
"Silakan di makan, Tuan, nona," ucap pelayan tersebut.
"Terima kasih, tapi selesai ini kalian pulang dan istirahat, karena siangnya kalian harus bekerja," ucap Syafiq.
"Baik Tuan," angguk mereka.
Sahara, Jelita, Yedi, Grizeld, Syafiq, Bibi, Paman dan Alviso sarapan, sedangkan Brima dan Glinda masih molor karena mereka tidak ada kegiatan paginya dan mereka mendapat libur satu hari.
"Kalian tiba-tiba ngilang ke mana tadi malam?" tanya Jelita.
"Syafiq menemukan mayat seseorang jadi menghubungi Bang Brima dan Kak Glinda untuk mengurusnya," jelas Sahara.
"Oh ya, itu pasti sangat mengerikan," ucap Jelita.
"Tentu saja mengerikan, aku saja tiba-tiba pingsan," ucap Sahara.
"Kamu kenapa ikut?" tanya Grizelda.
"Tentu saja karena penasaran bentuknya. Haish… kapok aku lihat begituan" ucap Sahara.
"Oh ya, Grizelda kamu belum gajian ya?" tanya Syafiq.
"Uang yang dulu itu masih cukup kok," ucap Grizelda.
"Kamu 'kan kerja, tentu saja harus di bayar," ucap Syafiq.
"Udah nggak apa-apa kok," tolak Grizelda.
Syafiq mengambil ponselnya, berhubungan no rekening mereka tersimpan, Syafiq pun mengirim semuanya dengan uang.
Syafiq mengirim masing-masing uang.
__ADS_1
Triring
Ponsel milik Grizelda bergetar pertanda pean singkat masuk, ia melihatnya ternyata sms banking yang masuk.
"Udah di bilang nggak apa-apa kok," ucap Grizelda.
"Udah terima aja," ucap Syafiq.
"Terima kasih," ucap Grizelda menundukkan kepala.
Tak lama ponsel Sahara berbunyi.
"Makasih sayang," ucap Sahara tersenyum.
Tak lama kemudian ponsel Bibi berbunyi, ponsel Jelita, Yedi, dan Glinda yang ada di kamarnya juga ikut berbunyi.
Pengiriman berhasil✔
Ding ding
Sisa hadiah Anda 4.120.200.000.000
Syafiq mengirim pesan singkat kepada Glinda.
"Aku sudah kirim uang 40 juta, bagi dua ya sama bang Brima"
"Oh iya, aku kirim lagi uangnya ya, untuk gajian para karyawan di sana," ucap Syafiq kepada Glinda.
Pengiriman berhasil✔
Ding ding
__ADS_1
Hadiah Anda di kurang 50 juta.
Sisa hadiah Anda 4.120.150.000.000.
"Oh iya, uang hasil penjualan transfer ke rekeningku ya, karena uang itu aku buat nambah beli barang lagi," ucap Syafiq.
"Baiklah," angguk Grizelda.
"Bibi juga di kirim 60 juta lagi nih," ucap Bibi mengecek saldo rekeningnya.
"Udah nggak apa-apa, bagi tiga kalian 20 juta perorang.
"Aku juga di kirim," ucap Jelita.
"Makasih ya Syafiq," ucap Yedi.
"Iya sama-sama. Ayo berangkat lagi," ajak Syafiq.
"Iya, Bibi juga mau pulang ya, Alviso juga sebentar lagi masuk les?" ucap Bibi.
"Oh baiklah, kalian hati-hati, kalo Bibi butuh buat bayar les Alviso bilang sama aku ya," ucap Syafiq.
"Terima kasih Syafiq, kamu lebih perhatian kepada Alviso di banding paman," ucap pamannya merasa bersalah.
"Alviso yang sekarang bukan membutuhkan uang, tapi dia membutuhkan kasih sayang. Saran Syafiq kalian buka usaha saja ya di depan rumah kalian agar paman dan bibi selalu ada untuk Alviso, masalah modal kalian tidak usah pikirkan aku akan segera kirimkan uangnya," ucap Syafiq memegang ponselnya ingin mengirim uang lagi.
"Syafiq, uang 100 milyar kemaren masih ada, paman akan buka usaha dengan uang itu, jadi kamu jangan kirim lagi ya," ucap Paman.
Syafiq pun tidak menjadi mengirimnya karena di cegah Pamannya. "Baiklah jika begitu," anguk Syafiq.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih