
"Iya Tante," ucap Syafiq menyalami tangan Ibu Yedi.
"Oh ya Bu, ini uang dari Syafiq buat bantu pengobatan Paman," ucap Yedi menyerahkan uang kepada Ibunya.
"Eh, nggak usah, uang yang kemarin penjualan mobil itu masih cukup kok buat bayar, jangan ngerepotin kamu lah," tolak Ibu Yedi.
"Nggak apa-apa Tante, aku ikhlas bantu kok," ucap Syafiq.
"Terima kasih ya Nak, udah bantu," ucap Ibu mau tak mau menerimanya.
"Ya udah Yedi kamu pulanglah, gantian Ibu yang jaga, besok kamu kuliah," ucap Ibu.
"Iya Ibu, ya udah pulang yuk," ajak Yedi kepada Syafiq.
"Ayo," angguk Syafiq. "Ya udah aku pulang dulu Tante," ucap Syafiq.
"Ya, hati-hati kalian," ucap Ibu Yedi.
Syafiq dan Yedi pun masuk di mobil mereka masing-masing.
"Malam ini mau kemana?" tanya Yedi.
"Nggak tau? Aku mau pulang ke rumah aja dulu, mau lihat kamar baruku," ucap Syafiq nyengir.
"Aku ikut," ucap Yedi.
"Ya udah, ayo," ucap Syafiq setuju. Mereka pun melajukan mobilnya di jalanan.
__ADS_1
Sesampainya di rumah, rumah sudah nampak terang oleh lampu pilar dan kristal terhias di teras rumah dan ruang tamu.
"Rumah kamu benar-benar mewah ya Syafiq," ucap Yedi berdecak kagum.
"Ayo masuk," ajak Syafiq yang melangkahkan kakinya masuk ke rumah barunya.
"Syafiq," sapa Bibi yang duduk di sofa sambil menonton tv.
"Mana Bude Rania?" tanya Syafiq.
"Sudah pulang, Bibi antar tadi," ucap Bibi.
Syafiq pun masuk ke kamar untuk mengeceknya. "Kamar kamu besar banget, tatanya pun rapi," ucap Yedi melihat sekeliling.
"Iya tadi minta di beresin sama Bude Rania," ucap Syafiq duduk di ranjang barunya.
"Ya terserah," ucap Syafiq juga baring di kasurnya.
"Oh iya, main keluar yuk, sambil makan-makan," ajak Yedi.
"Ya udah, Ayo," ucap Syafiq kembali berdiri dan kemudian mereka keluar kamar.
"Bi aku keluar bentar," ucap Syafiq.
"Iya," jawab bibi singkat karena Bibi dan Alviso asik dengan cemilannya dan menonton tv.
Syafiq masuk mobilnya yang di ikuti Yedi, mereka hanya menggunakan 1 mobil.
__ADS_1
Syafiq melewati pasar yang di pinggir jalan banyak penjual makanan.
"Makan di sini yuk, aku belum makan nih," pinta Yedi.
"Ya udah," angguk Syafiq setuju, ia segera memarkirkan mobilnya dan menuju salah satu penjual kaki lima.
"Aku pesan sate padang 30 tusuk," pesan Yedi.
"Aku juga sama," pesan Syafiq juga.
"Tunggu sebentar ya," ujar pemilik warung kaki lima itu.
Tak lama kemudian, makanan mereka pun sudah siap di hidangkan, Syafiq dan Yedi langsung menyantap makanannya.
Dari jauh terlihat 3 orang pria meminta-minta uang secara paksa pada pengunjung dan para pedangang.
Syafiq menatapnya dari jauh, bahkan jika mereka tidak memberinya mereka berani main kasar.
"Orang itu minta di pukul sepertinya," ucap Syafiq melihat ke arah 3 preman itu sambil mengigit satenya.
Sampai di giliran Syafiq, ketiga pria itu mengebrak meja Syafiq. "Mana uang keamanannya," pinta mereka.
"Kalo mau aman kau yang harus di musnahkan," ucap Syafiq berdiri.
"Apa kamu bilang, kamu berani menantang!" bentak preman itu.
"Heh! hanya kalian saja, nggak cukup aku buat aku merenggangkan tubuhku," tantang Syafiq.
__ADS_1
BERSAMBUNG