
Syafiq memilih diam, karena ia sendiri pria di sana.
Mereka melahap makanannya dan tak terasa sudah habis.
"Oh ya, kalian mau ikut ke perusahaan nggak?" tanya Syafiq.
"Hm... kayaknya nggak deh, aku capek banget," ucap Sahara.
"Oke! yang lain?" tanya Syafiq melihat ke arah Jelita, Grizelda dan Glinda.
"Aku nggak juga," jawab Glinda.
"Maaf ya Syafiq, besok ya aku lihatnya," ucap Jelita.
"Oke! Tidak masalah," jawab Syafiq mengangguk-angguk. "Ya udah kalian istirahat aja di rumah," pesan Syafiq.
"Aku ikut," ujar Grizelda tiba-tiba.
"Hm... Oke! Baiklah, tapi aku mandi dulu ya" ujar Syafiq.
"Iya, jangan lupa pake sabut," celetuk Glinda.
"Ya pastilah," ucap Syafiq menuju kamarnya.
"Oh iya, aku juga mau mandi, aku mandi dulu ya," ucap Grizelda tersenyum.
"Iya, jangan lupa pake air," sahut Glinda lagi.
"Ayolah sayang, selama ini apa aku pernah lupa mandi pake air," ucap Grizelda tertawa.
"Siapa tau hanya pake gayung aja," ucap Glinda lagi.
"Ya udah aku masuk dulu, ucap Grizelda masuk ke kamarnya.
"Oh ya, aku penasaran dengan isi kamar Syafiq," ucap Jelita.
__ADS_1
"Yuk intip," ucap Sahara.
Mereka bersama-sama masuk ke kamar Syafiq.
"Wah... kamarnya luas banget ya, tempatnya juga mewah ada lampu kristalnya juga, sepertinya Syafiq tidak menyukainya barang-barang aneh deh, nyatanya di biarkan kosong tanpa hiasan," ucap Jelita.
Mereka duduk di kasur yang empuk dan besar dan baring-baring di sana.
"Astaga! Ngapain kalian di sini!" teriak Syafiq.
"Cuma lihat-lihat aja," ucap Jelita melihat Syafiq yang untungnya dia memakai handuk.
"Ayolah, kaliankan punya kamar masing-masing, pamali masuk kamar Pria," ucap Syafiq.
"Heleh, banyak gaya kau," ucap Glinda yang tidak peduli dengan ucapan Syafiq.
"Udah, aku mau ganti baju, kalian keluar sana, atau kalian ingin melihatnya ya?" ucap Syafiq menyunggingkan senyumnya.
"Nggak tertarik melihat punya kamu," ucap Sahara dan mereka masing-masing keluar dengan wajah memerah.
Syafiq mengantikan bajunya dan siap-siap ingin berangkat keperusahaannya.
"Ya udah aku pergi dulu ya teman-teman, dada," pamit Grizelda.
"Dada, hati-hati kamu di bawa ke semak-semak oleh Syafiq," sahut Glinda lagi.
"Ngapain ke semak, mau nangkap kadal?" sahut Syafiq.
"Siapa yang tahu," ucap Glinda mencibir.
"Udah deh kak, jangan becanda ah," ucap Grizelda.
"Hm... Jelita, pinjam mobilmu donk," ucap Syafiq.
"Nih kuncinya," ucap Jelita melempar kuncinya ke Syafiq.
__ADS_1
"Oke aku pakai dulu," ucap Syafiq.
Jelita mengangguk.
Syafiq dan Grizelda pun masuk maobil dan mereka melaju kencang di jalanan.
Ding ding
Misi baru
Seorang wanita di buang pacarnya di dalam semak di persimpangan jalan, temukan dia.
Hadiah 2.000.000.000
Syafiq memelankan mobilnya melihat persimpangan jalan dan kemudian ia masuk ke sana.
"Lho? Ini bulan jalan ke perusahaankan?" tanya Grizelda.
"Emang bukan," jawab Syafiq.
"Lalu kita ke mana?" tanya Grizelda penasaran.
"Ke semak-semak," jawab Syafiq.
"Apa! Jadi yang di katakan kak Glinda itu benar!" teriak Grizelda.
"Hey... kalian perempuan ini pikiran aneh-aneh saja dan malah percaya dengan leluconnya Glinda, aku karena ada sesuatu hal yang ingin ku lihat," ucap Syafiq.
"Apaan? Awas kalo kamu ngapa-ngapain," ancam Grizelda.
"Rumahku luas, ngapain juga di semak-semak kalau mau melakukannya," ucap Syafiq.
"Iya juga ya," ucap Grizelda dalam hati.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
terima kasih