SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 266


__ADS_3

Tak lama kemudian Bara pun datang ke restoran Syafiq.


"Di sini!" teriak Jelita melambaikan tangannya ke arah Bara.


Bara melihat ke arah pemilik suara dan datang.


"Selamat malam," sapa Bara menyalami Syafiq.


"Selamat malam Bang Bara, apa kabar?" tanya Syafiq tersenyum.


"Baik, baik," angguk Bara.


"Sering-seringlah main ke sini, anggap saja rumah sendiri," ucap Syafiq.


"Iya, aku pasti sering ke sini," ucap Bara.


"Cie… gimana nggak ke sini terus, 'kan ada pujaan hatinya," goda Brima.


"Abang bisa aja," ucap Bara malu-malu sambil mengulurkan tangannya.


"Mau makan apa? Pesan aja, Tuan rumah yang bayar," ucap Yedi.


"Hm… nggak usah, makan gratis malah bikin bangkrut pemilik restorannya," tolak Bara.


Brima dan Yedi terdiam dan saling pandang, mereka malah terlihat seperti parasit.


"Udah, nggak apa-apa, santai saja Bang, karena tak lama lagi, kami juga akan bikin restoran pribadi kok," ucap Syafiq.


"Nah benar itu bang Bara, jangan sungkan-sungkan makan aja," ucap Yedi bersemangat.


"Terima kasih," ucap Bara.


"Meli, ke sini!" panggil Syafiq.


Pelayan yang bernama Meli pun menghampiri.

__ADS_1


"Berikan buku menu kepada Tuan Bara," ucap Syafiq.


"Tidak perlu, saya pesan apa yang di pesan Jelita saja," ucap Bara tersenyum.


"Nona Jelita makannya apa?" tanya Meli.


"Steak sapi dan jus jeruk nipis," ucap Jelita.


"Baik Nona," angguk Meli dan ia pun pergi kembali ke dapur.


"Kamu yakin ingin minum jeruk nipis begini?" tanya Jelita.


"Iya, jeruk nipiskan bagus untuk kesehatan," jawab Bara.


"Wah… Tuan Bara sangat mencintai Jelita ya," ucap Glinda.


"Iya, saya sangat ingin mempersunting Jelita secepatnya untuk menjadi istri saya," jawab Bara jujur.


"Langsung di lamar nih," ucap Syafiq.


"Ayo di jawab kak Jelita," ucap Grizelda menyenggol tubuh Jelita.


Jelita hanya tersenyum sambil mengaduk-aduk minumannya yang bercampur dengan biji selasih.


"Wah, selamat kakak," ucap Sahara bertepuk tangan senang.


"Terus kalian berdua kapan? Udah duluan pacaran dari aku," ucap Jelita.


"Yeee... kami masih kuliah kak, belum sempat ngurusin rumah tangga," ucap Sahara.


Ding ding


Misi baru.


Seseorang bunuh diri di jambatan maredan.

__ADS_1


Hadiah 500.000.000.000.


"Hm… aku pergi sekarang ya," ucap Syafiq.


"Ke mana?" tanya Sahara.


"Aku mendapat firasat jika ada sesuatu hal yang terjadi pertand buruk," ucap Syafiq.


"Ya udah, kami semua ikut," ucap Glinda.


"Baiklah," angguk Syafiq.


Mereka pun bergegas masuk dalam mobil tak terkecuali Bara yang belum selesai makan pun ikut serta.


"Kok Bang Bara ikut, habisi saja makanannya bersama Jelita," ucap Syafiq.


"Kamu bilang akan ada hal buruk, semakin ramai orang semakin baik, siapa tau kalian butuh pertolonganku," ucap Bara membuka dompetnya lalu meletakkan uang 100 ribu di bawah piringnya.


Mereka semua membuntuti Syafiq dari belakang mengikuti arah tujuannya.


Sesampainya di tempat, seorang gadis yang sedang menangis berdiri di pagar jembatan.


"Itu seperti ada orang yang ingin bunuh diri," ucap Sahara yang duduk di samping Syafiq.


"Ya itulah yang aku bilang sesuatu hal buruk terjadi," ucap Syafiq melajukan mobilnya.


Mobilnya langsung berhenti di belakang gadis itu.


Sahara dan Syafiq langsung keluar mobil.


"Hey! Apa yang kamu lakukan!" teriak Sahara memegang tepi baju bagian belakang gadis itu.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


terima kasih


__ADS_2