SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 132


__ADS_3

"Ayo kau juga ikut bersamaku," ajak Emerson.


"Sebentar, aku beri tahu dulu kepada temanku," ucap Syafiq dan ia pun keluar dari kamar Emerson dan menghampiri kamar Grizeldan.


Tok!


Tok!


Tok!


"Grizelda, Grizelda!" panggil Syafiq dari balik pintu.


"Iya, ada apa," sahut Grizelda mengucek matanya dan membukankan pintu.


"Aku pergi dulu ya sebentar, kamu di sini jangan kemana-mana sebelum aku pulang, nanti kamu malah hilang, ini uang jika kamu ingin makan tapi tetap di dalam saja," ucap Syafiq memberikan Grizelda uang 10.000.000


"Kamu mau kemana?" tanya Grizelda.


"Mau tangkap orang," ucap Syafiq.


"Ya udah," ucap Grizelda mengangguk meskipun ia tak setuju.


Syafiq kembali berlari ke arah Emerson. "Ya udah, ayo," ucap Syafiq dan mereka pun pergi.


"Terpaksa deh aku harus pesan makanan dengan bahasa bisu," keluh Grizelda.


Ding ding


Hadiah Anda di kurang 210.000.000


Sisa hadiah Anda 22.501.000.000


Emerson dan Syafiq naik mobil yang mereka sewa di hotel tersebut dan melaju di mengejar wanita bisu tadi.


Wanita itu terlihat dari kejauhan ia berbelok arah bersembunyi di balik-balik tembok dan kemudian ia masuk mobil yang menjemputnya.


"Sepertinya itu dia," ucap Emerson menginjak gas melaju mengikuti mobil itu pergi.


"Jangan terlalu dekat, mereka pasti akan mencurigai kita," saran Syafiq.


Emerson pun memelankan mobilnya, dan ia berbelok dan melaju dengan kecepatan tinggi agar ia bisa menyaingi mobil tersebut karena ini jalan termasuk jauh dan menembus ke tempat lain tapi juga menembus jalan besar tadi, ini demi agar mobilnya tak di curigai. Meskipun jalannya 2x lipat lebih jauh dari jalan tadi.


"Sini biar aku yang bawa mobilnya," ucap Syafiq.


"Apa kamu bisa membawanya dengan cepat?" tanya Emerson.


"Jalannya mengikuti jalan ini sajakan?" tanya Syafiq tak menjawab pertanyaan Emerson.


"Iya," angguk Emerson dan mereka bertukar tempat.

__ADS_1


Gunakan poin untuk kecepatan


Menambah kecepatan.


Memuat...


Loading...


Mulai...


10%...


20%...


Emerson sangat heran apa yang di lakukan Syafiq. Padahal mereka harus cepat bergerak sedangkan Syafiq malah berdiam diri dan memejamkan matanya.


30%...


40%...


50%...


60%...


70%...


90%...


100%...


Selesai


Poin Anda di potong 20 poin


Sisa poin Anda 160 poin.


Brrruuuuummm!


Mobil pun tiba-tiba bergerak dan sangat laju. Emerson langsung pegangan karena ini lajunya di luar kendali mobil itu sendiri.


"Oh my God, ini sangggggaaaat laju sekaliiiiiii!" teriak Emerson.


Beberapa menit di perjalanan, akhirnya mereka sampai di jalan tembusannya dan sengaja merintangkan mobilnya.


Sebuah mobil melaju menuju arah mereka dan perlahan-lahan berhenti.


Orang yang ada di dalam mobil itu keluar dari dalam mobil dan menghampiri mobil Emerson.


Tok!

__ADS_1


Tok!


Tok!


Perlahan-lahan kaca jendela terbuka.


"Kau bisa pindahkan mobilmu?" tanya pria itu.


Emerson keluar dari mobil dan Syafiq juga keluar.


Emerson menagkap pria itu mencengkram bajunya dan membuka topi masker dan kaca matanya.


"Emerson," ucap pria itu kaget. Dia adalah Jack.


Emerson langsung meninjunya tanpa ampun dan Jack melawannya, namun Emerson lagi-lagi menendang dan meninjunya berkali-kali membuat Jack tak sempat melawan dan Jack wajahnya penuh luka dan darah.


Tak habis di situ, Emerson mendatangi mobil mereka dan mendapati pacarnya di dalam dan ia menariknya keluar dan menamparnya.


"Emerson!" teriak Emele.


"Kenapa kau berkhianat dan bekerja sama ingin membunuhku! Apa yang aku berikan selama ini masih kurang bagimu! Dan lucunya kau menghianatiku dem pria yang tidak punya apa-apa itu dan malah ingin membunubku dan mengambil hartaku! Sungguh lucu!" ucap Emerson marah.


"Aku melakukannya karena dia memaksaku," ucap Emele memegang pipinya yang memerah.


"Hey! Apa yang kau katakan, bukannya kita berdua sepakat melakukannya dan hasilnya bagi dua," ucap Jack.


"Aku tidak ingin melakukannya Emerson, tapi dia terus memaksaku," ucap Emele berdalih.


"Dasar permpuan Sialan! Kau sendiri yang punya ide dan Sekarang kau membalikkan faktanya," ucap Jack tak mau kalah meskipun ia terluka parah.


"Kenapa kalian saling menyalahkan! Yang aku tau kalian berdua sudah bersekongkol ingin membunuhku dan sekarang ikut aku ke kantor polisi," ucap Emerson marah dengan mata berapi-api.


"Emerson aku mohon tolong lepaskan aku, aku tidak bersalah, dia yang memaksaku, Emerson tolong dengar permohonanku," ucap Emele memohon sambil menagis.


"Jika aku mati kalian sudah tertawa sekarang, kenapa sekarag kau malah menangis," ucap Emerson tidak menunjukkan belas kasihannya.


"Syafiq tolong pegang dia, aku akan menelpon polisi sekarang," ucap Emerson.


"Baiklah," ucap Syafiq memegang tangan Jack dan Emerson memegang tangan mantan pacarnya itu.


Saat itu wanita tadi ingin kabur keluar dari mobil.


"Jika kau berani lari, akan aku pastikan jika hukumanmu berat dan adikmu tidak akan di selamatkan!" teriak Emerson.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2