
Syafiq terkejut.
"Astaga! rezekiku di patong ayam nih," ucapnya bangun dari tidurnya dan segera masuk dalam kamar mandi.
"Lho mana Syafiq? Di panggil kok nggak menyahut, apa masih tidur kali ya," ucap Sahara dan ia pun kembali ke dapur.
"Mana Syafiq?" tanya Grizelda.
"Belum bangun mungkin," jawab Sahara.
"Ya udah, kita sarapan aja dulu, bentar lagi berangkat ke perusahaan," ucap Gtizeda.
Syafiq pun berganti pakaian dan sudah rapi, ia keluar dari kamar dan menuju ruang makan.
"Eh, udah bangun rupanya, udah ganteng aja," goda Grizelda.
"Hehe tentu saja, aku 'kan emang dari lahir gantengnya," ucap Syafiq menyeringai dan duduk di meja makan.
Sahara mengambil piring dan meletakkan nasi goreng dan telor ceplok di atasnya dan meletakkan di depan Syafiq.
"Sarapan dulu, sudah kenyang baru siap beraktivitas," ucap Sahara.
"Terima kasih cantik," ucap Syafiq tersenyum sambil menyantapnya dengan lahap.
"Sekarang bilang cantik, dari dulu nggak pernah bilang cantik, dasar laki-laki buaya," ucap Sahara.
"Eiiitt... kamu memang cantik kok, nggak mungkin aku bilang ganteng," ucap Syafiq memiringkan sudut bibirnya.
"Ini kalian bikin sendiri ya, enak banget," ucap Syafiq mengangguk-angguk.
"Mana enak, masakan aku apa masakan koki yang kamu punya itu?" tanya Grizelda.
"Perempuan pasti begini nih, minta di bandingin, giliran jujur ngambek, giliran bohong marah, aku memang tak punya pikihan jadinya," ucap Syafiq dalam hati dengan senyum yang kebingungan.
"Hm kalian berdua masakannya enak kok," ucap Syafiq dengan maksud mengambil jalan tengah.
"Bohong," uca0 Grizelda.
"Nah! Jalan tengah pun nggak bisa mujur," ucap Syafiq dalam hati.
__ADS_1
"Hm... nggak bohong, cuma kamu yang enak khusus masak yang ini, sedang koki itu enak masakannya khusus yang itu, setiap orangkan pasti ada kelebihan dan kekurangannya, benerkan Sahara," ucap Syafiq meminta pembelaan agar tidak tambah panjang jalan ceritanya.
"Iya juga sih, setiap orang ada kekuarangan dan kelebihan, orang ini cacat misalnya tapi ia bisa melukis, dan orang ini tidak cacat, tapi nggak bisa melukis," jawab Sahara.
Grizelda terdiam.
Syafiq lega karena Grizelda akhirnya terdiam mendengar ucapan Sahara meskipun di luar pembicaraannya karena tadinya masalah masakan menjadi orang cacat.
"Kalian langsung ke perusahaan ya, aku mau lihat pengerjaan mereka di vila itu udah berapa persen pengerjaannya," ucap Syafiq.
"Wah... aku nggak sabar ingin melihat tempatnya," ucap Grizelda mengengam tangannya dan tersenyum lebar.
"Jika sudah jadi, aku ingin berenang di pantai sepuasnya dan menikmati hidup," ucap Sahara menghayal.
"Terus, Glinda dan Jelita sudah tahu?" tanya Syafiq.
"Belum, kami memang sepakat untuk tidak mengatakannya terlebih dahulu," ucap Sahara.
"Cuma kak Jelita ada tanya, tempatnya sudah dapat apa belum, kami jawab udah dapet cuma tempatnya bukan di pantai melainkan di hutan," ucap Grizelda sambil tertawa.
"Kalian bohongnya kelewatan banget, mereka sudah pergi kerja?" tanya Syafiq.
"Ya udah, kalian berangkat ke perusahaan, aku langsung menuju ke sana," ucap Syafiq sambil menenguk segelas air.
"Oke!" jawab Sahara.
Syafiq pun berdiri dan berjalan hingga ke tepi jalan dan mencari taksi.
"Eh Syafiq nggak bawa mobilnya ya, kalo gitu biar aku aja yang bawa," ucap Grizelda.
"Bawa aja," jawab Sahara dan mereka pun berangkat ke perusahaan.
"Kemana pak?" tanya supir taksi.
"Ke showrom mobil," jawab Syafiq.
"Baik pak," angguk supir mobil itu melajukan mobilnya menuju tujuan Syafiq.
Sesampainya di sana.
__ADS_1
"Berapa ongkosnya?" tanya Syafiq.
"100 ribu," ucap supir itu.
Syafiq membuka dompetnya dan menyerahkan selembar uang merah.
"Terima kasih," ucap Supir taksi itu dan kembali melajukan mobilnya mencari pelanggan yang lain.
Syafiq masuk ke dalam showroom.
"Selamat datang Tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya pegawai toko itu.
"Saya ingin mencari mobil, bisa tunjukkan mobil yang cocok untuk saya," ucap Syafiq.
"Mari Tuan, saya tunjukkan," ucap Pegawai itu.
Syafi pun mengikutinya dari belakang.
"Silakan di pilih, semoga Tuan suka," ucap pegawai itu.
"Baiklah, aku pilih yang ini, ini, ini dan itu dan di sana juga," ucao Syafiq memilih 5 buah mobil.
"Baik Tuan kami akan mengeluarkan mobilnya dan Anda silakan mengisi data Anda dan menyelesaikan pembayarannya," ucap pegawai itu.
"Baiklah," angguk Syafiq menuju kasir.
"Silakan isi data Anda, saya akan mengecek mobilnya," ucap kasir itu dan menuliskan mobil yang Syafiq beli.
"Saya sudah mengeceknya dan sudah menjumlahkan semuanya dan harganya ke 5 mobil itu yaitu 340 milyar," ucap kasir itu.
"Baiklah," ucap Syafiq mengeluarkan kartu ATM-nya dan mengesek di mesin pembayaran.
Ding ding
Hadiah Anda kurang 340.000.000.000
Sisa hadiah Anda 1.700.457.000.000
Bersambung
__ADS_1