
Mata orang tua gadis itu terbelalak mendengar uang 30 milyar itu.
"Anda serius? Tapi… tapi bagaimana kamu akan membayarnya?" tanya ibu itu kepada anak gadisnya.
"Tidak usah pikirkan aku bagaimana aku membayarnya, sejak aku ingin kalian jual dengan pria tua itu apa kalian pernah berpikir bagaimana dengan kebahagiaanku," ucap gadis itu.
Kedua orang tuanya terdiam.
"Tapi ini tidak baik untukmu," ucap ibunya mendekati Anaknya.
"Aku malah hidup dengan baik jika tidak menikah dengannya," ucap gadis itu.
Tiba-tiba kakek itu sadar.
"Jika kau ingin memberikan dia uang 30 milyar itu, lalu di mana uangnya?" tanya kakek itu.
"Ambilkan uangku di dalam tas di bagasi mobil," ucap Syafiq kepada Yedi.
"Baiklah," angguk Yedi menuju mobil Syafiq dan mengambil tas dari dalam bagasi lalu menentengnya.
"Ini," ucap Yedi meletakkan di depan Syafiq.
"Di dalam ini ada 35 milyar, kalian bisa menghitungnya. Jadi… apa kamu siap untuk membayarnya?" tanya Syafiq kepada gadis itu.
"Aku siap meskipun dengan seumur hidupku," jawab gadis itu mantap.
"Baiklah, kamu ikut aku saja, kebetulan sekali cafeku kekurangan pegawai di sana," ucap Syafiq.
"Baiklah, aku juga tidak punya pekerjaan. Pak Buk, aku harap uang itu cukup dengan keinginan kalian, atau mau untuk keliling dunia pun, aku tidak masalah membayar dengan bekerja seumur hidup, asalkan kalian bahagia, tapi Nila aku akan membawanya agar tidak ada yang bantu menghabis uang kalian," ucap gadis itu.
"Tidak! kamu Jangan membawa Nila," ucap bapaknya.
"Aku ingin ikut kakak, aku akan membantu kakak bekerja untuk membayar hutangnya," ucap sang adiknya memeluk tangan kakaknya.
Ibu gadis itu mendekati anaknya menangis lalu memegang tangan anaknya.
"Maafkan ibu Nak. Maaf, maaf jika ini mengorbankan kebahagianmu, maaf sudah berbohong masalah penyakit ini, maaf sudah menjadi serakah, maaf jika ibu tidak mengerti perasaan kamu, padahal kita sama-sama perempuan, seharusnya ibu yang paling mengerti apa yang kamu mau, maaf kan ibu, ibu tidak mau uangnya lagi dan kamu tidak perlu membayar uang itu lagi, pergilah cari kebahagianmu, ibu tidak akan melarangmu lagi dan tidak memaksamu untuk menikah dengan pak jono lagi," ucap ibunya sambil memeluk anaknya.
"Sudahlah ibu, aku tidak apa-apa, mau ibu sakit atau tidak, anggap saja tanda terima kasihku karena kalian sudah merawatku meskipun aku tidak tahu apa itu cukup untuk membayar itu semua," ucap gadis itu memeluk adiknya.
"Tidak, ibu akan ikut denganmu, biarlah ayahmu sendiri yang menghabiskan uangnya, karena ini adalah idenya," ucap ibu itu.
"Baiklah, jika kalian tidak mau aku sendiri yang menghabiskannya," ucap bapak itu mengambil tas di hadapan Syafiq.
"Bapak! Untuk apa kau dengan uang itu?'' tanya gadis itu.
"Berhubungan kalian tidak mau, aku yang menggunakan uangnya, dan kalian jangan pernah mencariku," ucapnya lalu Membawa uangnya pergi entah ke mana.
"Bapak! Untuk apa kau dengan uang itu!" teriak gadis itu ingin mengejar bapaknya. Namun ia di tahan oleh ibunya.
__ADS_1
"Udah nggak apa-apa, ibu siap bekerja untuk membantumu membayar hutang ini, asalkan ibu bisa berkumpul dengan kalian," ucap ibunya.
Mereka pun saling berpelukan dan menangis.
Ding ding
Hadiah Anda di potong 35.000.000.000
Sisa hadiah Anda 5.565.149.000.000.
