
"Kalau bukan karena dia ngeyel mana mungkin kamu seperti ini," sambung Yedi lagi.
"Jadi kamu memberi kode tadi maksudnya melarang aku untuk tidak menyebrang ya?" tanya gadis itu merasa bersalah.
"Kamu beru ngerti sekarang, temanku udah kayak orang gila menari-nari di sini," ucap Yedi lagi.
"Asem, aku di bilang orang gila yang menari-nari, dasar teman mulutnya busuk," omel Syafiq dalam hati menatap Yedi manyun.
"Eh aku, aku benar-benar nggak tau, aku minta maaf," ucap wanita itu ke hadapan Syafiq.
"Nggak, nggak, nggak, kami mau makan," usir Yedi berjalan membawa Syafiq yang masih ke sakitan lalu mendudukkannya di atas kursi.
"Aku benar-benar minta maaf, aku nggak tau, aku harus apa?" tanya wanita itu mengikuti Syafiq.
"Tidak apa-apa, aku baik-baik saja," ucap Syafiq.
"Bener nih nggak apa-apa?" tanya wanita itu merasa bersalah.
"Iya," ucap Syafiq lagi.
Dengan berat hati Wanita itu pun pergi. Sedangkan orang yang berada di dalam mobil tidak cidera serius hanya saja kerusakan pada mobilnya saja.
Syafiq melanjutkan makannya. "Untung saja kekuatan tadi membuatku tidak mati di tabrak mobil," ucap Syafiq dalam hati.
Karena kekuatan tadi perlahan-lahan rasa sakitnya sedikit mereda.
__ADS_1
Ding ding
Misi selesai
Selamat Anda mendapatkan 500 juta
Hadiah Anda mejadi 3.639.500.000
"Kamu tau? itu cara mengaet hati wanita," ucap Yedi.
"Cara apa?" tanya Syafiq sambil menyantap makanannya.
"Buat dia merasa bersalah, maka dia akan mengejarmu," ucap Yedi bangga dengan sarannya.
"Apa'an? Aku tidak tertarik dengan trik yang kau sarankan," jawab Syafiq.
"Terserahlah," ucap Syafiq tak peduli.
Ding ding
Misi baru
Kasus pembunuhan penyanyi di cafe, temukan pelakunya
Hadiah 1.000.000.000
__ADS_1
Di sebelah restoran ada cafe yang biasa tempat anak band menyanyi menghasilkan uang. Syafiq pun berhenti makan.
"Takutnya kasus ini akan lama, Yedi kau pulang saja untuk menemani pamanmu, aku ada urusan," ucap Syafiq.
"Urusan apa? Aku ikut, dan juga di sana sudah ramai, ada Ayahku, Ibuku, Tante ke, Omku, istri pamanku anaknya mana cukup ruangan untuk aku ikut tidur di sana, palingan aku juga di suruh pulang," ucap Yedi.
"Ya sudahlah jika begitu," ucap Syafiq.
Syafiq pun membayar makanan mereka dan menuju cafe di sebelah yang hanya berjarak 50 metet dari restoran.
Sesampai di sana mayatnya baru saja di temukan di dalam gudang tempat mereka menyimpan alat band dan belum di pindahkan sama sekali karena polisi baru saja datang.
Syafiq datang dan bertemu lagi. "Lho kamu lagi, sepertinya kita sering bertemu ya," ucap polisi itu senang.
"Pak polisi, menangani kasus ini," tanya Syafiq.
"Iya padahal baru tadi menangani kasus, sekarang baru lagi," ucap polisi itu. "Lalu kenapa kau di sini?" tanya polisi itu.
"Seperti yang pak polisi bilang, aku akan meringankan pekerjaan polisi," ucap Syafiq tersenyum.
"Ya benar-benar, baiklah kita investigasi dari mana?" tanya polisi itu mengangguk-angguk.
"Siapa yan menemukannya?" tanya Syafiq layaknya detektif.
"Aku yang menemukannya di dalam gudang tempat kami menyimpan alat musik dan berganti pakaian," jawab pria itu. Ia adalah pimpinan grub tersebut.
__ADS_1
BERSAMBUNG