SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 167


__ADS_3

"Ini bukan makanan pria," ucap Syafiq dengan terpaksa mengambilnya.


Syafiq pun menyantap makanannya dan para gadis itu juga bersiap-siap mandi untuk melakukan aktivitas mereka seperti biasanya.


Selesai makan Syafiq juga masuk ke dalam kamarnya dan segera mandi.


"Syafiq, kami pergi dulu ya," ujar Jelita pamit.


"Karena Syafiq di dalam kamar mandi dan hanya dengar suara air yang menguyur tubuhnya ia tak menyahuti panggilan Jelita.


"Syafiq!" panggil Jelita masuk dalam kamar Syafiq.


Byur!


Byur!


Byur!


"Hm... Syafiq masih mandi ya, ya udah kita berangkat aja dulu," ucap Jelita.


"Ya udah kalau gitu," ucap Glinda.


Jelita naik mobil dan seperti biasa mengantar Glinda ke kantornya terlebih dahulu.


Sedangkan Sahara dan Grizelda dusuk di sofa sambil menunggu Syafiq selesai mandi.


Setelah selesai, Syafiq pun keluar dari kamarnya.


"Lho kalian nggak pergi ke perusahaan?" tanya Syafiq.


"Tapi nungguin kamu," ucap Sahara.


"Ho'oh," angguk Grizelda.


"Kalian pergi saja ke perusahaan, aku ingin mencari tempat untuk membuka restoran," ucap Syafiq.


"Oh gitu, oke! Tapi cari yang di tepi pantai ya," ucap Grizelda.


"Iya," jawab Syafiq.


Sahara dan Grizelda pun masuk dalam mobil dan menuju mobilnya.


Syafiq juga masuk dalam mobilnya dan menuju suatu tempat.


Syafiq melihat sebuah Villa di tepi pantai tanpa penghuni.


"Ini Vila siapa ya? Kelihatannya keren nih jika aku renovasi kembali dan membangun restoran di sampingnya," ucap Syafiq menangguk-angguk.

__ADS_1


Syafiq memarkirkan mobilnya ke tepi jalan dan mencari tahu pemilik vila tersebut.


Syafiq melihat bangunan tersebut dan mengelilinginya. "Wah ini sangat besar," ucap Syafiq.


Syafiq melihat sebuah kertas yang bertulisan jika Vila itu di jual.


"Ini vila tempat yang sangat keren kenapa tidak ada yang membelinya ya?" tanya Syafiq heran.


Di sana juga sudah tertera nomor penjualnya dan Syafiq langsung menghubunginya.


Tuuut


Tuuut


Tuuut


"Halo," jawab pemilik vila itu.


"Halo, selamat pagi pak, Perkenalkan saya Syafiq, saya sangat tertarik dengan vila bapak ini, bagaimana jika saya yang membelikannya?" tanya Syafiq.


"Apa kamu yakin ingin membelinya," tanya bapak tersebut.


"Hm? Apa ada masalah?" tanya Syafiq.


"Oh tidak apa-apa, jika kamu ingin membelinya maka saya akan menyuruh seseorang mengantarkan sartifikatnya," ucap bapak itu.


"Jadi berapa harganya?" tanya Syafiq.


"Eh, apa bapak menjual dengan harga segitu?" tanya Syafiq.


"Kenapa? Apa kemahalan?" bapak itu balik bertanya.


"Oh tidak, saya terima harganya," jawab Syafiq.


"Baiklah, saya akan telpon seseorang untuk mengantarkan kepada Anda sekarang, bayarkan sama dia saja," ucap bapak itu.


"Baiklah jika begitu," jawab Syafiq.


Bapak itu pun memutuskan panggilannya dan ia menelpon seseorang.


"Harganya sangat murah, tempatnya juga sangat strategis, lalu kenapa tidak ada yang membelinya?" tanya Syafiq heran. "Apa jangan-jangan ada sesuatu?" tanya Syafiq penasaran.


Baru saja Syafiq ingin masuk ke dalam datanglah 1 buah mobil masuk keperkarangan halaman Vila.


2 orang pria keluar dari mobil sambil membawa sartifikat vila tersebut.


"Apakah Anda yang ingin membeli vila ini?" tanya salah pria yang memakai jas hitam.

__ADS_1


"Iya saya sendiri," angguk Syafiq.


"Ini adalah sartifikat villanya," ucap pria itu menyodorkan sartifikatnya kepada Syafiq.


Syafiq mengambil surat-surat tersebut dan menelitinya baik-baik.


Tidak ada bermasalah dengan suratnya.


"Kenapa Bapak itu menjualnya sangat murah?" tanya Syafiq.


"Hm... kami tidak tahu, kami datang hanya di suruh untuk mengantar sartifikatnya dan mengambil uang pembayarannya saja," ucap pria itu.


"Oh begitu ya, baiklah, mana nomor rekeningnya, akan saya transferkan uangnya," ucap Syafiq.


"Baiklah, ini nomornya," ucap pria itu memberikan nomornya lewat layar ponselnya.


Syafiq pun mentransfernya.


Pengiriman berhasil


Ding ding


Hadiah Anda di kurang 10.000.000.000


Sisa hadiah Anda 1.963.457.400.000


"Sartifat itu jadi milik Anda dan silakan ttd di sini sebagai pergantian kepemilikkan," ucap pria itu.


Syafiq pun menanda tanganinya dan vila itu menjadi miliknya sekarang.


"Wah aku harus segera membangun restoran nih," ucap Syafiq tersenyum. "Tapi sebelum aku membangun restoran, aku harus mengecek keadaan vila ini dan mengatasi masalahnya," ucap Syafiq.


Syafiq pun masuk ke dalam vila tersebut dan melihat keadaan di dalamnya.


Tempatnya sangat rapi.


Ding ding


Misi baru


Temukan pelaku kejahatan di vila ini, maka arwah yang bergentayangan akan hilang.


Hadiah 50.000.000.000


"Pantas saja dia menjualnya sangat murah, ternyata ada penyebabnya," ucap Syafiq. "Baiklah, hari ini aku khusus mencari tahu pelakunya agar secepatnya aku bisa membangun tempat usaha," sambungnya lagi.


Syafiq masuk ke dalam setiap kamar dan memeriksanya satu persatu kamar tersebut tempat adanya pelaku kejahatan di dalam vila tersebut.

__ADS_1


Dan ada sebuah kamar yang terkunci dan Syafiq membukanya dan di sana ada bekas darah yang tercecer.


Bersambung


__ADS_2