Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO

Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO
Episode 33


__ADS_3

Kembali ke Resto, mereka berdua tampak keluar secara bersamaan dari balik pintu kaca resto tersebut, dengan saling melempar senyum mereka pun terlihat sedikit canggung untuk melakukan percakapan kembali setelah makan malam telah usai beberapa menit yang lalu.


“amm, maaf ya, sepertinya aku tidak bisa mengajakmu kemana-mana lagi, seperti layaknya pria yang mengajak seorang gadis keluar, setelah makan lalu menonton atau melakukan hal lainnya, karena aku..”


“gak apa-apa kok dokter, aku mengerti, untuk orang yang memiliki pekerjaan sebagai seorang dokter pasti akan sibuk sekali bukan, kalau begitu dokter juga tak perlu mengantarku pulang aku bisa naik bus kok dihalte seberang sana.” Potong Ahreum lengkap dengan senyuman manisnya hingga membuat kedua matanya menghilang untuk sesaat.


“ahh? Kau baik-baik saja naik bis?


Lebih baik ku antar saja ya, lagipula ini juga sudah malam.” Respon Elios, meski memang pertemuannya ingin diakhiri sampai disini namun bukan berati dirinya juga akan membiarkan gadis mungil tersebut pulang sendirian dan melepas tanggung jawabnya sebagai pria sejati.


“tidak perlu, hehee, aku baik-baik saja kok, lagipula aku sudah keluar malam seperti ini, dokter.” Balasnya, yang membuat Elios mengernyitkan dahinya seketika.


“ahh, maksudku, aku memiliki kelas malam, jadi keluar malam sudah biasa bagiku, hahaa.


Sudah ya aku harus segera pulang, kedua orang tuaku mungkin juga sudah berada dirumah sekarang. Terimakasih untuk makan malam nya dokter Elios.” Pungkas Ahreum kemudian pergi berlalu tanpa memberikan Elios kesempatan untuk menanggapi kalimatnya, gadis itu pergi begitu saja setelah memberikan salam perpisahan padanya.


“mungkin nanti saja ku ceritakan soal Xena, lagipula kan ini masih pertemuan pertama kita, aku tak perlu terburu-buru, hehe.” Gumam Elios yang masih memandangi langkah kecil Ahreum yang hendak menyebrang menuju halte.


Ia pun mulai menarik langkahnya menunju mobilnya yang tak berada jauh dari posisinya berdiri.


Namun kedua mata tajamnya tak sengaja melihat sekilas sebuah mobil tengah melaju cukup kencang dari arah tikungan tajam yang tak berada jauh jaraknya dari Ahreum berdiri, seolah de ja vu langkah kakinya langsung membawanya pada gadis mungil yang baru akan menginjakan kakinya di jalan raya.


Sedangkan mobil tersebut sepertinya masih melaju cukup kencang ke arah Ahreum, sebab lampu hijau tiba-tiba menyala membuatnya sulit mengendalikan laju mobilnya yang terlanjur melaju dengan kecepatan tinggi.


Naas nya lagi Ahreum yang hanya terfokus pada halte yang berada dihadapannya ia hanya terus melangkahkan kakinya tanpa menyadari jika ada mobil yang tengah melaju ke arahnya.


Sampai pada saat lampu mobil tersebut menyorot padanya barulah ia menolehkan wajahnya ke arah datangnya mobil tersebut, kedua matanya pun seketika membulat akibat terkejut mendapati mobil yang tengah melaju kencang padanya, membuat kakinya hanya bisa terdiam membeku sebab saking terkejutnya sampai ia benar-benar lupa bagaimana cara menggerakan kedua kakinya.


***

__ADS_1


Didepan sebuah kamar hotel, kedua pria tersebut yang tak lain adalah Ansell dan juga Abighail tengah berdiam diri sebelum akhirnya Ansell memutuskan untuk tetap melanjutkan rencananya, memergoki calon istrinya tersebut tengah melakukan hal yang tidak senonoh dengan pria lain.


“kau yakin?” cegah Abi saat Ansell hendak mendaratkan kepalan tangannya dipintu kamar tersebut.


“ya! Aku sangat yakin sekali, kali ini aku pasti akan langsung menghajar pria brengsek itu.” tukasnya.


Brrrukkk!! Bruuuukk!! Alih-alih ketukan pintu, suara tersebut lebih terdengar seperti sebuah pukulan ganas yang mendarat dipintu.


Karena masih juga belum ada yang merespon dari dalam, ia pun kembali mendaratkan pukulannya dipintu, dan kali ini lebih kencang dari yang sebelumnya. Seolah ia benar-benar bisa membuat lubang dipintu tersebut.


Sampai akhirnya..


“siapa kau?!” seru seorang pria yang membukakan pintu lengkap dengan raut wajah songongnya.


