SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 57


__ADS_3

"Hm... emang ada yang nembak kalian?" tanya Bibi.


"Emmm... kami sudah ngantuk Bi, selamat malam," ucap Yedi menarik tangan Syafiq masuk ke dalam kamarnya.


Mereka pun baring bersama di atas ranjang Syafiq yang super lebar.


Syafiq memangku kedua tangannya meletakkan di bawa kepalanya sambil menatap lampu kristal yang tergantung indah atas langit-Langit kamarnya.


"Emang kamu pernah di nyatakan cinta sama perempuan Yedi?" tanya Syafiq.


"Hahaha... mana pernah, tadi aku cuma bohongan," ucap Yedi sambil tertawa.


"Kalo kamu yang menyatakan cinta kepada perempuan?" tanya Syafiq lagi.


"Nggak pernah juga," jawab Yedi.


"Di taksir sama perempuan?"


"Entahlah ya, jika ku katakan tidak, tapi ada seseorang yang sering menatapku dari jauh, jika ku bilang iya tapi nggak ada tuh yang datang kepadaku entah itu cuma ngasih permen," jawab Yedi panjang lebar.


Syafiq terdiam sesaat.


"Memangnya ada apa Syafiq?" tanya Yedi memiringkan badannya menatap sahabatnya itu.

__ADS_1


"Dulu aku pernah menyatakan cinta kepada gadis di kampus, sayangnya aku di tolak begitu saja dan bahkan ia malah balik menghinaku, sakit nggak orang yang kita sukai malah menghina kita, jika seandainya jika dia sekarang balik menyukai kita, menurutmu apa kau akan menerimanya?" tanya Syafiq.


"Tergantung juga sih, kalo dianya berubah aku akan memberinya 1 kesempatan lagi, jika tidak ya see you she good bye," ucap Yedi.


"Aku masih binggung dengan perasaanku saat ini, apa aku masih menyukai dia atau tidak," ucap Syafiq.


"Maksudmu Amara?" tebak Yedi.


"Menurutmu siapa lagi, seluruh kampus juga tau jika aku menyukai dia waktu itu, dulu dia juga menyukaiku, setelah dia tau aku miskin, dia mencampakkanku, dan sekarang dia malah seperti mendekatiku lagi," jawab Syafiq.


"Syafiq, cinta itu tidak memandang apa yang kita miliki, cinta itu tidak terhalang apa pun, cinta itu tidak mendengar ucapan orang lain, karena yang menjalankan kita, tapi kita juga harus mendengar nasehat teman jika seandainya dia bukan pasangan yang baik-baik, tapi jika dia seperti itu, ia mempunyai cinta yang terbatas untuk apa kau mempertahankannya," ujar Yedi memberi saran.


"Katanya kau tidak pernah pacaran, kok kau lebih mengerti cinta dari pada aku," ucap Syafiq tertawa.


"Puisi apaan?" tanya Syafiq.


"Puisi defenisi cinta yang entah siapa yang menciptakannya," ucap Yedi.


"Bacakanlah,"


"Defenisi cinta


jika kau menyukai seseorang karena ia cantik, itu bukan cinta, tapi terpesona

__ADS_1


Jika kau menyukai dia karena kaya, itu bukan cinta, tapi matre


Jika kau menyukai dia karena ia pintar, itu bukan cinta, tapi terpesona.


Tapi jika kau menyukai dia karena kau juga tidak tau kenapa menyukainya itulah sebenarnya cinta


Syafiq bertepuk tangan. "Keren, keren, keren," ucap Syafiq sambil tertawa.


"Ya sudahlah, kalau hanya menceritakan karena cinta nggak ada habisnya, mending tidur yuk, aku ngantuk," ajak Yedi.


"Ya udah, aku pun mengantuk juga," ucap Syafiq menarik selimut dan menghidupkan AC dan mereka memejamkan matanya.


Cinta itu emang rumit ya, apa lagi cinta yang sudah berumah tangga.


xxx


Ke esokan harinya.


"Aaaaaaaaaaaa...." teriak gadis di dalam kamar tamu itu membuat Syafiq dan Yedi bangun saking kerasnya dan Bibi yang ada di dapur langsung ke depan.


BERSAMBUNG


jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


terima kasih


__ADS_2