Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO

Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO
Episode 101


__ADS_3

Mereka berdua pun duduk secara bersamaan.


“hmm, baiklah, nanti aku yang akan minta bi Ijah untuk tinggal disini sementara waktu.” Ucap Ansell seraya memandangi Ahreum yang tengah mengambil mie instan dipanci dan dimasukannya ke dalam mangkuk miliknya.


“oke.” Respon Ahreum lengkap dengan senyuman merekahnya dan siap menyantap mie instan.


“kau.. tidak membenciku?” tanya Ansell lagi sembari mengambil mie instan ke dalam mangkuknya.


“tidak..” sahut Ahreum dengan mulut yang dipenuhi makanan.


“bahkan setelah semua yang sudah ku lakukan padamu?”  lanjut Ansell yang juga ikut menikmati mie instan miliknya.


“hmm.. gak apa-apa, aku baik-baik aja.” Respon Ahreum lengkap dengan senyuman hangat dan juga kedua matanya yang menyipit.



“ahh iya, bagaimana kabar kak Abi?


kau harus berterimakasih padanya karena sudah menggantikanmu, jika kau yang datang tadi siang mungkin sekarang kau yang babak belur dipukuli ketiga temanku.” Tambah Ahreum.


“maafkan aku.” Ucap Ansell seraya meraih lengan mungil Ahreum kemudian digenggamnya erat, sebab ia masih merasa menyesal karena sudah banyak menyakiti istrinya tersebut.


“aku.. baik-baik aja. Kau gak perlu khawatir, karena aku ga selemah yang kau bayangkan. Hehee.” Timpal Ahreum lengkap dengan senyum merekahnya, lalu menarik lengannya dari genggaman Ansell karena ia ingin kembali melanjutkan makan mie instan.


“aku serius, bagaimana kabar kak Abi, apa dia ada dirumah sakit atau pulang ke rumahnya?


Kurasa wajahnya benar-benar tampak kacau. Amm.. mungkin gak ya kalau nanti kak Abi menuntut ketiga temanku?” lanjut Ahreum yang tak ingin membuat suasana kembali canggung karena rasa bersalah Ansell padanya.


“Abi bukan lelaki yang seperti itu, dia tidak akan mungkin menuntut kalian. Tapi kalau dilihat sih lukanya memang cukup parah, darimana sebenarnya kau memungut mereka?!


apa mereka itu titisan preman sampai bisa bertindak brutal seperti itu.” seru Ansell yang kembali bersikap seperti biasanya membuat Ahreum terkekeuh dengan nada ngegas Ansell.

__ADS_1


“hehee, ini rahasia sih, tapi aku akan memberitahukannya padamu, sebenarnya..” ucap Ahreum seraya mencondongkan tubuhnya kearah Ansell lengkap dengan gerakan seseorang yang hendak berbisik pada lawan bicaranya.


“ayah Nayeon adalah seorang kepala gangster.” Lanjut Ahreum yang membuat Ansell sontak membulatkan kedua matanya.


“apa?!


Yak! kenapa kau malah berteman dengan makhluk-makhluk mengerikan seperti itu. Baguslah, aku sudah melarangnya untuk bertemu denganmu.” Timpal Ansell.


“eeyyt, kau tahu, sebenarnya aku lebih mengerikan darinya hehehe.” Goda Ahreum seraya menoel lengan Ansell lengkap dengan tatapan nakalnya.  


“mengerikan? Maksudmu kau pandai bela diri gitu.” Sahut Ansell.


“he’eum, semacam itulah, hehee. Aku bahkan bisa mematahkan lehermu dengan 1 tanganku.” Ujar Ahreum lengkap dengan raut wajah yang mendukung, membuat Ansell menelan ludah sesaat sebelum akhirnya kembali tersadar.



“hhahaaha!! Bela diri dengkulmu, jika kau bisa bela diri seharusnya kau bisa menghadapi seseorang yang dulu membuntutimu dikampus, dan kemarin dihutan juga kau hanya pasrah ikut bersamanya tanpa perlawanan apapun. Jangan membual!” sinis Ansell dengan diiringi tawa mengejeknya.


“eyyyt.. aku hanya tak ingin menunjukannya padamu, jika kau melihat diriku yang sebenarnya mungkin kau akan pipis dicelana karena saking terkejutnya. Hihihi!” balas Ahreum masih dengan senyuman nakalnya.


“hhahhaa..” Ahreum pun tertawa dengan diselingi hirupan ingus yang sedari tadi berlomba ingin keluar dari kedua lubang hidungnya.


“kau tidak kuat pedas ya?” tanya Ansell yang menyadari Ahreum kini yang tengah berperang dengan rasa pedas mie instan yang sudah hampir habis dalam mangkuknya.


“ahh? Amm.. aku suka pedas tapi sepertinya tubuhku yang menolak hhehe.” Sahut Ahreum yang kemudian melahap suapan terakhirnya.


