SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 143


__ADS_3

Pria itu terdiam sesaat.


"Jika kau menyia-nyiakan nyawamu, orang tuamu pasti mengutukmu dan kau entahlah menjadi apa? Di dunia ini wanita yang menerima kamu apa adanya itu pasti ada, cuma kamu belum ketemu aja, orang yang sudah mati aja mau hidup kembali, dan kau yang sekarang hidup malah pengen mati, azab sesudah mati itu lebih sadis, dan kau malah ingin secepatnya mati, ingat, Ayah ibumu masih menunggumu pulang, sana kau pulang," ucap Syafiq.


Pria itu terdiam dan tak lama ia pun menangis tersedu-sedu.


Pria itu tersadarkan sambil memegang tangan Syafiq. "Terima kasih sudah menyadarkanku, terima kasih sudah menyelamatkanku, terima kasih sudah memberiku kesempatan kedua untuk hidup, terima kasih," ucap pria itu menangis sambil mencium tangan Syafiq dan ia pun pergi dengan meninggalkan ingusnya di tangan Syafiq.


"Iwww... ini sangat menjijikan," ucap Syafiq geli.


"Hahahaha... itu pasti sangat lezat bila di colek dengan biskuit," ucap Emerson tertawa.


Wiwiwiwi...


Wiwiwiwiw....


Wiwiwiwi...


Suara siriney mobil damkar datang.


"Di mana ada orang yang bunuh diri?" tanya petugas itu.


"Orangnya sudah di selamatkan dan itu orangnya, " tunjuk salah satu warga ke arah Syafiq.


"Oh kamu yang ingin bunuh diri itu? Kamu jangan lakukan itu lagi ya, itu sangat bahaya, jika kamu ketahuan mau bunuh diri lagi maka mayatmu akan kami buang untuk makan buaya," ucap Petugas itu.


"Bukan saya yang ingin bunuh diri, tapi saya yang menyelamatkan orang yang ingin bunuh diri, orangnya sudah pergi dan meninggalkan ingus ini kepada saya," jelas Syafiq memperlihatkan ingus pria tadi.


"Oh begitu ya, maafkan saya salah sangka, jika begitu kami permisi dulu," ucap petugas damkar itu dan mereka pun kembali pulang.


"Ya sudah ayo ke sana, aku ingin mencuci tangan," ajak Syafiq.


Mereka pun kembali kerestoran.


Ding ding


Misi selesai


Selamat Anda mendapatkan Hadiah 20.000.000.000

__ADS_1


Hadiah Anda menjadi 35.040.600.000


Selamat Anda mendapatkan poin 30 poin


Poin Anda menjadi 230 poin.


"Aku langsung ke kamar mandi," ucap Syafiq dan ia meninggalkan teman-temannya.


"Hadiah dari pria itu, sungguh mengesankan," ucap Syafiq membasuhnya beberapa kali dan mengunakan sabun.


Syafiq mencium bau tangannya. "Apa ini sudah bersih?" tanyanya sambil membasuh tangannya lagi.


Kira-kira ia merasa bersih, Syafiq kembali ke tempat duduknya.


"Makanan sudah habis kalian baru datang," ucap Grizelda.


"Kamukan lihat sendiri, apa yang terjadi," ucap Syafiq


"Biarkan saja dia bunuh diri, palingan dia nggak bisa makan enak," ucap Grizelda nggak peduli.


"Sepertinya kamu sangat menikmati sekali hidupmu ya," ucap Syafiq.


"Iyalah, selagi hidup di puas-puaskan, kalau sudah mati, gantian hewan yang puas-puas makan daging kita," ucap Grizelda.


"Iya, makasih," ucap Syafiq menyantap makanannya. "Hm... ternyata enak banget," angguk Syafiq.


"Syafiq, barangmu sebanyak itu nggak bisa bawa pake pesawat, nanti aku paketkan saja," ucap Emerson.


"Iya, paketkan saja, kalau bisa paket kilat saja," ucap Syafiq.


"Ya paling 2 harianlah," ucap Emerson mengira-ngira.


"Iya, baguslah jika begitu," ucap Syafiq mengangguk sambil menyantap makanannya.


"Kita kemana lagi nih?" tanya Emerson setelah Syafiq selesai makan.


"Hm... aku mau beli oleh-oleh untuk bawa pulang ke indonesia," ucap Grizelda.


"Ya udah, aku tau tempat yang mungkin kamu suka," ucap Evelin.

__ADS_1


"Benarkah, mari kita Let's gooo," ucap Grizelda yang masih bersemangat.


"Berapa semuanya?" tanya Emerson kepada pegawai restoran tersebut.


"Semuanya 75.000.000," ucap pegawai itu.


"Kali ini aku yang bayar," ucap Syafiq mengeluarkan kartu ATM-nya dan ia mengesek di mesin pembayaran.


Ding ding


hadiah Anda di kurang 75.000.000


Sisa hadiah Anda 34.965.600.000


Mereka pun masuk mobil.


"Kemana nih?" tanya Emerson.


"Kita pergi ke mall terbesar di sini nanti nggak jauh dari sana ada jual berbagai oleh-oleh dari paris," ucap Evelin.


Emerson mengangguk dan segera menuju arah yang di sebutkan Evelin.


Sesampainya di sana mobil berhenti di depan mall.


"Kamu mau mampir di sini dulu nggak?" tanya Evelin kepada Grizelda.


"Kita ke toko oleh-oleh dulu," ucap Grizelda meskipun ia sangat tergiur untuk masuk ke mall.


"Kita lanjut ke depan," ucap Evelin kepada Emerson. Emerson kembali mengerakkan mobilnya dan menuju toko tersebut.


Mobil pun berhenti, Grizelda dan Evelin turun.


"Wawww... cantik-cantik banget," ucap Grizelda kagum.


"Aku beli apa ya untuk mereka?" tanya Grizelda bingung dengan pilihannya, karena terlalu banyak.


"Aku beli gelang deh sama lampu tidur paris, beli ini juga deh, yang ini juga, ini juga, aaaa... kenapa semuanya cantik banget, aku mau borong semuanya," ucap Grizelda baper.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2