
"Sana cepat," ucap Grizelda.
"Oke!" jawab Syafiq mengambil handuknya. "Emerson, bangun! Aku mau berangkat lagi," ucap Syafiq.
"Hm... udah mau berangkat? Apa kamu pulang hanya membawa handuk pulang?" tanya Emerson mengucek matanya.
"Aku mau mandi, gila aku apa cuma bawa handuk pulang," ucap Syafiq mengibaskan handuknya di depan Emerson lalu masuk kamar mandi.
Setelah selesai Syafiq pun berganti pakaian.
"Kenapa kau menggunakan pakaian yang tipis?" tanya Emerson.
"Kalau hanya dingin seperti ini aku masih tahan soalnya di indonesia cuacanya sedang musim panas, jadi sampai di sana aku nggak perlu memasukkan lagi baju ke dalam koperku lagi, di sana sangat panas, lihatlah kulitku yang kuning ini, akibat cuaca yang extrim, soalnya ibu kota sangat padat dan banyak polusi," ucap Syafiq.
"Oh gitu, okelah," jawab Emerson mengangguk-angguk.
Syafiq pun memberes bajunya.
"Tunggu dulu," ucap Emerson.
"Apa?" tanya Syafiq berhenti membereskan bajunya.
Emerson mengambil baju yang di pegang Syafiq. "Bagus juga baju ini, untukku saja," ucap Emerson.
"Kau banyak uang, kenapa bajuku juga di ambil?" tanya Syafiq.
"Buat kenang-kenangan," ucap Emerson memasukkan bajunya ke dalam kopernya.
Syafiq menghela nafas. "Terserahmu saja," ucap syafiq kembali memasukkan bajunya.
"Kamu nggak mandi?" tanya Syafiq.
"Dingin," jawab Emerson.
"Kan ada air panas," ucap Syafiq.
"Pas pulang saja baru mandi, 1 bulan lagi turun salju, bagaimana saat salju turun kalian datang lagi," saran Emerson.
"Hm... lihat saja nanti, kalau nggak kamu yang datang ke negaraku musim panas ini?" tanya Syafiq.
"Bisa gosong kulitku," ucap Emerson.
"Ya udah, ayo kita sarapan dulu, pesawat datang sekitar 30 menit lagi," ajak Syafiq.
"Ayo," angguk Emerson mengeret kopernya.
Tok!
Tok!
Tok!
Grizelda membuka pintu.
"Udah siap?" tanya Grizelda.
"Udah, ayo kita chet out habis itu sarapan," ucap Syafiq.
"Ya bentar," ucap Grizelda masuk ke dalam dan mengeret kopernya.
Syafiq, Grizelda dan Emerson pun mengembalikan kartu kepada pegawai hotel itu menandakan mereka tidak menginap lagi.
"Grizelda!" panggil Evelin.
Grizelda pun menoleh. "Evelin.," lirihnya.
Evelin memeluk Grizelda. "Kamu hati-hati, semoga selamat sampai tujuan, kalau sudah sampai jangan lupa kabari aku ya, kapan-kapan di lain waktu kamu main ke sini ya, aku juga jika ada waktu aku akan main ke sana," ucap Evelin sedih.
__ADS_1
"Iya, kamu juga jaga kesehatan, kalau ada apa-apa kabari aku, di sana aku pasti merindukan kamu," ucap Grizelda.
"Iya, aku juga merindukan kamu," ucap Evelin.
"Aku pergi dulu ya, selamat tinggal Evelin," ucap Grizelda dengan mata berkaca-kaca melepaskan pelukannya.
"Selamat tinggal, hati-hati Grizelda," jawab Evelin melambaikan tangan.
Dan mereka pun berpisah.
Syafiq mencari restoran yang tidak jauh dari bandara.
Mereka bertiga pun duduk di kursi.
"Mau pesan apa?" tanya pegawai restoran.
"Pizza sama jus buah," jawab Syafiq.
"Yang lain?" tanya pegawai itu lagi.
"Aku sama dengan pesanannya," jawab Emerson.
"Kamu Griz?" tanya Syafiq kepada Grizelda yang plongok plongak yang tidak mengerti bahasa inggris.
"Kamu pesan apa?" Grizelda balik bertanya.
"Aku Pizza sama jus buah," jawab Syafiq.
"Ya udah aku sama," jawab Grizelda.
"Sama semuanya," jawab Syafiq kepada pegawai itu.
"Baiklah, harap menunggu," ucap pegawai itu.
