Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO

Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO
Episode 264 (The end)


__ADS_3

Sementara itu dimobil yang dikendarai oleh supir keluarga Dirgantara, Ansell dan Ahreum duduk dikursi belakang.


“Maaf, karena aku sudah mengacaukan hari bahagiamu, dan juga sudah membuatmu khawatir,” gumam Ansell pelan tanpa menoleh ke arah Ahreum melainkan mengarahkan pandangannya ke balik jendela mobil.


“tak ada yang lebih penting selain dirimu dihidupku,” sahut Ahreum seraya meraih tangan suaminya dan mengusap punggung tangannya lembut.


Merasa tersentuh dengan kalimat manis yang istrinya lontarkan, Ansell pun menoleh dan memberikan senyum simpulnya.


“sebagai gantinya, mau makan malam bersama di restoran milik temanku?” tawar Ansell seraya menggenggam erat tangan mungil istrinya.


Ahreum pun mengangguk antusias disertai senyum merekah yang menghiasi wajah cantiknya.


...****************...


Restoran xxx tempat dimana keduanya berencana makan malam bersama.


Sesampainya di restoran tersebut, mereka berdua langsung disambut oleh para pegawai dan juga kepala koki yang sekaligus teman 1 kampus Ansell dahulu.


“Hai, lama tidak jumpa Ansell,


Ini pasti istrimu, hai! Alegra, tapi panggil aja Aga hahaa,” sapa teman prianya seraya mengulurkan tangannya pada Ansell dan juga Ahreum lengkap dengan senyum ramahnya.


“Iya Ahreum,” sahut Ahreum ditengah berjabat tangan dengan teman suaminya.


Ansell mengangguk seraya membalas senyum ramah temannya, “Iya nih, sepertinya restoranmu semakin sukses aja,” timpal Ansell seraya mengedarkan pandangannya ke area sekitar untuk memindai seberapa banyak pengunjung yang datang.


“hahhaa!! Ya tentu dong, kau tahu, usaha tidak pernah mengkhianatai hasil.


Sudah ayo, kita ke atas, aku sudah menyiapkan tempat makan malam yang sempurna untuk kalian berdua,” ajaknya seraya menggiring Ansell dan Ahreum menuju lift yang berada disudut untuk membawanya ke suatu tempat yang sudah dipersiapkan sedemikian rupa olehnya beberapa waktu yang lalu.


“Ahh iya, ada apa dengan wajahmu?


Kalian habis bertengkar? Cakar-cakaran gitu?” goda Alegra seraya menyikut pelan lengan Ansell selagi menunggu lift akan membawanya sampai ke tempat tujuan.


“Ciiihh!!” Ansell hanya mendengus kasar menanggapi candaan temannya itu.


“Ahreum,” panggil Alegra tanpa canggung seolah telah mengenal Ahreum cukup lama.


“Iya,” sahut Ahreum ramah, sedangkan Ansell hanya melirik ke arah temannya kala ia memanggil nama istrinya.


“tolong jaga baik-baik Ansell ya, meski dia terlihat kasar dan tak memiliki hati nurani, tapi sebenarnya dia baik kok, kau hanya perlu bertahan lebih lama untuk bisa melihatnya. Hehehee!” katanya yang membuat Ahreum tertawa kecil.


“yak! kau bosan hidup!” pekik Ansell kesal.


...****************...



Begitu pintu lift terbuka pandangan Ahreum langsung disuguhkan dengan suasana romantis yang telah disiapkan oleh para staf disana sebelumnya, sebuah meja makan di Rooftop yang sudah dipenuhi beragam hidangan diatasnya lengkap dengan kursi yang ditempatkan saling bersebrangan, tak ketinggalan hiasan lampu juga bunga plastik warna warni yang disusun dan dirangkai sedemikian rupa untuk memberikan kesan malam romantis penuh cinta.


“Wuaaahh!!” kagum Ahreum yang kemudian mengambil langkah cepat untuk segera menuju ke meja makan.

