
“Ada apa Ben?” tanya ibunya yang penasaran karena putra sulungnya itu tak kunjung bersuara dan hanya memandangi adik perempuannya dengan wajah sendunya.
“Apa yang terjadi?” ucap Ahreum lirih dengan buliran air mata yang sudah tak sanggup ia bendung, meski Bennedict belum menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi namun entah kenapa fikiran negative telah menyelimuti benaknya sedari tadi.
“Dengarkan kakak, terjadi kecelakaan beruntun di jalan xxx,”
“Apa?!” sahut Rihanna yang tampak lebih emosional dari Ahreum yang saat ini hanya terdiam mencoba mendengar penjelasan lengkap dari sang kakak.
“dengarkan kakak dulu, Rihanna! (tegas Bennedict karena tak ingin semuanya keburu menafsirkan sesuka fikirannya masing-masing tanpa mendengar penjelasan dirinya lebih lanjut)
Kuat dugaan Ansell dan Abi memang terlibat dalam kecelakaan beruntun tersebut tapi,”
Belum sempat Bennedict menyelesaikan, kalimatnya keburu dipotong kembali oleh Rihanna yang kini terkulai lemah ketika mendengar berita buruk mengenai kekasihnya yang terlibat dalam kecelekaan tersebut.
Sehingga membuat Enzy dan Jeno yang berada disisi kanan kirinya sontak terkejut lalu mencoba membantu Rihanna untuk kembali berdiri tegap.
“astaga Hanna!!” kaget Enzy yang kemudian merangkul Rihanna begitu dirinya berhasil mengumpulkan tenaganya kembali.
“tenang dulu Hanna, biarkan kak Ben menyelesaikan kalimatnya,” imbuh Jeno seraya menepuk pundak Riahnna.
“Jadi mereka berdua dibawa ke rumah sakit mana?” ucap Ahreum dengan nada getirnya, meski air matanya sudah membanjiri kedua pipi mulusnya namun ia tetap mencoba tenang dan terus berfikir positif.
“hmm…
Menurut informasi semua korban kecelakaan sudah dibawa ke rumah sakit Haneul Jakarta,”
“kalau begitu ayo cepat kita kesana!” seru Seno yang langsung memimpin jalan dengan merangkul putrinya Ahreum, meski ia tampak tegar namun jauh dari lubuk hatinya, gadis mungil itu benar-benar hancur.
Sementara Rihanna yang masih lemas kini dipegangi oleh Jeno, selagi berjalan menuju parkiran kampus Royal collage.
Hari dimana yang seharusnya menjadi hari bahagia Ahreum, kini seketika berubah menjadi hari kelam baginya lantaran berita buruk yang tak pernah ia duga sebelumnya akan menimpa padanya.
“Ada apa ini? ngga jadi foto-foto?” tanya Nayeon yang sebenarnya hendak kembali bergabung dengan keluarga Ahreum.
“Aku akan mengendarai mobil Nayeon,” kata Jeno yang kemudian mengambil alih tubuh Rihanna sepenuhnya untuk membawanya ke mobil yang akan dikendarainya yakni mobil milik Nayeon.
Enzy mengangguk kemudian pergi masuk ke dalam mobil yang akan dikendarai oleh Seno, sedang Bennedict mengendarai mobilnya sendiri disisi lainnya.
“Ada apa sih, apa tak ada yang mau menjelaskannya padaku?” tanya Nayeon kembali begitu Jeno telah mendudukan Rihanna dikursi samping pengemudi.
__ADS_1
“Ansell dan Abi mengalamai kecelakaan, mereka berdua ada dirumah sakit Haneul, cepat masuk!” ketus Jeno sembari membukakan pintu dibagian belakang sebagai tanda jika dirinya ingin Nayeon duduk dikursi belakang alih-alih disampingnya.
“Apa?! Kok bisa?” respon Nayeon yang tak percaya denan berita buruk tersebut.
“Cepat naik! Jika tidak kau bisa tinggal disini,” tambah Jeno lagi masih dengan nada dinginnya.
Nayeon hanya menghela nafas pasrah, kemudian menuruti perintah Jeno dan masuk ke dalam mobilnya.
“ciih!!
Padahal ini mobilku,” dumel Nayeon sepelan mungkin.
...****************...
Rumah sakit Haneul Jakarta.
Sesampainya keluarga Bagaskhara dibaseman rumah sakit Haneul, 1 per 1 mereka pun turun dari mobil dan langsung bergegas menuju UGD, tempat dimana para korban kecelakaan berkumpul tengah mendapat perawatan intensif.
“tenang Hanna, percayalah, kak Abi baik-baik saja, oke,” kata Jeno sembari mencoba menahan langkah Rihanna yang hendak berlarian menuju UGD.
“bagaimana aku bisa tenang disituasi seperti ini!!” bentak Hanna yang sudah lelah dengan kata-kata positif dari orang-orang, sementara fikirannya terus saja dihantui hal-hal negative.
Setelah memastikan siapa yang memanggil nama Ahreum, Rihanna pun kembali dengan tujuannya yaitu mencari kekasihnya didalam disusul Jeno yang lebih memilih menemani Rihanna begitu pun dengan Nayeon yang terus mengintil dibelakang mantan kekasihnya.
“Maah..” sahut Ahreum, Carrisa yang sebelumnya tengah ikut serta dalam meeting departemannya langsung berlarian menuju UGD kala mendapat kabar buruk mengenai mobil putranya yang terlibat kecelakaan beruntun di jalan xxx.
