
Mereka pun turun dari vila dan menuju restoran.
Syafiq membantu bapak itu duduk dan pelayan restoran menyiapkan makanan di atas meja di hadapan bapak tersebut, namun terpisah dari restoran.
"Ayo di makan pak," ucap Jelita.
Bapak itu mengangguk dan melahapnya pelan-pelan sambil menundukan kepala.
"Bolehkah saya membungkusnya saja di bawa pulang untuk keluarga saya?" tanya Bapak itu setelah sesuap masuk ke mulutnya.
"Habiskan saja semuanya, untuk keluarga bapak nanti di buatkan lagi," ucap Syafiq tersenyum.
"Terima kasih," ucap bapak itu. Ia baru melahapnya dengan cepat, sepertinya ia sangat lapar.
"Terima kasih atas makanannya," ucap bapak tersebut.
"Sama-sama," jawab mereka.
Bapak itu diam, dan tampak murung.
"Ada apa pak?" tanya Jelita.
"Hm… aku hanya ingin pulang," jawab bapak itu.
"Baiklah, tapi tunggu sebentar ya, tunggu makanannya selesai di masak," ucap Syafiq.
Bapak itu mengangguk.
"Bapak pulang naik taksi aja ya," ucap Syafiq
"Tapi bagaimana dengan perahu saya?" tanya bapak tersebut.
"Mari ikut saya," ajak Syafiq memegang tangan bapak tersebut lalu membawanya ke mobil.
Syafiq membuka bagasi mobilnya lalu mengambil beberapa gepok uang lalu memasukkan ke dalam tas kecil.
"Ini ambillah sebagai modal jualan bapak, semoga uang ini bisa membantu untuk memenuhi kebutuhan bapak dan keluarga," ucap Syafiq menyerahkan kepada Bapak tersebut.
Bapak itu menerimanya dan melihat isi dalamnya.
"Ini uang sungguhan?" tanya bapak itu kaget tak percaya.
"Iya, ini uang asli, aman kok," ucap Syafiq.
"Maksudku, kenapa kamu memberikan uang sebanyak ini kepada saya, kita tidak kenal, kenapa kamu baik sekali Nak," ucap bapak itu meneteskan air matanya menatap Syafiq.
"Anggap saja ini rezeki keluarga bapak, rezeki agar bapak bisa menikmati hidup bersama keluarga bapak," ucap Syafiq.
Bapak itu memeluk Syafiq.
"Terima kasih ya Nak, terima kasih banyak, terima kasih ya Tuhan, engkau telah mengirimkan orang yang sangat baik, orang yang bisa mengubah hidupku, terima kasih banyak," ucap bapak itu menangis.
"Iya sama-sama," angguk Syafiq. "Ya udah, ayo kita kembali ke sana, tapi jangan buka tasnya sebelum sampai ke rumah dan simpan baik-baik," bisik Syafiq.
Angguk bapak itu mengerti.
Mereka pun kembali ke restoran.
Ding ding
Hadiah Anda di kurangi 1.000.000.000
Sisa hadiah Anda 6.221.199.500.000
__ADS_1
"Ini makanannya sudah selesai si bungkus Tuan," ucap Meli.
"Berikan kepada bapak ini, aku cari taksi online dulu" ucap Syafiq.
Tuuut
Tuuut
Tuuut
"Halo," jawab supir online tersebut.
"Apa bapak tidak ada pelanggan yang mau di antar lagi," tanya Syafiq.
"Kebetulan sekali pak, saya sedang kosong sekarang, kirimkan lokasi Anda sekarang, saya ke sana sekarang," ucap pak supir itu ke senangan.
"Baik pak," ucap Syafiq memutuskan panggilannya lalu mengshare lokasinya.
"Bapak tunggu sebentar ya, sebentar lagi taksinya datang," ucap Syafiq.
"Iya, terima kasih banyak, kamu baik sekali," ucap bapak itu terharu.
"Iya, teman kami yang satu ini memang baik sekali, dia bagaikan doraemon bagi kami," ucap Yedi merangkul pundak Syafiq.
"Benarkah? Kalian pasti adalah orang yang paling beruntung sudah berteman dengannya, aku juga orang yang beruntung karena telah bertemu dengannya dan juga kalian semua, terima kasih banyak ya Nak, semoga hidup kalian bahagia, dan semoga rezeki kalian mengalir seperti air samudra," ucap bapak itu.