"Besok kita harus kesini lagi nih," ucap Grizelda.
"Iya, aku akan bekerja dengan giat," ucap Grizelda semangat.
Tak lama datanglah pesanan mereka.
"Silakan di nikmati," ucap pegawai itu ramah.
"Terima kasih," angguk Grizelda dan mereka langsung melahapnya.
"10 menit lagi kita berangkat nih, cepat makan," Ucap Grizelda melihat Arlojinya.
"Iya, iya ini juga udah kok," ucap Syafiq terpaksa menyisakan 2 potong pizzanya di piring.
"Berapa?" tanya Syafiq kepada pegawai restoran tersebut.
"600 ribu," jawab pegawai itu
Syafiq pun mengambil ATM-nya lalu mengesek di mesin pembayaranya.
Ding ding
Hadiah Anda di kurang 600.000
Sisa hadiah Anda 1.056.549.400.000
"Ya udah ayo cepat ke ruang tunggu," ajak Grizelda.
Merek bertiga pun pergi menunggu di sana.
Penerbangan menuju indonesia harap bersiap-siap. Sebentar lagi pesawat akan di terbangkan
"Emerson, kami pergi dulu ya, jaga kesehatanmu, baik-baik kamu di sini, ingat! barang yang aku berikan jangan sampai hilang atau kau jual," ucap Syafiq.
__ADS_1
"Aman bro, aku akan menjaganya, kapan-kapan aku juga ingin melihat tempatmu," ucap Emerson menepuk pundak Syafiq.
"Baiklah, jika kau datang segera kabarkan aku," ucap Syafiq.
"Iya, hati-hati di jalan," pesan Emerson.
Syafiq mengangguk.
Emerson juga memeluk Grizelda. "Are you oke?" tanya Emerson.
"I'am oke! good bye," ucap Grizelda.
Dan mereka pun melewati jalan pemeriksaan dan kemudian masuk ke dalam pesawat.
Dari ke jauhan Emerson melambaikan tangannya dan Syafiq pun membalasnya.
Pesawat pun terbang menjauh dari bandara dan masuk ke dalam awan-awan.
Ding ding
Misi baru
Pelecehan pramugari di dalam toilet pesawat.
Hadiah 5.000.000.000
"Grizelda, kamu tunggu di sini," ucap Syafiq.
"Kamu mau kemana?" tanya Grizelda.
"Ke toilet bentar," ucap Syafiq berdiri. Syafiq pun menuju toilet.
"Toilet laki-laki apa perempuan ya?" tanya Syagiq bingung. "Pasti toilet perempuan," ucap Syafiq
Syafiq pun membuka pintu toilet perempuan.
Tapi pintu yang ia buka, semuanya kosong. Syafiq kembali keluar dan ia pun masuk ke toilet pria.
Syafiq membuka pintunya satu persatu.
"Ada orang," ucap suara seorang pria dari dalam toilet.
"Oh ada orang," jawab Syafiq pergi menuju toilet selanjutnya.
Syafiq tiba-tiba berhenti.
"Tunggu! Jangan-jangan toilet tadi," ucap Syafiq kembali ke pintu tadi dan berusaha membukannya namun pintunya di kunci.
"Sudah aku bilang ada orang!" teriaknya. Syafiq tidak peduli dengan ucapan pria itu dan Syafiq menendangnya hingga jebol.
Terlihat 2 orang pria menyekap seorang pramugari di dinding dengan memegang kedua tangannya dan menutup mulutnya.
"Lepaskan dia! Kalian saking gatalnya di pesawat pun berani melakukan hal mesum, bagaimana jika pilotnya tidak fokus karena ia mendengar hal ini dan kita mati bersama," ucap Syafiq.
"Bukan urusanmu!" ucapnya.
Syafiq menendang pria itu dan ia pun mundur kebelakang dan kepalanya terjedut ke dinding.
Temannya yang satunya terpaksa melepaskan pramugari itu dan menyerang ke arah Syafiq, Syafiq menarik tangannya dan menendang perutnya lalu menarik tangannya kebelakang lalu menjepit ketiaknya dan mematahakan tangannya.
"Aaaaaa..." teriak pria itu, dan Syafiq menyumbat mulut pria itu dengan tissu toilet.
"Kamu cepat rapikan pakaianmu, anggap saja tidak terjadi apa pun dan segera keluar," ucap Syafiq kepada pramugari itu.
Pramugari itu mengangguk dan merapikan bajunya dan ia segera keluar meskipun ia sangat gugup.
Bersambung
__ADS_1