Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO

Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO
Episode 174


__ADS_3

Setelah memutuskan untuk ikut andil dalam permainan anak muda tersebut, pak Jimmy pun bergegas kembali ke dalam dan mengganti pakaiannya, ia mengubah style nya dengan kaos oversize serta celana berwarna hijau dengan logo ceklis diujung celana kolornya.


Lengkap dengan sebuah peluit yang berada dilehernya, ia pun melenggangkan kakinya untuk kembali bergabung diantara para anak muda yang tengah asyik bermain-main air selagi menunggu kemunculan wasit yang akan memandu pertandingan sengit antara tim Fresh dan tim Beauty.


Fruuiiitttt.. Fruuiiittt!!.. Peluit pun dibunyikan tanda permainan akan segera dimulai. Pak Jimmy menyeret 1 kursi kecil kemudian ditempatkannya ditepi kolam diantara batas tim Fresh dan tim Beauty.


“oke. Siapa yang akan memulai serve?” tanya pak Jimmy seraya memegangi peluitnya dan menatap ke kedua tim secara bergiliran begitu mendudukan bokongnya diataas kursi.


“batu gunting kertas!!” seru Ahreum seraya mengangkat 1 tangan ke atas dan menatap karibnya yang berada diposisi terdepan sama seperti dirinya saat ini.


Tanpa menunggu lama, Nayeon pun mengangkat 1 tangannya lengkap dengan sorot mata tajamnya yang tampak mengintimidasi.


“batu gunting kertas!!” seru Ahreum kembali seraya mengeluarkan bentuk pilihannya bersamaan dengan Nayeon yang juga telah memilih bentuk yang menurutnya akan membawa tim nya dalam kemenangan.


“aughhhh!!” dengus Ahreum sedikit kesal lantaran kalah dalam pertarungan gunting kertasnya, yang membuat tim Fresh memiliki kesempatan untuk melakukan serve pertama.


“berikan bolanya!” perintah Nayeon diiringi tatapan mengejeknya pada tim lawan.


Dengan malas Franky pun melempar bola karet tersebut pada pihak lawan.


“gak apa-apa, kau hanya kalah dalam suit, bukan dalam permainan Ahreum. Ayo kita tunjukan kemampuan kita yang sesungguhnya!!” Ujar Hanna yang mencoba membakar kembali semangat juang karibnya itu.


“oke berarti tim Fresh yang akan memukul pertama, siap….”


Fruuiiittttttttttt!!! Peluit pun kembali dibunyikan tanda jika permainan telah dimulai, bersamaan dengan berakhirnya bunyi peluit, Abi pun memukul bola dengan segenap tenaga seolah ia tengah memukul bola voli sungguhan.


Dan alhasil bola tersebut melayang jauh hingga ke ujung kolam.


“YEEAAAAHHH.. uuhuuyyyy!!!” sorak Nayeon girang seraya memutar tubuhnya kemudian berjalan cepat menuju Abi untuk melakukan tos dengannya.


Dengan senang hati Abi pun membalas high five Nayeon diiringi senyum lebarnya.


“oke 1 point untuk tim Fresh.”

__ADS_1


Sementara itu disisi lainnya tampak raut-raut wajah suram begitu pak Jimmy mengumumkan poin tim mereka.


“oke kita mulai lagi, kali ini peraturannya sedikit berbeda, yang kalah yang akan melempar bola dengan begitu akan adil.” Seru pak Jimmy.


“eeeyyy… peraturan darimana itu.” keluh Nayeon.


“YEEAAAAHHH!!!” seru Hanna yang kembali bersemangat. “Ayoo Frank.. berikan mereka pukulan yang mematikan!” tambahnya lagi.


Fruuuiitttt!! Peluit pun kembali dibunyikan tanda Franky mesti memukul bolanya ke arah lawan.


“yaak! Dia pasti akan melemparnya jauh, jadi harus lebih mundur!” ujar Ansell yang kini mulai ikut bersuara dan mulai serius dengan pertandingan yang mereka mainkan.


Pllllaakkkk!! Bola pun kembali dipukul dan melayang tinggi ke sisi lawan.


Membuat ketiganya mengarahkan pandanganya keatas menunggu saat-saat bola tersebut mendarat lengkap dengan posisi siaganya.


Karena pukulan Franky cukup keras membuat bola tersebut melayang jauh ke luar kolam kemudian menghantam tiang lampu dan bola tersebut pun kembali memantul ke kolam ke area dekat Nayeon berada.