“Semuanya akan baik-baik saja sayang,” ucap Carrisa yang kemudian memeluk erat menantu kesayangannya dengan deraian air mata kesedihannya, padahal dirinya sendiri pun masih belum memastikan kondisi putranya.
“sudah sudah, sebaiknya kita bergegas memastikan keadaan Ansell didalam,” sela Seno yang mencoba menyudahi situasi dramatis antara putri dan besannya.
Terdengar hiruk pikuk rintihan para korban kecelakaan yang sedang mendapat perawatan dari para petugas medis, karena banyaknya korban yang berjatuhan dengan kondisi luka beragam ada yang mendapat luka ringan ada pula yang memiliki cedera cukup parah hingga tampak cairan darah yang keluar dari beberapa anggota tubuhnya.
Membuat Ahreum yang sedari tadi mencoba kuat ditengah kegelisahan yang melanda, kini pertahanannya runtuh juga ketika beberapa petugas medis mendorong brankar melintas melewatinya dengan membawa seorang korban yang sudah ditutupi selimut putih.
Ditambah suara tangis pecah yang terdengar disudut ruangan membuat tubuh Ahreum kian bergetar, lantaran dirinya sangat mengenal suara tangisan tersebut yang tak lain adalah suara karibnya Rihanna.
Tanpa berlama-lama lagi Ahreum berlari menuju sudut ruangan dengan segala ketakutan yang terus saja menekan bagian terdalamnya.
Dilihatnya Rihanna tengah menangis sejadi-jadinya diatas tubuh seseorang yang sudah tertutup oleh kain putih disekejur tubuhnya. Sementara Jeno dan juga Nayeon hanya berdiri dibelakang Rihanna sembari ikut menangisi kesedihan yang dialami oleh karibnya saat ini.
__ADS_1
“AUGHHHH YAK!! Hikkkssss!! Hikssss!! Jantungku hampir saja berpindah tempat,” bentak Ahreum setelah memindai beberapa detik tubuh yang ditangisi oleh karibnya, dirinya jadi ikut nangis emosional karena saking kesalnya.
“YAK! Apa kau sudah gila?! Hikkksss!! Kenapa kau berteriak!! Hikkksss…” racau Rihanna ditengah tangisannya yang kian menjadi.
“Ada apa? Astaga, si.. siapa…” ucap Enzy terbata lantaran begitu sampai dan bergabung diantara putra putrinya, ia melihat Rihanna tengah menangis sembari memeluk tubuh seseorang yang terbalut kain putih diatas ranjang, hingga tak pelak membuat fikirannya langsung tertuju pada 1 nama, yakni Abighail kekasih Rihanna.
“Ada apa mah?” imbuh Seno yang sampai beberapa detik kemudian setelah Enzy.
“kak Abi, tanteeee!! Hikkssss…” rengek Rihanna kembali.
“Dia bukan Abighail, Rihanna!!” pekik Ahreum yang membuat Rihanna terdiam seketika lalu dengan cepat membuka selimut putih yang menutupi wajah seseorang yang ditangisinya barusan.
“Kau berisik sekali sih!” ketus seseorang seraya membuka tirai yang menutupi ruangannya, agar bisa melihat jelas ruangan sebelahnya.
Betapa bahagianya Ahreum mendengar suara tersebut, tanpa menoleh pun ia tahu sekali jika pemilik suara tersebut adalah suaminya Ansell Dirgantara.
...****************...
1 jam berlalu setelah melalui situasi dramatis yang mampu menguras air mata 1 ember, kini keluarga Bagaskhara bisa bernafas lega begitu mengetahui keadaan Ansell dan Abighail ternyata baik-baik saja, mereka berdua hanya mendapat luka ringan dan sudah boleh pulang dari rumah sakit setelah mendapat perawatan dari tim medis hingga tak perlu sampai dioperasi ataupun dirawat dirumah sakit seperti beberapa korban lainnya.
Acara foto-foto atau makan bersama pun diundur karena 1 dan lain hal, membuat mereka semua bubar dan pulang ke kediamannya masing-masing.
Di mobil yang dikendarai oleh Rihanna, dengan Abighail yang duduk dikursi sebelahnya, sementara Jeno nyempil duduk dikursi belakang. Karena tak ingin hanya berduaan aja dengan Nayeon, Jeno sampai merengek pada Rihanna untuk mengantarnya pulang ke kediamannya.
Jadi mau tak mau Rihanna pun mengantarkan karib lelakinya itu ke kediamannya terlebih dahulu, sebelum melesat ke tujuan terakhir yaitu aparteman kekasihnya.
“Maafkan aku ya, aku sudah membuatmu khawatir,” ucap Abi yang mencoba mengawali pembicaraan ditengah keheningan yang terjadi, lantaran Jeno kini tengah disibukkan oleh ponselnya dan Rihanna lebih memilih fokus pada jalanan didepannya.
“hmm, yang penting kakak gak kenapa-napa,” respon Rihanna.
“kau gak malu tadi udah nangisin orang lain,” timbrung Jeno sembari cengengesan dibelakang.
“diam kau!” ketus Rihanna lengkap dengan lirikan sinisnya.
“kalau aku jadi kau, mungkin aku sudah mengubur diriku hidup-hidup,” celetuk Jeno lagi yang tak hentinya meledek Rihanna.
...****************...
Bersambung...
__ADS_1