“apa yang kau lakukan!” pekik Ansell seraya menahan mangkuk Ahreum, karena sepertinya Ahreum hendak meminum habis kuah mie instan.


“sudah cukup, kuahnya jangan diminum juga Ahreum.” Lanjut Ansell disaat Ahreum masih bersikeras mengangkat mangkuknya.


“ahhhhh lepaskan.. huhh.. haah..” kekeh Ahreum yang bersikeras ingin meminum kuah mie nya dan mengabaikan larangan suaminya.

__ADS_1


“kau ini keras kepala sekali, bagaimana jika kau sakit perut.” Gerutu Ansell yang akhirnya mengalah dan membiarkan Ahreum meneguk habis kuah mie instannya.


Ssllruupppp!!.. tampak jelas sekali suara saat Ahreum menyeruput habis kuah mie instannya, kemudian meletakan kembali mangkuknya ke atas meja dan menunjukan senyum lebarnya pada Ansell tanda jika kini benar-benar bahagia telah menghabiskan semangkuk mie instan tanpa tersisa sedikitpun.


Sementara itu Ansell hanya menggeleng kepalanya melihat tingkah laku istri mungilnya tersebut. Kemudian meletakan alat makannya ke dalam mangkuk serta hendak bangkit dari kursinya karena sesi makan malamnya telah usai.


“biar aku aja yang mencucinya!” seru Ahreum yang kemudian ikut bangkit seraya mengambil mangkuk yang tengah digenggam Ansell lalu disusun keatas mangkuknya. Ia pun bergegas menuju wastafel untuk mencuci semua alat makan yang dipakainya bersama dengan suaminya.


“hmm, aku sudah memperingatkanmu ya, awas aja kalau tengah malam atau besok pagi kau mengeluh sakit perut!” ujar Ansell seraya membawa panci bekas mie instan kemudian diletakannya diwastafel.


“ya kalau sakit peruh mah kan tinggal ke kamar mandi aja hehee.” Celetuknya disela aktifitasnya mencuci mangkuk serta alat makan lainnya, dengan sesekali melirik kearah Ansell yang masih berdiri disampingnya.


“augghh kau ini!!” seru Ansell yang refleks mencubit pipi Ahreum karena saking gemasnya. Ahreum pun sontak membulatkan kedua matanya karena terkejut tak menduga jika Ansell akan bereaksi seperti itu padanya.


Melihat Ahreum yang tiba-tiba membeku dengan pandangan kagetnya yang mengarah padanya membuat Ansell ikut salah tingkah dan tersadar akan tindakannya kini benar-benar diluar kendalinya. Ia pun langsung menarik kembali tangannya dari pipi mulus Ahreum lengkap dengan raut wajah canggung dan pipinya yang mulai memerah.


Ahreum pun terkekeh untuk mencairkan suasana kala itu kemudian menciprat wajah Ansell dengan kedua tangannya yang penuh busa sabun, sehingga membuaat keduanya pun kini kembali tertawa dan bermain-main saling menciprat layaknya adegan romantis yang bisa kita temui dalam drama korea. Uuwwuuu..


“yak! hentikan-hentikan, nanti dapurnya licin.” Seru Ansell yang hendak menyudahi aksi main-main sabunnya.


“heheheehee!!”


Namun sepertinya Ahreum tak ingin mendengar Ansell, gadis mungil itu terus saja menciprat Ansell dengan busa-busa sabun yang masih menempel dikedua tangannya. Sementara Ansell hanya bisa memblokir wajahnya dengan kedua telapak tangannya agar percikan sabun tersebut tidak terkena matanya.


“kalau licin kan nanti tinggal di pel aja, gitu aja kok repot hehehee!!” seru Ahreum yang tak hentinya menyerang Ansell, tak puas hanya dengan mencipratnya,  Ahreum pun hendak mengelapkan busa sabunnya ke wajah mulus suaminya itu masih dengan diiringi tawa nakalnya.


Namun naas saat Ahreum hendak berjinjit untuk menggapai wajah suaminya, kedua kakinya seperti akan tergelincir hingga membuat tubuh Ahreum pun goyah dan menubruk tubuh Ansell yang kekar.


Sementara itu Ansell yang terkejut mendapat dorongan dadakan dari tubuh Ahreum, membuat pertahanan kakinya goyang, ditambah dengan licinnya lantai saat itu sehingga keduanya pun terpeleset dengan posisi Ahreum yang menimpa tubuh suaminya.


Perlahan Ahreum mengangkat wajahnya yang berada diatas dada bidang Ansell, dilihatnya Ansell tengah menatapnya lekat layaknya adegan romance dalam drama mereka pun saling melempar tatapan intens dengan detak jantung yang sama-sama berdegup kencang. 

__ADS_1


Bersambung...


***


__ADS_2