“Yuhuuuuuu!!! PUPUPUPUUUUUU!!” seru Hanna lengkap dengan gerakan selebraasinya karena telah menyamai poinnya dengan tim Fresh.


“kerja bagus Frank!!” tambah Ahreum seraya menjulurkan kepalan tangannya pada Franky, dengan senang hati Franky pun menerima tos kepalan tangan ala Ahreum lengkap dengan senyum lebarnya yang membuat Ansell dibakar api cemburu.


“maaf tuan nona, lemparan tersebut tidak sah!” seru pak Jimmy yang menghentikan acara selebrasi dari kubu Beauty.


“Lahhh?!! Kenapa? bukankah bolanya masuk pak Jimmy.” Keluh Hanna yang tak terima dengan keputusan sang wasit dadakan tersebut.


“Iyaa nih pak Jim.. sebut saja itu sebagai keberuntungan tim Beauty.” Tambah Franky yang ikut menyuarakan pendapatnya.


“ayo ulangi lagi aja.” Timpal Abi yang memihak pada pak Jimmy seraya memegangi bola karetnya.


“bolanya akan keluar jika tidak menghantam tiang lampu nona Ahreum, nona Hanna. Jadi mari kita ulangi kembali.” Tegas pak Jimmy yang tetap konsisten pada keputusannya.


“eeyyyy.. kau sih mukulnya pake tenaga dalam! Penuh perhitungan dong!” gerutu Hanna pada Franky.

__ADS_1


“Kita rubah peraturannya aja. Kalian tidak boleh memukul dengan keras, mari kita melemparnya dengan 1 sentuhan saja. pukul dengan pelan oke. Agar setidaknya bisa saling menerima bola bukan hanya menserve.” Ujar pak Jimmy yang bangkit dari kursi seraya menatap ke arah para muda mudi dikolam.


“OKE, pak Jimmy. Ayo kita mulai lagi!” sahut Ahreum.


Bola pun kembali dilambungkan pada kubu Beauty untuk mengulang serve.


“pukul yang benar Frank, jika kita menang, aku akan mentraktirmu daging sapi premium.” Ucap Hanna kala Franky bersiap melempar bola karet ke pihak lawan.


Kali ini lemparannya sedikit melunak dan sepertinya akan mendarat didekat Nayeon. Meski sudah mencoba mempersiapkan diri menerima bola tersebut, namun naasnya Nayeon kembali terjatuh dan tenggelam kala berusaha menggapai bola yang mendarat tak jauh dari tempatnya berada.


Sontak saja hal itu langsung disambut sorakan bahagia dari kubu Beauty kala mereka kembali mendapatkan 1 poin yang akan membawa mereka pada kemenangan.


“Yak!! jika tak bisa bermain, keluar saja!” bentak Ansell pada Nayeon untuk melampiaskan kekesalannya pada Franky yang jauh darinya.


“Yak! aku sudah berusaha sebaik mungkin, tapi kau tahu, sangat sulit menggerakan tubuhmu diair!” balas Nayeon yang tak kalah ngegas.


Permainan pun kembali dimulai. Kali ini serve akan dilakukan oleh Ansell yang telah siap dengan posisi serve nya seraya memindai ketiga lawannya kemudian berhenti pada salah seorang yang tak lain adalah Franky.


Dengan senyum smirk ia pun memukul bolanya ke arah Franky tepat setelah peluit pak Jimmy kembali berbunyi nyaring.


Fruuiiitttt!!!


Franky pun menerima lemparan bola dari Ansell kemudian mengoperkannya pada Ahreum sebelum dismash oleh Hanna sebagai sentuhan akhirnya, hingga bola tersebut pun kembali melayang ke kubu lawan.


Karena Nayeon hendak menangkis bola tersebut, kedua pria yang berada dibelakangnya hanya terdiam seraya menunggu gilirannya.


Namun naas bola tersebut malah mendarat ke kolam lantaran Nayeon yang kembali menarik dirinya. Sontak saja hal itu membuat Ansell kembali ngedumel.


“yak! Jangan bertindak seolah kau mau menerima bolanya!!” keluh Ansell yang dibalas cengiran oleh Nayeon.


“sory.. sory.. kukira bakal sampai, gak tahunya tanganku ga cukup panjang untuk mencapainya.” Ucap Nayeon yang membuat Abi hanya bisa menggeleng kepala dan tertawa renyah.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2