
"Berarti memang dia yang terbaik, jika dia yang terbaik, kamu harus menjadi yang lebih baik lagi, jika kau tak bisa maka jangan iri, jadilah diri sendiri yang dan hargai kemampuan sendiri, jika kau ingin menjadi seperti orang lain maka kau akan menyakiti dirimu sendiri," ucap Glinda menceramahi Seto.
"Ya sudah bawa dia kerumah sakit dahulu, setelah itu baru di bawa ke kantor polisi," ucap Brima.
Dan mereka membawa Seto masuk ke dalam mobil polisi.
Ding ding
Misis selesai
Selamat Anda mendapatkan 2.000.000.000
Hadiah Anda menjadi 1.965.545.400.000
Selamat Anda mendapatkan 30 poin
Poin Anda menjadi 320 poin.
"Oke semuanya sudah beres, aku mau istirahat, ayo kita pulang," ajak Glinda yang duluan berjalan dan di ikuti Syafiq di belakang.
"Aku yang memecahkan kasusnya kenapa dia yang capek," celoteh Syafiq dengan suara pelan sambil mencibir.
"Kamu bilang apa tadi?" tanya Glinda.
"Bukan apa-apa, aku yang lebih capek berpikir siapa pelaku sebenarnya tadi," ucap Syafiq masuk mobil lalu menginjak pedal gas mobilnya dan melaju di jalanan.
Sesampainya di rumah, Glinda langsung turun mobil dan menghempaskannya tubuhnya di sofa yang sedangkan 3 gadis yang lain sedang asik menonton tv.
Syafiq juga ikut masuk ke dalam rumahnya.
"Kak Glinda kayaknya capek banget," ucap Sahara.
"Iya, ngejar penjahatnya, untung saja larinya nggak jauh, tapi cukup melelahkan karena baru saja sembuh sakit perut udah nemu pekerjaan," ucap Glinda.
Syafiq mencibir dan ikut dudu di sofa.
"Yang nemu pelakunya kan aku," ucap Syafiq.
"Kenapa kamu nggak jadi polisi aja?" tanya Grizelda.
"Nggak ah! Nanti aku berubah jadi galak kayak Glinda," celoteh Syafiq.
"Apa kamu bilang!" ucap Glinda melempar bantal sofa ke arah Syafiq dan Syafiq menangkapnya.
__ADS_1
"Bisa jadi," angguk Jelita.
"Hey! Kau pun setuju dengannya," ucap Glinda tak terima.
"Hahaha, aku bercanda kak," ucap Jelita tertawa.
Triring
Triring
Triring
Ponsel Syafiq berbunyi dan ia segera mengangkatnya.
"Halo," jawab Syafiq.
"Paketmu sudah perjalanan ke rumahmu," ucap Emerson memberi tahu.
"Oke! Oke! Thank you," ucap Syafiq.
"You're welcome," ucap Emerson.
"Paket," tiba-tiba pengantar paket sudah berada di depan rumah Syafiq.
"Paket?" tanya Sahara Heran.
"Oke Emerson, paketnya sudah sampai di depan rumahku, makasih ya," ucap Syafiq.
"Oke kalau ada apa-apa dengan paketnya kasih kabar, biar bisa ku datangi tempat pengiriman paketnya," ucap Emerason.
"Oke," jawab Syafiq dan mereka pun memutusakn panggilannya.
"Kalian hati-hati, biar aku sama kang paketnya yang angkat, karena itu sangat berat," ucap Syafiq mendekati abang pembawa paket tersebut.
"Iya Bang, ini memang sangat berat," ucap abang paket tersebut.
Syafiq dan kang paket itu menuju mobil dan membantu mengangkat paket tersebut memastikan agar paketnya aman.
"Udah semua ya, jika begitu kami pamit dulu," ucap tukang paket itu.
"Iya, makasih ya bang," ucap Syafiq.
Abang paket itu mengangguk dan masuk mobilnya.
__ADS_1
"Apa isinya?" tanya Sahara penasaran.
Syafiq membuka paket parfumnya dan mengecek takut ada yang pecah atau lecet.
"Kalian bantuin ngecek gih, nanti aku aksih kalian uang capeknya," ucap Syafiq.
"Oke! 5 juta ya," ucap Grizelda.
"Aman tu," jawab Syafiq.
"Aku ngak bantu ngecek juga tapi aku nggak perlu di kasih uang," ucap Jelita.
"Iyalah, uang kak Jelita udah banyak," sahut Grizelda.
"Nggak juga, cukuplah untuk keperluan sehari-hari," jawab Jelita tersenyum.
Mereka pun mengecek parfum, tas, dan jam tangan.
"Sepertinha baik-baik saja, hanya ada satu botol yang lecet, ada kacanya sompak dikit," ucap Jelita memperlihatkan botol kaca seharga 6 juta.
"Sisihkan saja yang satu itu," ucap Syafiq yang masih melihat jam tangannya.
Grizelda diam-diam membuka kotak oleh-olehnya karena di dalamnyanada parfum seharga 1 M yang di berikan Emerson.
"Parfum ke sayanganku, akhirnya kau selamat sayang," ucap Grizelda memeluk parfumnya.
"Eh, isi ini kok beda, kamu jual aksesoris juga?" tanya Jelita.
"Itu bukan punyaku, itu punya Grizelda," jawab Syafiq.
"Kamu jualan ini?" tanya Sahara.
"Nggak, ini oleh-oleh buat kalian," ucap Grizelda.
"Apa oleh-oleh," ucap mereka terbelalak dan mereka berempat saling menyerbu mengambil di dalam kardus sambil rebutan.
"Sebenarnya aku uda beli untuk kalian masing-masing 10 lho? Kumpulin lagi biar kita bagi rata," ucap Grizelda.
"Kamu ya, kamu bilang nggak ada oleh-oleh, kamu bohong ya sama aku," ucap Sahara mengelitiki perut Grizelda.
"Hahah... ampun udah ah! geli tau," ucap Grizelda tertawa.
"Oke mari kita bagi," ucap Grizelda sebagai tuannya.
__ADS_1
Dari jauh tanpa mereka sadari, Syafiq memotret mereka berempat duduk di lantai sambil bagi-bagi sembako.
Bersambung