__ADS_1


“Lihat, pilihanku tak salah kan?” bisik Aga pada Ansell yang sama-sama memperhatikan seorang gadis yang tengah mengagumi suasana romantis yang diperuntukan untukannya.


“Berisik!


Bawa semua stafmu, aku hanya ingin berdua saja,” balas Ansell dengan nada ketus seperti biasanya.


“hmm.. oke.. oke..


Tapi jangan berbuat yang aneh-aneh ya, maksudku, peluk cium bolehlah, tapi jangan…”


“Aiissh!!” dengus Ansell kesal dengan fikiran kotor temannya, sampai ingin menggeplak wajahnya.


“hehheee, slow dong!


Kau yakin semuanya ku suruh pergi? Kau tak perlu musik untuk mengiringi makan malammu gitu?” katanya lagi, maksudnya orang-orang yang berada diatas panggung yakni sebuah band yang sebelumnya diminta Aga untuk mengiringi makan malam romantis Ansell dan istrinya.


“tidak perlu,” tegasnya lagi.


Namun karena Ansell tak menginginkannya, terpaksa Aga pun meminta salah satu staf nya untuk memberitahu band tersebut untuk turun dari panggung dan kembali menghibur para pelanggan yang datang di lantai bawah.


Setelah semuanya pergi, kini tinggalah Ansell dan Ahreum yang saling melempar tatapan 1 sama lain.


“kenapa?” tanya Ahreum yang tadinya hendak duduk dikursi namun melihat kepergian para anak band serta semua staf membuatnya kebingungan.


“kenapa apanya?” tanya Ansell balik yang tak mengerti dengan pertanyaan istrinya itu sembari berjalan mendekat ke lokasi istrinya berada.


“Selamat menikmati makan malamnya nona Ahreum,” ucap semua staf seraya membungkukan tubuhnya sebelum pintu lift tertutup dan membawanya turun.


“Tidak, bukankah mereka akan mengiringi makan malam kita?


“Aku tak suka keramaian, lagipula kita mau makan, bukan mau nonton konser,” balas Ansell yang kemudian duduk dikursinya.


Meski sedikit kecewa dengan keputusan suaminya yang telah mengusir para anggota band tersebut, namun ya mau bagaimana lagi, dia hanya bisa menghembuskan nafas pasrahnya lalu duduk dikursinya bersiap untuk menyantap makan malam bersama dengan pria arogan dan berhati dingin.


“Ansell,” panggil Ahreum disela menyantap makan malamnya.


“hmm..” balas Ansell ditengah mengunyah makanannya.


“Apa kau tahu ini hari apa?” tanya Ahreum, yang membuat Ansell mengerutkan dahinya untuk mengekspresikan kebingungannya.


“2 tahun pernikahan kita,” lanjut Ahreum dengan senyum tipisnya.


“Apa kau ingat dulu, kita sempat berencana melakukan pernikahan selama 1 atau 2 tahun, hanya sekedar menepati sebuah janji konyol para tetua dahulu.


Aku tak menduga pada akhirnya kita bisa saling mencintai seperti ini,” tutur Ahreum.


Ansell menghentikan aktivitas makannya sejenak lalu menatap dalam manik istrinya.


“Kurasa, sebenarnya aku sudah jatuh cinta padamu sejak pertama kali kita bertemu,” ungkap Ansell yang membuat Ahreum membulatkan kedua matanya lantaran tak menduga dengan pernyataan yang dilontarkan suaminya barusan.


“Makanya saat kau mengusulkan untuk melakukan pernikahan kontrak selama 1 atau 2 tahun, entah kenapa hatiku terasa terusik, ditambah saat aku mendapati dirimu sedang bersama pria lain esok harinya membuat emosiku kian memuncak.

__ADS_1


Aku sudah menyukaimu sejak pertama kali bertemu, Ahreum. Tapi aku tak bisa mengungkapkannya padamu karena trauma yang ku dapatkan dari mendiang kekasihku dahulu, entah rasa bersalahku padanya, atau karena aku takut kau akan mengkhianatiku seperti dirinya.


