
"Gaji dia kan 5 juta, hais.... sayang sekali ya, jika sempat dia di tangkap dan tentu saja tempat ini tidak menerimanya lagi," ucap pegawai itu masih bergosip
"Karena tergiur oleh uang yang tak seberapa akhirnya hilang kerja seumur hidup," sahut mereka lagi.
"Ya sudahlah usah pikiran lagi," ucap mereka kembali kerja.
"Ya iyalah usah pikirkan lagi, karena kalian sudah puas bergosip," ucap Glinda dalam hati.
Ding ding
Misi selesai
Selamat Anda mendapatkan hadiah 3.000.000.000
Hadiah Anda menjadi 11.998.000.000.
Selamat Anda mendapatkan 20 poin
Poin Anda menjadi 240 poin
"Bapak Syafiq dan Ibu Grizelda," panggil pegawai itu.
"Saya," ucap Grizelda menunjuk tangan dan ia langsung berdiri.
"Kok cepat banget ya perasaan masih lama antriannya," ucap Grizelda heran.
"Maaf ya bapak-bapak dan ibu-ibu yang lain, mereka ini di berikan secara khusus karena sudah membantu menangkap penjahat yang kabur, jadi jangan merasa di lewatkan ya," ucap pegawai itu.
"Oh gitu? Lalu di mana Syafiq?" tanya Grizelda melihat sekeliling.
"Tapi yang nangkapkan cuma laki-lakinya aja, kenapa perempuan itu juga ikut?" tanya mereka protes.
"Iya, karena yang perempuannya adalah istrinya," ucap pegawai itu.
Mereka pun terdiam.
"Upsshh... istrinya, ya sudahlah ada gunanya juga si Syafiq itu nggak perlu nunggu lama-lama," ucap Grizelda masuk ke ruangan dan di sana ternyata sudah ada Syafiq.
__ADS_1
"Kamu udah duluan kok nggak bilang-bilang," ucap Grizelda menepuk pundak Syafiq.
"Aduh... kan udah di panggil itu tadi," ucap Syafiq memegang pundaknya yang di pukul Grizelda.
"Baiklah, apa kalian suami istri?" tanya pegawai itu.
"Bukan pak, kami hanya temanan aja," jawab Grizelda.
"Oh kami pikir kalian sudah menikah, baiklah jika begitu kalian isi datanya," ucap pegawai itu menyerahkan selembar formulir.
Syafiq dan Grizelda mengisi formulirnya dan kembali menyerahkan ke pada pegawai itu.
"Baiklah kami akan proses," ucap pegawai itu menerima formulir dari mereka berdua.
Setelah sekian jam menunggu, akhirnya paspor mereka pun selesai dan besok mereka akan siap berangkat.
Note: Maklumi saja prosesnya cepat karena ini hanya fiksi, kalau prosesnya lama ya itu hanya ada di dunia nyata, seperti kamu ngurus ktp sampai sekarang nggak jadi-jadi😂😂😂😂
"Ayo kita ke loket pesan tiket pagi," ucap Syafiq.
"Ya udah kalau gitu kita ke bank aja," ucap Syafiq.
"Ngapain? Nabung?" tanya Grizelda.
"Udah jangan cerewet, ikut saja," ucap Syafiq.
Mereka kembali menuju mobilnya dan segera berangkat menuju bank.
Sesampainya di bank, Syafiq memberhentikan mobilnya.
"Kamu di sini aja tunggu di mobil," ucap Syafiq.
"Baiklah," angguk Grizelda menurut.
"Semalat siang Tuan, Ada yang bisa kami bantu?" tanya pegawai itu.
"Iya, saya ingin buatkan kartu ATM dan menyimpan uang," ucap Syafiq.
__ADS_1
"Baik Tuan, berapa nominal yag ingin Anda simpan?" tanya pegawai itu.
Syafiq menundukkan kepala dan kemudian ia memegang uang lalu meletakan uang tersebut di atas meja.
Pegawai itu terheran-heran. "Perasaan dia datang tadi nggak bawa uang kenapa bisa ada uang sebanyak ini, dari mana keluarnya?" tanya pegawai itu heran.
Karena penasaran pegawai itu ikut membungkukan badan melihat di bawah meja dan di sana tidak ada apa-apa.
"Anda lihat apa di bawah mbak, uangnya ada di atas semua," ucap Syafiq.
Dan pegawai itu kembali berdirikan badannya dan kepalanya malah kejedut meja.
"Awwww... sakit!" rintih pegawai itu sambil memegang kepalanya.
"Hati-hati mbak, nanti otak mbak konslet," ucap Syafiq tersenyum. Pegawai itu langsung manyun.
"Sialan! Dia mempermainkanku," kutuk Pegawai itu dalam hati.
Pegawai itu membawa uang yang di atas meja dan membawanya ke mesin hitung uang otomatis dan tercatat semuanya 11.998.000.000.
"Ini uang Tuan banyak sekali, ini pasti hasil korupsi ya?" tanya pegawai itu membalas kekesalannya.
"Eh sembarangan aja, aku tuh pengusaha muda, mana mungkin aku korupsi di perusahaanku sendiri," ucap Syafiq tersenyum.
Pegawai itu hanya diam saja tanpa menjawabnya.
"Baik ini kartu Anda sudah selesa, Anda silakan pergi," ucap pegawai itu meletakkan kartu Atm Syafiq yang sudah jadi di atas meja.
"Kasar amat Mbak," ucap Syafiq mengambil kartu Atm-nya.
"Siapa suruh kamu nyebelin," ujar pegawai itu dalam hati.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1