"Terima kasih atas doanya pak, doakan aku juga, semoga aku kaya seperti dia," ucap Yedi.
"Iya, aku akan mendoakan kalian semua di dalam ibadahku," ucap bapak itu mengangguk senang.
Tak lama kemudian taksi online pun sampai di tempat.
Tin! Tiiinnn!
"Itu taksinya, ayo pak," ajak Syafiq.
Bapak itu berdiri membawa barang bawaanya.
"Sini biar aku yang bawakan," ucap Brima mengambil tentengan di tangan bapak tersebut dan menuju taksi tersebut.
Yedi membukakan pintu mobil dan Syafiq membantu bapak itu masuk ke dalam. Brima meletakkan barangnya di samping bapak tersebut.
"Berapa ongkosnya?" tanya Syafiq.
"Alamatnya di mana?" tanya Supir taksi tersebut melihat ke ar Syafiq.
"Alamatnya di jalan matoa," jawab bapak tersebut.
"Oh ongkosnya 75 ribu," jawab pak supir.
"Baiklah, saya akan bayar lewat aplikasi ya pak," ucap Syafiq.
Pengiriman berhasil✔
Dinh ding
Hadiah Anda di kurang 1.500.000
Sisa hadiah Anda 6.221.198.000.000
"Oh sudah masuk pak, tapi ini banyak sekali," ucap bapak tersebut.
"Tidak apa-apa, tapi tolong jaga bapak ini baik-baik ya, turunkan dia sampai dia di depan rumah dengan selamat," ucap Syafiq.
__ADS_1
"Baik pak, saya pasti akan menjaga amanah bapak, sekali lagi terima kasih banyak pak, saya permisi dulu," ucap pak supir itu senang.
"Iya," jawab Syafiq mengangguk.
Taksi itu pun perlahan-lahan meninggalkan villa Syafiq dan melaju pergi.
"Ya udah aku mau balik ke kamar, mau menyiapkan segala sesuatu untuk di bawa nanti," ucap Sahara.
"Iya, aku juga," ucap Grizelda.
"Siapa yang ngajak kamu?" tanya Brima menyengir.
Grizelda langsung berdiri terpaku terdiam.
"Jangan gitu donk bang," ucap Yedi mendekati Grizelda.
"Hahahaha... aku becanda lho Grizela, kamu jangan melihat aku seperti itu donk," ucap Brima berdelik ngeri.
"Udah, bang Brima becanda aja kok, ayo kita bereskan barang-barang kita," ajak Yedi memegang tangan Grizelda dan membawanya masuk ke dalam vila.
"Kamu kalo mau ngajak becanda lihat-lihat orang donk," ucap Glinda.
"Biasanya kalian bercandanya parah, aku cuma ngomong gitu aja kok dia langsung terdiam ya?" tanya Brima.
"Wanita sama wanita sama, wanita sama pria beda, apa lagi prianya seperti kamu," ucap Glinda meninggalkan mereka semua dan menuju vila.
Mereka pun semua kembali menuju Vila.
Brima membongkar surar-surat pentingnya untuk membuat pasport besok.
"Aku mau bawa baju yang mana ya? Apa aku harus beli baju baru nih, ayo bawa mereka belanja yuk," ajak Yedi.
Syafiq langsung menelpon Sahara.
"Ada apa?" tanya Sahara setelah mengangkat panggil Syafiq.
"Belanja baju yuk," ajak Syafiq.
"Ayoooooo," ajak Sahara bersemangat.
"Siap-siaplah," ucap Syafiq.
"Ayo, ayo, ayo, kita siap-siap, mau di ajak beli baju nih," ucap Sahara.
Mereka pun langsung mencari baju dan berdandan untuk pergi ke mall.
Syafiq dan yang lain masuk mobil dan menuju mall.
"Terlalu banyak yang di lakukan, sampai lupa pergi ke mall, aku juga udah nggak pernah perawatan lagi," ucap Syafiq.
"Nanti di negara M-nya kalian perawatan di sana," ucap Syafiq.
"Beneran? Makasih sayang," ucap Sahara senang.
"Iya sama-sama," angguk Syafiq tersenyum memegang tangan Sahara.
Sesampainya di mall. "Nanti kita bertemu di parkiran ya," ucap Syafiq.
"Oke," jawab Sahara. Mereka semua pun masuk ke dalam mall dan mencari barang untuk persiapan mereka.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih