SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 251


__ADS_3

Syafiq dan Sahara masuk mobil dan melajukan mobilnya di jalanan.


"Coba buka, apa isinya?" tanya Syafiq menyerahkan paper bag kepada Sahara.


Sahara menerimanya dan membuka isi dalamnya dan mengeluarkan satu persatu.


"Nih ada sebuah penghargaan lagi. Wawww… ada uang segepok nih, sama sebuah batu giok, wah… ini batu gioknya di ukir ya, cantik banget," ucap Sahara memperhatikan giok berwarna keemasan itu.


"Komandan pasti sudah memikirkannya untuk memberikan giok berharga ini, jika di jual ini pasti sangat mahal," ucap Sahara.


"Dia memberi itu bukan untuk di jual, pikiranmu duit saja, jika begitu uang itu untuk mu saja," ucap Syafiq.


"Beneran nih? Makasih sayank," ucap Sahara senang dan mencium Syafiq. Ia pun menghitung uangnya.


"Dasar ya wanita, pas di kasih sesuatu baru sayang-sayangan," ucap Syafiq.


"Apa kamu bilang?" ucap Sahara membulatkan matanya.


"Eh bukan apa-apa, lanjut hitung uangnya," ucap Syafiq.


"Hm… semua uangnya ada 20 juta," ucap Sahara memukul-mukulkan uang di tangannya.


Ding ding


Misi baru


Menyelamatkan sebuah panti asuhan yang akan di gusur oleh seorang pengusaha.


Hadiah 1.000.000.000.000


"Panti asuhan ya," ucap Syafiq membelokkan mobilnya menuju panti asuhan yang ia tahu.


"Mau ke mana?" tanya Sahara menyimpan uang ke dalam tasnya.


"Ke panti asuhan," jawab Syafiq fokus menyetirnya.


"Apa kamu ingin beramal?" tanya Sahara tekekeh.


"Iya, selama ini kita nggak pernah sedekah di sana," ucap Syafiq.


"Jika begitu uang ini aku berikan saja pada pengurus pantinya saja," ucap Sahara.


"Kamu emang baik ya," ucpa Syafiq tersenyum.


"Aku baik juga karena kamu yang selalu mengajariku, kebaikanku cuma 0,09% jika di banding kamu," ucap Sahara.


"Kalo aku berapa persen emangnya?" tanya Syafiq.


"Kalo kamu 0,00% hahahaha... becanda kok, kebaikanmu tiada bandingnya," ucap Sahara.


Tak berapa lama, mereka pun sampai di panti asuhan.


"Eh ada apa dengan mereka?" tanya Sahara melihat ramainya orang di depan panti asuhan dan juga sebuah alat berat.


Syafiq dan Sahara segera turun dari mobil dan menghampiri panti asuhan itu.


Pengurus panti asuhan menangis bahkan sampai memeluk kaki seorang pria yang memakai jas hitam.


"Tolong pak jangan gusur tempat ini, di tempat inilah tempat menampung anak-anak yang malang, tolonglah setidaknya berikan kami waktu untuk mencari tempat tinggal yang lain," ucap ibu pengurus tempat itu.


"Aku sudah tak punya waktu lagi untuk menunggu kalian mencari tempat, cepat kalian gusur tempat ini," ucap pemilik tanah.


"Tolong pak jangan gusur dulu, biarkan aku mencari tempat dulu, kasihanilah kami, terutama anak-anak ini," ucap ibuk itu.

__ADS_1


"Pak, biarkan saya membeli panti asuhan ini dengan harga tinggi," ucap Syafiq.


"Saya tidak menjualnya," ucap bapak itu.


"1 triliun," ucap Syafiq tiba-tiba.


"Baiklah," angguk bapak itu langsung setuju.


"Berikan nomor rekening bapak dan saya harap sartifikatnya atas nama yayasan," ucap Syafiq.


"Baiklah, ini nomor rekening saya," ucap bapak itu memperlihatkan nomor rekeningnya.


Syafiq mencatat nomor rekeningnya dan mengirimkannya.


Pengiriman berhasil✔


Ding ding


Hadiah Anda Di kurang 1.000.000.000.000


Sisa hadaih Anda 3.520.150.000.000.


"Ini sudah terkirim, saya minta langsung ganti namanya," ucap Syafiq.


"Baiklah," ucap bapak itu menandatangani balik nama menjadi milik yayasan panti asuhan.


"Ayo bubar, bubar," ucap bapak itu kepada para pekerjanya.


"Tapi pak kami belum melakukan pekerjaan kami, jika tidak jadi setidaknya Anda harus ganti rugi," ucap pemilik alat berat.


"Iya tenang saja, aku akan membayar uang ganti ruginya," ucap bapak itu.


"Hehehe... dia sangat bodoh, padahal tempat ini hanya berharga beberapa milyar saja," ucap bapak itu tersenyum penuh kemenangan melihat ke arah Syafiq lalu masuk mobilnya.


"Terima kasih banyak Nak, terima kasih, seharusnya kamu tidak perlu melakukan hal yang berlebihan seperti ini," ucap ibu itu menangis.


"Tidak apa-apa, anggap saja aku beramal, mulai sekarang tinggallah dengan tenang, tidak perlu khawatir lagi mereka akan mengambilnya," ucap Syafiq.


"Iya buk, ibu jangan sedih lagi dan aku punya sedikit uang nih untuk beli mainan mereka," ucap Sahara menyerahkan uang 20 juta yang ia dapatkan dari Syafiq tadi.


"Terima kasih atas uluran tangan kalian, ibu doakan semoga rezeki kalian terus mengalir seperti sungai tanpa batas," ucap ibu itu memegang tangan Sahara.


"Tidak apa-apa buk karena ibu sudah menyelamatkan banyak anak-anak yang terlantar, apa yang kami lakukan ini hanya bagian kecil saja, semoga ibu dan anak-anak di beri kesehatan dan rezeki yang melimpah," ucap Sahara.


"Terima kasih, terima kasih," ucap ibu itu menyeka air matanya.


"Ibu bisa minta nomor rekeningnya, aku juga ada sedikit uang untuk anak-anak," ucap Syafiq.


Ibu itu mengangguk dan mencari nomor rekeningnya dan memberika kepada Syafiq.


Syafiq mencatatnya lalu mengirimnya sejumlah uang.


Pengiriman berhasil✔


Ding ding


Hadiah Anda di kurang 20.000.000.000


Sisa hadiah Anda 3.500.150.000.000.


"Ini buat tambahan untuk anak-anak ya buk semoga berkah," ucap Syafiq.


"Terima kasih Nak, saya sangat bersukur masih ada orang dermawan seperti kalian, panti asuhan ini semoga akan melahirkan anak-anak yang baik budi pekertinya seperti kalian," ucap ibu itu.

__ADS_1


"Semoga begitu ya buk," ucap Sahara.


"Mari anak-anak, mulai sekarang mereka adalah kakak siapa namanya?" tanya ibu panti.


"Saya Syafiq dan ini pacar saya Sahara," ucap Syafiq memperkenalkan diri.


"Mulai sekarang kak Syafiq dan kak Sahara ini bagian dari panti asuhan ini, karena jasa mereka panti ini bisa bertahan, ayo berterima kasih pada mereka," ucap ibu itu.


"Terima kasih kak Syafiq terima kasih kak Sahara," ucap mereka bersama-sama.


Ding ding


Misi selesai


Selamat And mendapatkan hadiah 1.000.000.000.000


Hadiah Anda menjadi 4.500.150.000.000.


Selamat Anda mendapatkan 40 poin


Poin Anda menjadi 1000 poin.


Mereka pun bermain bersama dengan anak-anak di sana, Syafiq mengajarkan anak-anak dan bercerita membuat mereka senang dan tertawa, mereka pun menjadi dekat meski cuma sehari.


"Oh ya, kakak juga punya adik laki-laki seumuran kalian kapan-kapan kakak bawa dia main ke sini," ucap Syafiq.


"Asiiiik, semoga dia gantengnya seperti kakak nggak ya," ucap mereka.


"Ehem… meskipun mengatakan ini sangat menyakiti hati, tapi kakak orangnya jujur, dia lebih ganteng dari kakak, karena dia keturunan bule, sayangnya kakak terlahir dari orang asli negara ini," ucap Syafiq.


"Tapi kakak tetap ganteng kok," puji mereka.


"Ah… kalian sebenarnya hanya menghiburku saja, tapi aku emang ganteng kok kwkwkwkwkw," ucap Syafiq tertawa tebahan-bahak.


Mereka semua menjadi manyun.


"Baiklah, karena kakak sudah lama di sini, kakak pulang dulu ya, lain waktu kakak pasti akan ke sini melihat kalian, tapi kalian harua rajin belajar ya, jangan menyusahakan pengurus pantinya dan menurut dan jadi anak baik, siapa nanti yang menjadi anak baik kakak beri hadiah, jadi mulai sekarang jadi anak baik ya," ucap Syafiq.


"Tapi kak, apa kakak tidak bisa tinggal di sini lebih lama lagi?" tanya mereka sedih.


"Maaf ya, kakak harus pulang, kalian jangan nakal ya," ucap Syafiq.


Mereka pun bersama-sama memeluk Syafiq.


"Jangan lupa sering-sering main ke sini," pesan mereka.


"Baiklah, kakak akan main ke sini," angguk Syafiq.


"Meskipun baru sehari, mereka tampak dekat dengan kalian, tak bisa di pungkiri jika kalian adalah orang yang benar-benar iklas dalam melakukan sesuatu, terima kasih untuk hari ini, jika ada waktu mampirlah ke sini, karena ini adalah rumah kalian yang kalian beli dengan uang kalian sendiri," ucap pengurus yayasan.


"Sama-sama, kami juga senang bisa dekat dengan mereka, jaga mereka ya buk, karena mereka adalah harta yang berharga," pesan Syafiq.


"Baiklah, ibu doakan semoga kalian langeng dalam hubungan ya sampai ke anak cucu, dan kalian juga hati-hati di jalan," ucap Ibu itu.


Syafiq dan Sahara mengangguk dan menuju mobil mereka.


"Da-da kak, sampai jumpa lagi," ucap mereka melambaikan tangan.


Syafiq dan Sahata juga melambaikan tangan lalu masuk mobil dan melaju pergi.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2