SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 46


__ADS_3

"Ya," angguk Syafiq.


Syafiq bergegas menuju mobilnya.


Tiba-tiba Amara datang ke hadapannya. Syafiq mengangkat alisnya heran dengan kedatangan Amara yang tidak di sangka-sangka.


Amara menatap sayu ke wajah Syafiq yang penuh dengan tanda tanya.


"Mau apa kamu?" tanya Syafiq.


"Aku mau lewat aja," jawab Amara ketus dan Amara pun pergi begitu saja.


Syafiq tertawa cekikikan sampai memukul mobil saking lucunya. "Kalo lewat ya lewat aja, ngapain pake acara berhenti segala, aku lama-lama lihat kamu kok kayak orang bodoh ya, apa karena cinta Roni yang kadaluarsa," ejek Syafiq tertawa memegang perutnya.


"Diam kamu bangsat! Pria menyebalkan!" teriak Amara dari jauh.


"Hahaha, aku tau mama mu pasti ngidam makan cabe setan, makannya kau pemarah. Jangan sering marah, kalau kau cepat tua nggak bakalan laku, aku juga yang terpaksa menikahimu," ejek Syafiq.


Amara berhenti melangkahkan kakinya dengan wajah manyunnya.


"Kalau kau jadi suamiku, nggak akan bisa kau tidur malam," ancam Amara dengan wajah masam.

__ADS_1


"Hahahaha... Kenapa? Kau pasti ingin sesuatu itu kan?" tanya Syafiq mengodanya.


"Bangsat kau Syafiq! Dasar mesum! Pria bajingan!" teriak Amara berlari menjauh.


"Ya sudahlah, aku lebih baik beli rumah baru, wah tidak sangka aku bisa beli rumah mewah juga," ucap Syafiq tersenyum


Syafiq pun melajukan mobilnya menuju daerah penjualan rumah mewah dan elit.


Sesampainya di sana, Syafiq turun mobilnya dan menuju penjual rumah dan menuju kantor perumahannya.


"Ada yang bisa kami bantu Tuan?" tanya pegawai perumahan tersebut.


"Saya ingin beli rumah, tunjukan rumah yang sedikit besar, jika cocok harganya, saya akan ambil," ucap Syafiq.


Syafiq pun mengikuti pegawai itu. "Mungkin Tuan cocok dengan yang ini, kamar 5 dan dengan ukuran 6x6 kamar mandi berukuran 3x3 di masing-masing kamarnya, ruang tamu ukuran 8x8 meter dan dapur berukuran 4x4 dan ruang keluarga 6x6 harga 2 miliyar," tawar pegawai itu.


"Apa ada yang luas lagi?" tanya Syafiq.


"Ada, ada kamar 5,1 kamar utama 7x7 meter, dan 4 kamar lainnya 6x6 meter, dan kamar mandi berukuran 3,5x3 meter, di masing-masing kamarnya, ruang tamu berukuran 10x10 meter, dan dapur berukuran 5x4 meter dan ruang keluarga berukuran 8x8 meter harga 4 miliyar," ucap pegawai lagi.


"Baiklah, aku pilih rumah yang kedua," ucap Syafiq yakin.

__ADS_1


"Mari Tuan, untuk melakukan pembayaran dan mengisi data Anda," ucap pegawai itu.


"Baik," jawab Syafiq mengangguk.


Syafiq mengisi data untuk mengisi namanya di sartifikat rumah dan melakukan transaksi pembayarannya.


Ding ding


Hadiah Anda di kurangi 4.000.000.000


Sisa hadiah Anda 2.290.000.000


"Selamat Tuan, rumah ini menjadi milik Anda," ucap pemilik bangunan menyalami Syafiq.


"Terima kasih pak, saya sangat bersyukur karena Anda sudah menyediakan rumah yang bisa langsung di tempati seperti ini," jawab Syafiq tersenyum.


"Kami berusaha memenuhi keinginan masyarakat dan mensejahterakan dengan menjadikan rumah impian," ucap pemilik gedung.


"Jika begitu, saya permisi dulu ya pak, saya ingin memboyong keluarga saya agar pindah kerumah ini," ucap Syafiq.


"Wah itu paling utama, semoga Anda betah tinggal di sini," ucap pemilik gedung.

__ADS_1


"Iya Pak, sayapeegi dulu," ucap Syafiq melambaikan tangan dan melangkahkan kaki masuk mobilnya sambil membawa sartifikat rumah.


BERSAMBUNG


__ADS_2