sehabis pulang ini," ucap Grizelda manyun.


"Iya, aku kasih kamu uang sama parfum dan Tas Sebagai ganti ruginya," ucap Syafiq mengangguk.


"Ayo Syafiq minum," ajak Emerson.


"Eh nggak, kalau kamu mabuk siapa yang akan nyetir," ucap Syafiq beralasan.


"Oh oke!" angguk Emerson kecewa.


Emerson pun minum di temani wanita di sampingnya, Ketika Emerson sedikit pusing, wanita itu diam-diam meraba pinggang Emerson dan ia mengambil dompet tersebut dan kemudian ia pun pergi meninggalkan Emerson yang terbaring di meja.


"Syafiq, wanita itu memegang dompet Emerson," ucap Grizelda menunjuk ke arah Wanita itu pergi.


Wanita itu duduk bersama pria di sofa yang tidak jauh dari mereka..


"Ya udah kamu jagain Emerson sebentar ya," ucap Syafiq.


"Iya, tapi kamu jangan lama-lama ya," ucap Grizelda khawatir.


"Iya," angguk Syafiq dan kemudian ia pergi ke arah wanita itu.


"Aku ingin berbicara sebentar denganmu," ucap Syafiq memandangke arah wanita itu.


"Ah nggak mau," ucap wanita itu manja.


"Hanya sebentar saja," ujar Syafiq.


"Hay teman, dia adalah pasanganku sekarang, jika kau ingin berbicara dengannya itu tidak gratis, kau harus mengeluarkan uang dulu, dan itu tergantung banyaknya uangmu," ucap pria itu sambil memeluk wanita tadi.


"Baiklah," ucap Syafiq mengeluarkan ponselnya. "Mana nomor rekeningmu?" tanya Syafiq.


"Oke," dan pria itu menyebut angkanya.


Transfer berhasilan


Ding ding

__ADS_1


Hadiah Anda di kurang 20.000.000


Sisa hadiah Anda 43.440.600.000


"Oh hm... uang segini aku kasih waktu 15 menit untuk kamu berbicara dengannya," ucap pria itu.


"Nggak mau ah!" ucap wanita itu menempel di tubuh pria itu.


"Pergi sebentar saja, nanti aku menyusul," ucap pria itu tersenyum.


Mau tak mau wanita itu pergi, Syafiq menarik tangan wanita itu. Setelah tempat agak sepi, Syafiq menyenderkan wanita itu ke dinding.


"Aw... sakit," teriak wanita itu.


"Kembalikan dompetnya," ucap Syafiq tanpa basa basi.


"Dompet? Dompet yang mana?" tanyanya memutar bola matanya.


"Kau jangan pura-pura nggak tahu," ucap Syafiq pelan


"Aku benaran nggak tahu," bentaknya.


"Hey! Apa yang kau lakukan! Dasar pria cabul!" pekiknya.


Terasa mengembung di bagian itunya dan Syafiq tanpa pikir panjang langsung mengambil Dompetnya.


"Awwww dasar pria mesum!" pekiknya.


"Ini dompetnya, kau ingin berbohong lagi," ucap Syafiq memperlihat dompetnya.


Wanita itu memegang anunya. "Dasar pria kasar," umpat wanita itu.


"Apa kau lakukan dengan wanitaku sampai pekikannya terdengar hingga keluar," ucap pria itu datang menghampiri wanita itu dan memeluknya


"Wanita pencurimu ini sudah memaling dompet temanku," ucap Syafiq.


"Benar kau melakukannya?" tanya pria itu kepada wanita tersebut.


"Tidak, aku tidak melakukannya," ucap wanita itu mengeleng kepala manja sambil memeluk pria itu.


"Oh ini apa kau mungkin seorang pria yang menyamar menjadi perempuan, sedangkan di kartu identitas ini jenis kelamin pria," ucap Syafiq memperlihat kartu identitas Emerson.

__ADS_1


Mereka pun terdiam, Syafiq pun pergi kembali ke tempat duduknya.


"Lho? di mana Grizelda?" tanya Syafiq heran.


"Syafiq! Syafiq! Syafiq!" teriak Grizelda.


Syafiq mencari arah suara tersebut dan ternyata Grizelda di bawa oleh 2 orang pria yang sedang mabuk mengarah ke dalam kamar.


Syafiq berlari ke arah Grizelda. "Lepaskan dia," ucap Syafiq.


"Kamu siapa! Pergi kamu sana, jangan menganggu kami," ucap pria itu dalam keadaan mata yang hampir tertutup.


Syafiq langsung memukul pundak kedua pria itu dan menendangnya hingga masuk ke dalam kamar tersebut dan keduanya pingsan.


"Ayo," ajak Syafiq memegang tangan Grizelda dan kemudian Syafiq mengangkat tubuh Emerson dan melempar Emerson ke dalam mobil.


"Untung saja aku nggak minum," ucap Syafiq dan kemudian ia menginjak pedal gas mobilnya melaju di jalanan.


"Maaf ya Grizelda, aku sudah membawamu ketempat yang tidak kamu sukai, sehingga kamu kembali mengalami hal mengerikan lagi," ucap Syafiq merasa bersalah.


"Iya nggak apa-apa lain kali kamu jangan kayak gini lagi ya, aku takut," ucap Grizelda cemberut.


"Iya maaf Grizelda," ucap Syafiq. "Aku harus minta kompensasi nih sama Emerson," ucap Syafiq.


Tak lama kemudian mereka pun sampai di tempat di mana mereka menginap.


Syafiq mengangkat tubuh emerson masuk ke dalam kamarnya, karena kamar Emerson di kunci olehnya.


"Aku istrirahat dulu ya Syafiq," ucap Grizelda.


"Iya, tidur yang nyenyak ya, besok aku bawa kamu ke menara Eiffel," ucap Syafiq.


"Iya," Grizelda mengangguk tak bersemangat, sepertinya ia sangat kelelahan.


Syafiq pun baring di kasurnya dan karena mengantuk, ia pun tidur.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2