
Syafiq masuk dalam kamar dan terlihat kamarnya sangat berantakan, selimutnya malah masih mengulung dinatas kasur.
"Astaga! Apa yang di kerjain ibuk-ibuk tadi, apa dia tidak membereskan kamarnya," ucap Syafiq.
Ia menghempaskan tubuhnya ke kasur.
"Aduh!" teriak Yedi.
"Eh kamu ngapain di sini?" tanya Syafiq kembali berdiri.
"Kamu nggak lihat aku sedang tidur," ucap Yedi.
"Ngapain kamu tidur pakai selimut setebal ini di tengah hari begini?" tanya Syafiq membuka selimut yang menyelimuti tubuh Yedi.
"Hey! Aku kedinginan," ucap Yedi memungut kembali selimutnya di lantai.
"Kedinginan apaan di tengah hari begini?" tanya Syafiq melihat angka di AC.
"Astaga pantas saja kedinginan, kau ingin membekukan kamar ini?" tanya Syafiq menurunkan suhu kamarnya.
Syafiq kembali naik ke atas ranjang dan memejamkan matanya.
"Sepertinya kau sangat lelah Syafiq?" tanya Yedi melihat Syafiq dengan wajah lelahnya.
"Iya, banyak sekali hari ini yang aku kerjakan, di tambah Sahara yang tiba-tiba ngambek, Apa yang harus aku lakukan agar dia kembali ceria," ucap Syafiq.
__ADS_1
"Dia kenapa?" tanya Yedi.
"Entahlah, tiba-tiba saja dia marah padaku, karena saat aku bangun tidur tiba-tiba pipinya memerah,'' jawan Syafiq.
''Memerah karena ia merona nggak?" tanya Yedi memiringkan tubuhnya melihat ke arah Syafiq.
"Kalau dia merona pasti dia malu-malu, tapi dia tampak kesal dan marah, aneh 'kan? Aku tanya kenapa, dia malah makin merenggut. Akhhh… aku jadi serba salah, kamu punya solusi nggak, agar dia nggak merajuk lagi," ucap Syafiq.
''Kau bertanya pada orang yang tepat, bagaimana jika kamu membawanya ketempat yang indah, tempat yang membuatnya nyaman lalu buat dia jatuh cinta kepadamu berkali lipat," saran Yedi.
"Dari awal emang dia jatuh cinta padaku, hanya saja tidak tahu permasalahan ini, tapi aku akan mengikuti anjuranmu, aku akan pergi malam ini dan mengajaknya jalan-jalan," ucap Syafiq memejamkan matanya, ia harus istirahat untuk melakukan aktifitas nanti malam.
Karena lelah Syafiq tertidur pulas.
xxxx
"Syafiq, Syafiq, ayo bangun, katanya mau ngajak Sahara main keluar," panggil Yedi menggoyangkan tubuh Syafiq.
Syafiq membuka matanya perlahan-lahan dan melihat jam di dinding.
"Astaga! Sudah pukul 19:15 menit, kenapa kau tidak membangunkanku dari tadi," ucap Syafiq menyambar handuk dan masuk kamar mandi.
"Yeee… dari tadi juga di bangunkan, kamunya aja nggk mau bangun," ucap Yedi yang langsung turun menuju restoran.
Syafiq memakai pakaiannya dan kemudian turun ke bawah dan menuju Restorannya.
__ADS_1
Terlihat, Jelita, Glinda, Grizelda dan Sahara menyantap makanannya.
"Ayo jalan-jalan malam ini," ajak Yedi.
"Wah… ide bagus tuh," sahut Brima.
"Kalian pergi saja, aku mau tidur," ucap Sahara lesu dan ia pun beranjak dari kursinya menuju ke arah vila.
Syafiq menangkap tangan Sahara dan menariknya dan membawanya masuk ke dalam mobil.
Sahara hanya terdiam.
"Yuk cepat, ikuti mereka," ajak Yedi memegang tangan Grizelda.
Brima juga menarik tangan Glinda masuk ke dalam mobil Glinda.
"Hey, kau membawaku dan mengunakan mobilku yang di berikan oleh Syafiq, apa kamu nggak malu," celoteh Glinda.
"Baiklah, aku akan mulai sekarang akan kredit mobil," ucap Brima menginjak pedal gas mobil.
"Lupakan kredit mobil, lebih baik kamu kredit rumah agar tidak terlantar di hari tua," ucap Glinda.
"Ah kau benar, aku mulai sekarang harus membeli rumah yang besar untuk kita, agar anak-anak kita tidak terlantar," ucap Brima cengar-cengir.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih.