SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 221


__ADS_3

"Oh iya Bibi, Aku dan Sahara udah jadian," ucap Syafiq.


"Hm, Bibi nggak heran jika kalian jadian, kalian 'kan emang selalu bersama, tapi bibi tetap ucapan selamat buat kalian, kapan nih acaranya?" tanya Bibi tersenyum.


"Oh ya, aku juga mau ngasih tau, kalo aku udah beli vila dan restoran, aku juga udah beli super market dan cafe, nanti aku kasih tau tempatnya, makanya cepat sembuh ya dek, kita pergi ke vila kakak, mau tinggal di sana pun nggak masalah, kalian juga mau ambil di super market atau makan di cafeku nggak usah bayar ya," ucap Syafiq.


"Kok gitu, itukan usaha kamu, masa semuanya gratis," ucap Bibi.


"Bibi kok gitu? Kita semua keluarga, aku juga mau kasih hadiah untuk kalian juga," ucap Syafiq.


"Apa?" tanya Bibi.


"Ada deh, kita ke vilaku, sekalian bikin acara makan malam di sana," ucap Syafiq.


Yang tadi suasananya sedih berubah menjadi bahagia.


"Kakak, Alviso mau robot," ucap Alviso dengan suara lemas.


"Alviso mau besar mana? besar ini, atau mau sebesar Kakak," ucap Syafiq mepergakan.


"Iya, besar itu," jawab Alviso.


"Tapi janji ya, Alviso harus semangat ya," ucap Syafiq.


"Iya," angguk Alviso.


"Permisi," ucap suster itu masuk ke dalam.


"Iya sus," ucap Bibi.


"Saya akan memeriksa anak ibu ya," ucap Suster itu.


Suster itu kembali memeriksa Alviso. "Hm… panasnya beransur-ansur sudah menurun ya, jika suhu tubuhnya sudah stabil udah bisa pulang," ucap Suster itu.


Ia kembali memberi obat berupa sirup.


"Kalau anak deman jangan panik ya buk, sebenarnya itu melawan bakteri yang ada dalam tubuh, jadi nggak perlu khawatir ya. Cepat sembuh ya anak pintar," ucap Suster itu tersenyum ke arah Alviso.


"Terima kasih suster," ucap Bibi.


"Iya, saya permisi dulu," ucap Suster itu.


"Iya sus," angguk mereka.


"Kalian nggak pulang?" tanya Bibi.

__ADS_1


"Emangnya nggak apa Bi?" tanya Syafiq.


"Enggak apa-apa, Alviso hanya demam biasa, nanti juga akan pulang," jawab Rocky.


Syafiq mengangguk. "Kakak pulang dulu ya, cepat sembuh ya jagoan," ucap Syafiq mencium kening Alviso. "Malam besok aku jemput kalian ya," Sambung Syafiq.


"Baiklah," angguk bibi.


"Sahara pergi dulu ya Bibi, cepat sembuh ya Alviso," ucap Sahara tersenyum.


"Iya, kalian hati-hati di jalan," ucap bibi cepika-cepiki dengan Sahara.


Mereka pun keluar dari ruangan, Syafiq melihat ponselnya, ia pun menstransfer uang ke rekening bibinya.


Ding ding


Hadiah Anda kurang 100.000.000.000


Sisa hadiah Anda 2.520.133.800.000.


Tririt… tririt…


Bibi mengambil ponselnya dan melihat sms banking.


"Hm… Syafiq ini ngirimnya diam-diam, dia tahu kalo aku akan menolaknya," ucap bibi.


"100 milyar," jawab Bibi.


"Apa kita kembalikan saja uangnya?" tanya Rocky merasa tak enak hati.


"Kalo kita kirim balik nanti dia malah kirim yang lebih besar nominalnya, jadi terima saja apa yang dia beri," ucap bibi.


Rocky hanya mengangguk saja.


Syafiq pun masuk mobil.


Ding ding


Misi baru


Seseorang di keroyok oleh beberapa orang di sebuah gang 1 kilo meter dari rumah sakit.


Hadiah 110.000.000.000


Syafiq melajukan mobilnya dan Yedi juga mengikutinya dari belakang.

__ADS_1


Kira-kira 800 meter, Syafiq memelankan mobilnya mencari gang yang pas 1 kilo meter.


"Apa gang yang ini ya?" tanya Syafiq memberhentikan mobilnya.


"Ada apa Syafiq?" tanya Sahara.


"Aku ada Firasat jika ada seseorang di keroyok, tapi di gang mana?" tanya Syafiq.


"Biar aku bantu mencarinya juga," ucap Sahara.


"Jangan, kamu di sini aja, ini berbahaya bagi perempuan, biar aku dan Yedi saja yang mencarinya," ucap Syafiq.


Syafiq pun keluar dari mobilnya. Karena mobil Syafiq berhenti, Yedi keluar dari mobilnya.


"Ada apa Syafiq?" tanya Yedi.


"Bantu aku cari seseorang yang di keroyok," ajak Syafiq.


"Ha? Seseorang di keroyok? Cari di mana?" tanya Yedi.


"Di gang, soalnya ini banyak gangnya, tapi aku nggak yakin gang yang mana," ucap Syafiq.


"Baiklah jika begitu, ayo aku akan ke gang sebelah kiri, kamu sebelah kanan," ucap Yedi memberi arahan seperti pemimpin.


Syafiq mengangguk setuju dan mereka pun pergi ke setiap gang.


Gang pertama tidak mereka temukan, gang kedua dan ketiga.


Yedi terbelalak melihat 5 orang yang sedang mengeroyok 2 orang, mereka di pukuli hingga terluka.


Yedi langsung bersembunyi di balik tembok dan menelpon Syafiq.


Tuuut


Tuuut


Tuuut


"Halo," jawab Syafiq.


"Mereka ada di gang sebelah kiri, di gang ke empat," ucap Yedi sambil berbisik.


"Baik aku akan ke sana," jawab Syafiq mematikan ponselnya dan berlari menuju tempat Yedi sekarang.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2