Kedua bola mata Ansell pun membulat kala ia mendapat sambutan dari seorang pria yang tengah memakai jubbah mandi, tak butuh waktu lama begitu ia selesai memindai seluruh tubuh pria tersebut ia pun langsung menghantam wajah songongnya dengan tinjunya yang cukup membuat pria tersebut terjungkal hingga pingsan seketika.


Tak cukup sampai disitu, dengan emosi yang sudah tidak bisa ia kendalikan lagi ia pun langsung berjalan cepat menuju keberadaan calon istrinya tersebut.


Selagi Ansell mencari keberadaan Ahreum, Abi pun lebih memilih mengurus lelaki yang kini tengah terkapar dilantai dengan darah yang mengalir dari hidungnya.


Iya, setidaknya dia masih memiliki hati nurani untuk menempatkannya disebuah karpet dekat sofa. Daripada membiarkannya tertidur semalaman dilantai yang dingin.


Ceklek..


Pintu kamar pun berhasil terbuka, namun sepertinya Ansell masih sedikit menata hatinya untuk mengumpulkan keberanian menghadapi situasi menjijikan yang sebelumnya sudah pernah ia alami.


Tampak seorang gadis yang masih memakai pakaian lengkap tengah tertidur ke arah sebaliknya, membuat Ansell tidak dapat melihat wajah gadis tersebut.


Ia pun melangkah lebih dekat agar bisa melihat wajah gadis yang tengah bermain-main dibelakangnya dengan pria lain.

__ADS_1


“apa ini?!” pekik Ansell kala ia melihat wajah gadis yang terbaring diranjang, ia kembali terkejut karena ternyata yang terbaring disana adalah gadis lain.


“ada apa?” tanya Abi yang telah menyelesaikan tugasnya kemudian berlari kecil menghampiri Ansell ke dalam kamar.


“ada apa?” tanya Abi kembali seraya berjalan mendekati Ansell yang masih terdiam mematung dihadapan wajah gadis tersebut.


“astaga, siapa gadis ini, kenapa hidung dan juga kepalanya berdarah seperti ini.” Ucap Abi seraya mendekatkan wajahnya ke wajah gadis yang tak sadarkan diri tersebut.


“kurasa lelaki itu sedang mencari kesempatan, bukankah sebaiknya kita membawa gadis ini pergi dari sini.” Lanjut Abi yang kembali berdiri tegap dan mengarahkan pandangannya ke Ansell.


Alih-alih mendengarkan Abi bicara, Ansell malah mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celana kainnya, ia berniat untuk memanggil ponsel Ahreum.


Dia memutuskan untuk mencari keberadaan ponsel Ahreum terlebih dahulu daripada mengkhawatirkan gadis yang tengah berbaring diranjang tersebut.


“ciihh!! Pria yang tak memiliki perasaan.” Ketus Abi, saat Ansell malah berjalan menjauhinya seraya menempelkan ponsel ditelinganya lengkap dengan kedua pasang mata yang berkeliaran ke setiap sudut ruangan untuk mencari keberadaan ponsel milik Ahreum.


Merasa tidak tega jika harus meninggalkan gadis tersebut sendirian bersama dengan pria yang mencurigakan, Abi pun memutuskan untuk membawa gadis itu pergi bersamanya.


“kau sudah menemukan ponselnya?” tanya Abi, begitu ia melihat Ansell tengah memegang sebuah tas ditangan kiri dan tangan lainnya yang merogoh ponsel Ahreum dari dalam tas kecil tersebut.


“untuk apa kau membawanya?!” pekik Ansell seraya menajamkan pandangannya ke arah Abi yang berdiri di ambang pintu kamar dengan seorang gadis yang tengah dibawanya.


“yak! Kau benar-benar tak memiliki perasaan ya, bagaimana jika pria itu yang membuat luka memar pada gadis ini, kurasa memang keduanya tidak saling mengenal.” Sahut Abi yang kemudian berjalan melewatinya.


“ahh iya, itu pasti tas nya tolong bawakan ya.” Pinta Abi seraya kembali membalikan tubuhnya.


“nih kau saja yang bawa.” Ketus Ansell seraya mengalungkan tas kecil milik gadis tersebut ke leher Abi, kemudian berjalan melewati Abi yang tengah memandanginya dengan tatapan kesalnya.


“mungkin saja gadis itu memang sekongkol dengan pria tadi, untuk mencuri ponsel Ahreum, kau ini terlalu naïf.” Celetuk Ansell yang berjalan beberapa langkah didepan Abi.

__ADS_1


Sementara Abi hanya menggelangkan kepalanya untuk merespon perkataan karibnya tersebut, bagaimana pun juga hati kecilnya mengatakan jika gadis yang tengah dibawanya saat ini bukanlah gadis yang seperti difikirkan oleh Ansell.


***


__ADS_2