
"Jika ingin hidupmu bahagia, maka minta maaflah pada ibumu, karena menelantarkan dia, kau sama sekali tidak mendapat kebahagian apa pun," ucap Syafiq.
Pria itu masih terdiam.
"Mas, maafkan saja ibu, benar apa yang di katakan mereka," ucap sang istri.
"Untuk apa aku memaafkan dia, coba saja dia tidak berbuat kesalahan membakar berkas usahaku, mungkin dia masih tinggal di sini beberapa hari sebelum aku mengantarnya ke panti jompo," ucap pria itu.
"Tega sekali kamu Nak," ucap nenek itu.
"Jika kamu tidak mau minta maaf tidak masalah, tapi kamu yang keluar dari rumah ini sebagai bayaran karena sudah melahirkanmu, dan kau juga harus mengirim uang sebagai ganti karena dia sudah merawatmu," ucap Syafiq.
"Bagaimana mungkin! ini hasil jerih payahku, aku yang membangunnya! Aku yang terus bekerja siang dan malam, toh selama di sini dia makan dan tidur gratsi," jawabnya ngotot.
"Selama ini hasil jerih payahnya ia beri padamu, bahkan dia rela tak makan demi kamu, sedangkan kamu pernah seperti itu padanya? Pikirkan baik-baik karena suatu saat nanti jika kau seperti ini kepada ibumu, kau juga di perlakukan oleh anakmu juga, hidupmu juga penuh kemalangan dan tidak akan senang," ucap Syafiq.
"Bukan urusanmu, terserahku saja, ini adalah hidupku!" ucap pria itu kasar.
"Sudah Tidak apa-apa, aku ingin pulang saja, semoga di kampung masih ada yang menginginkan aku," ucap Nenek itu menitikkan air mata.
"Ya sudahalah, sepertinya anak nenek ini memang keras kepala, doakan saja yang terbaik untuknya," ucap Syafiq membalikkkan badan membawa nenek itu.
Tiba-tiba saja, pria itu dapat telpon jika anaknya kecelakaan dan sekarang di rumah sakit dan tempat usahanya tiba-tiba saja di bakar orang yang tak di kenal.
Syafiq pun membawa nenek itu kembali masuk mobil.
"Nenek mau pulang ke mana?" tanya Syafiq.
"Pulang ke kota T," ucap Nenek itu berusaha kuat dan tidak menangis.
"Ibu tunggu!" teriak Pria itu mengejar mobil Syafiq.
"Tidak usah pedulikan dia," ucap nenek itu.
__ADS_1
Meskipun ia tak rela, namun ucapan anaknya terlalu menyakiti hatinya.
"Ibu tunggu, maafkan aku!" teriak anaknya sambil menagis dan mengejar mobil Syafiq.
Syafiq melihat pria itu dari kaca spion, di lihat dia sangat menyesal atas perbuatannya, sayangnya dia tidak menyesalinya dari awal.
"Aku antar ke terminal ya Nek," ucap Syafiq.
Nenek itu mengangguk.
Syafiq pun melajukan mobilnya menuju terminal.
Sesampainya di sana, Syafiq turun dan membawa nenek itu keluar.
"Pak jam berapa travel ke kota T berangkat ?" tanya Syafiq kepada celonya.
"Hm… 1 jam lagi berangkat bang," ucap Celo.
Syafiq membayar ongkosnya kemudian membawa nenek itu masuk kembali ke dalam mobilnya.
"Nek, ini uang untuk nenek, uangnya aku masuk ke dalam tasnya, nenek pegang terus tasnya jangan sampai di ambil orang lagi ya, jangan di buka tasnya di depan orang ya," ucap Syafiq.
Nenek itu terbelalak melihat banyaknya uang yang di masukkan Syafiq ke dalam tasnya.
"Ini banyak sekali, apa tidak apa-apa kamu memberi banyak itu kepada Nenek, terus bagaimana dengan kamu?" tanya Nenek itu.
"Uangku masih banyak Nek, uang segini tidak rugi jika aku memberikan kepada Nenek," ucap Syafiq.
"Ayo, nek masuk ke dalam travelnya, sebentar lagi berangkat," ucap Syafiq membawa nenek itu keluar.
Nenek pun ia bantu masuk ke dalam mobil duduk di depan.
"Nenek hati-hati ya, semoga sampai tujuan, nenek sehat-sehat ya, dan makan makanan yang enak-enak," pesan Syafiq meletakkan tas di pangkuan nenek tersebut.
__ADS_1
"Terima kasih ya Nak, semoga kamu terus menjadi orang baik membantu orang yang susah seperti nenek, semoga rezekimu lancar terus ya nak," ucap Nenek itu memegang tangan Syafiq sambil menangis.
"Iya, terima kasih Nek. Pak supir tolong jaga nenekku ini ya, pastikan dia selamat di jalan," pesan Syafiq.
"Aman Bang," ucap pak supir mengacungkan jempolnya.
"Ya udah Nek, aku pergi dulu, jaga kesehatan ya nek," ucap Syafiq lagi.
Nenek itu mengangguk dan menyeka air matanya merasa sangat sedih dan terharu.
Syafiq pun masuk ke dalam mobilnya meninggalkan terminal tersebut.
Ding ding
Hadiah Anda di kurang 500.000.000
Sisa hadiah Anda 2.516.447.000.000.
Ding ding
Misi selesai
Selamat Anda mendapatkan 500.000.000.000
Hadiah Anda menjadi 3.016.447.000.000
"Eh baru ku sadar, mereka kemana perginya?" tanya Syafiq baru sadar kalau pacar dan teman-temannya menghilang.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1