"Ibu siap hidup dan mati dengan kalian berdua, kalian adalah harta berharga bagi ibu, jika bapakmu ingin pergi biarlah, kita mencari kehidupan yang baru," ucap ibunya menangis memeluk erat kedua anak perempuannya.
"Terima kasih Tuan, Anda sudah membuka mataku lebar-lebar, aku juga begini karena hasutan suamiku dan pada akhirnya dia malah tega meninggalkan kami, aku siap membayar uang yang Anda pinjamkan," ucap ibu itu.
"Tidak perlu, anggap saja itu bantuanku untuk kalian. Oh ya, jika kau ingin bekerja di cafeku datanglah besok, aku akan menghubungi kasirnya jika ada pekerja baru. Bekerjalah di sana dengan tenang," ucap Syafiq.
"Terima kasih Tuan, aku pasti akan datang besok untuk bekerja," ucap gadis itu senang.
Syafiq menuju mobilnya lalu mengambil uang di dalam tas lalu memberikan kepada ibu itu.
"Ini ada uang sedikit, gunakan untuk kebutuhan kalian sebelum kamu mendapat gaji bulan depan," ucap Syafiq.
"Terima kasih Tuan, terima kasih banyak, entah bagaimana kami akan membalas kebaikan Anda," ucap ibu itu.
"Tidak perlu membalasnya, aku iklas membantu kalian, jika begitu kami permisi dulu," ucap Syafiq berpamitan.
"Baik Tuan terima kasih banyak atas kebaikanmu, terima kasih Nona juga sudah membantu, terima kasih semuanya," ucap gadis itu membungkukan badannya beberapa kali.
"Terima kasih Tuan, teriama kasih Nona, kami pasti akan mengingat kebaikan Anda," ucap ibu itu.
"Baiklah karena hari sudah larut kami pergi sekarang," ucap Syafiq.
"Baik Tuan," ucap ibu itu.
Mereka pun semua masuk ke dalam mobil dan melaju pulang kerumahnya.
Ding ding
Misi selesai
Selamat Anda mendapatkan hadiah 500.000.000.000
Hadiah Anda menjadi 6.065.149.000.000.
Selamat Anda mendapatkan 70 poin
Poin Anda menjadi 1800 poin.
Syafiq mengambil ponselnya dan menelpon kasir cafe.
__ADS_1
Tuuut
tuuut
Tuuut
"Halo Tuan, apa yang bisa aku bantu?" jawab kasir cafe, sepertinya dia tadi sudah tertidur.
"Besok akan ada pekerja baru, berikan baju seragamnya, aku harap kalian dapet bekerja sama dan baik kepadanya," ucap Syafiq.
"Baik Tuan, aku akan mengatakan kepada pegawai yang lain besok untuk mengajarinya," ucap kasir cafe itu.
"Baiklah," ucap Syafiq memutuskan panggilannya.
"Syafiq, kau memberikan uang itu apa itu tidak apa-apa," ucap Sahara khawatir.
"Kenapa? Apa kau khawatir jika uangku habis?" tanya Syafiq.
"Hm... aku tahu uangmu tidak akan habis karena dari usahamu menghasilkan uang terus, cuma kau menghamburkan uang seperti ini apa tidak apa-apa bagimu," ucap Sahara.
"Tidak apa-apa, aku tidak akan kekurangan uang, dan juga uang itu untuk membantu orang-orang yang membutuhkan," ucap Syafiq.
"Hm... baiklah jika itu keputusanmu," ucap Sahara tersenyum.
Pengiriman berhasil✔
Ding ding
Hadiah Anda di kurang 500.000.000.000
Sisa hadiah Anda 5.565.149.000.000.
Ponsel Sahara berbunyi, sebuah pesan masuk.
"Kau mengirimku uang?" tanya Sahara melihat sms Banking di ponselnya.
"Iya, jadi kamu tidak perlu mengkhawatirkan uang lagi," ucap syafiq.
"Tapi uang yang kamu kirim waktu itu masih Ada, bahkan uang di rekeningku mencapai 1 triliun darimu," ucap Sahara.
"Gunakan uang itu untuk membeli apa yang kamu mau," ucap Syafiq.
"Tapi uang itu terlalu banyak untukku," ucap Sahara.
"Udah, pacarku harus berbeda dari yang lain," ucap Syafiq.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih