SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 229


__ADS_3

Syafiq pun menelpon Sahara.


Tuuut


Tuut


Tuuut


"Halo," jawab Sahara.


"Kalian di mana?" tanya Syafiq.


"Maaf, kak Glinda tiba-tiba di telpon sama kak Brima," jawab Sahara.


"Jadi kalian di kantor polisi sekarang?" tanya Syafiq.


"Halo Syafiq ada masalah besar," tiba-tiba terdengar suara Glinda yang panik.


"Masalah apa?" tanya Syafiq.


"Di sebuah perkantoran seluruh pekerja di sandera sudah 3 jam para polisi berjaga di luar apartemen berjaga-jaga jika ada yang keluar, takutnya penjahatnya sudah keluar, namun terdengar suara dari dalam kerumunan jika ada orang apa bila mereka masuk maka bomnya akan meledak dan para polisi menunggu waktu yang tepat untuk menangkap pelakunya namun mereka tidak tahu siapa pelakunya, dan para sendera juga tidak tahu siapa pelakunya karena mereka tangan di ikat kebelakang, mata di tutup beserta mulut mereka," jawab Glinda.


"Baiklah, di perkantoran mana?" tanya Syafiq.


"Di perkantoran di jalan srilangka, perusahaan Art," ucap Glinda.


"Baik, aku akan ke sana sekarang," ucap Syafiq memutuskan panggilannya dan ia pun melaju mobilnya menuju tempat tujuannya.


Ding ding


Misi baru


Temukan pelakunya


Hadiah 700.000.000.000


Sesampainya di sana Para polisi mengelilingi perkantoran tersebut, sudah hampir 4 jam mereka di sana memegang senjatanya.


Syafiq mendatangi apartemen tersebut.


"Maaf Tuan Anda jangan mendekat, di sini sangat berbahaya," ucap polisi itu.


Syafiq melihat kantor tersebut lalu menendang pintu utama dan berlari masuk ke dalam sana.

__ADS_1


Para polisi itu menjadi panik yang di lakukan Syafiq. "Hey jangan masuk!" teriaknya polisi itu.


Syafiq memberi kode. 'Jangan khawatir, aku akan menyelesaikannya'


Syafiq masuk ke dalam kantor itu dan melihat banyak sekali orang yang di sandera, mereka duduk di lantai.


"Di mana pelakunya?" tanya Syafiq berlari ke dalam dan terlihat beberapa polisi yang pingsan.


"Aku yakin pelakunya pasti di antara gerombolan ini, tapi bagaimana aku bisa mencarinya?" tanya Syafiq dalam hati sambil mengosok-gosok dagunya.


"Aku harus mengunakan trik, jika pelakunya ada di antara mereka, penutup mata mereka pasti tidak begitu rapat," ucap Syafiq.


"Hehehe aku ada ide," ucap Syafiq menyengir.


Gunakan poin untuk membuat dinding penuh duri, yang menyentuh duri tersebut buat mereka jika menyentuh dinding berduri itu mereka seolah-olah mati tapi sebenarnya tidak.


Memuat…


Loading…


Mulai…


10%…


30%…


40%…


50%…


60%…


70%…


80%…


90%…


100%…


Selesai…


Poin Anda di potong 50 poin

__ADS_1


Sisa poin Anda 350 poin.


"Hei kalian semuanya dengarkan aku, aku polisi ikuti arahanku. kalian semua berjalan ke depan perlahan-lahan nanti belok kiri," ucap Syafiq.


Mereka yang duduk pun perlahan-lahan berdiri, Syafiq menuntunnya mereka dan memberi arahan.


Mereka yang terkena duri itu langsung berjatuhan. Namun ada 3 orang yang ragu-ragu melakukannya.


"Kalian tunggu apa lagi? Cepat ke sini, dengan seperti ini kalian akan selamat," ucap Syafiq tersenyum.


Mereka masih diam di tempat dan tidak ingin melakukannya.


"Kenapa? Kalian tidak mau, atau jangan-jangan kalian pelakunya?" tanya Syafiq.


Mereka saling melihat satu sama lain, seperti mereka bisa melihat.


"Sudah ku tebak, kalian pelakunya," ucap Syafiq mendekati mereka. Mereka mundur kebelakang dan memutuskan tali yang mengikat tangan mereka, membuka penutup mulut dan matanya.


Mereka mengeluarkan senjata apinya dari balik bajunya dan menodong ke arah Syafiq.


"Astaga! Aku salah perhitungan," ucap Syafiq khawatir di karenakan takut mereka menembakan para pekerja.


Syafiq mencari akal dan ia pun mengangkat tangannya. "Sadera saja aku," ucap Syafiq.


"Bawa dia," ucap pria itu.


Salah satu pria menjepit leher Syafiq sambil menodongkan senjata api di kepala Syafiq dan membawanya keluar.


"Syafiq, Syafiiiiiiqqqqqq!" teriak Sahara berusaha mengejar Syafiq.


"Jangan ke sini, Glinda tolong tahan Sahara," pinta Syafiq.


Glinda menagngguk dan memeluk Sahara yang menangis dan meronta-ronta.


Seluruh polisi menodong senjata api ke arah penjahat itu. Penjahat itu juga menodong senjata apinya ke arah Polisi.


"Turunkan senjata api kalian atau aku akan membunuhnya," ancam penjahat itu.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2