Aku terus menahan diri memasang pertahanan agar aku tak kembali terjatuh, maafkan aku karena butuh waktu lama untuk mengatakannya, dan juga terimakasih karena sudah mau menunggu, bertahan dengan sikapku yang selalu kasar dan dingin terhadapmu.


Aku… sangat mencintaimu Ahreum,” tutup Ansell seraya mengeluarkan sebuah kotak berwarna merah dari saku jas nya, kemudian membuka tutup serta menunjukan sesuatu pada istri mungilnya.


Sebuah kalung berlian dengan liontin berbentuk love kecil berwarna biru tua, yang sontak saja membuat Ahreum kembali membulatkan kedua mata seraya menutup mulutnya yang menganga lantaran saking terkejutnya mendapati surprise yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.


“mau ku pakaikan?” tawar Ansell yang kemudian bangkit dari kursinya.


Ahreum mengangguk antusias seraya bangkit dari kursinya kemudian berjalan selangkah mendekat ke suaminya.


Usai Ansell memasangkan kalung ke leher Ahreum, tiba-tiba Ahreum merasa sangat emosional lalu memeluk erat suaminya.


“Takdir ini sungguh lucu sekali, jika ayahku tidak menikah dengan ibu, mungkin kita juga tidak akan pernah bertemu,” Ahreum bergumam diatas dada bidang suaminya.


“Ahh iya, apa kau mau bertemu dengan Mamaku?!” seru Ahreum seraya menarik diri dari pelukan suaminya, ia pun lantas menarik lengan Ansell dan membawanya ke tepi pagar pembatas Rooftop.


“Mama?” respon Ansell tak mengerti dengan apa yang dimaksud Ahreum, ia hanya pasrah tubuhnya diajak berlari kecil menuju tepi pagar pembatas tanpa adanya perlawanan.


“Iya Mama, itu tuh disana!!” lanjut Ahreum lagi seraya menunjuk ke arah langit malam yang dipenuhi bintang-bintang.


“Kau tak ingin menyapa Mamaku?” imbuh Ahreum kala melihat Ansell tampak kebingungan dengan situasi aneh yang kini dirinya rasakan.


“bintang maksudmu?” kata Ansell seraya mengernyitkan dahinya.


“Iya heheheee!! Jeno bilang jika orang yang telah tiada akan berubah menjadi bintang dilangit, dan itu.. tuh Mamaku, bintang yang paling terang dari semua bintang,” oceh Ahreum yang membuat Ansell tertawa kecil karena tingkah lucu istri mungilnya.


“Dan kau percaya?” celetuk Ansell.


“tentu, aku sangat ingin mempercayainya, karena setidaknya hal itu bisa membuatku merasakan kehadiran Mama meski hanya pada malam hari, hehehee, hmm.. aku sangat merindukannya,” ungkap Ahreum lirih sembari menatap langit dengan mata sendunya.


Ansell mundur selangkah dan berdiri dibelakang Ahreum, ia memeluk Ahreum dari belakang dengan menopangkan dagu diatas kepala istrinya.



“lalu bagaimana denganku?


Apa kau selalu merindukanku setiap malam saat aku berada di Amerika?” ucap Ansell yang mencoba mengalihkan pembicaraaan, lantaran tak ingin Ahreum berlarut-larut dalam kesedihannya.


“enggak tuh!” sahut Ahreum lengkap dengan nada songongnya.


“Waahh, sepertinya aku perlu menghukummu malam ini Ahreum!” ancam Ansell.


Dengan cepat Ahreum melepaskan dirinya dari pelukan kuat suaminya dengan tawa bahagia sebab sudah berhasil mengisengi suaminya yang emosian.



“Hahhaahaa!! Coba tangkap aku!! Wweeee!!” ejek Ahreum seraya berlarian kesana kemari untuk menghindari kejaran Ansell.


“Yak! Awas aja kalau sampai ke tangkap, aku tak akan melepaskanmu! Ahreum,”

__ADS_1


...****************...


_Tamat_


__ADS_2