
“augghhh sia***all!! ffgg@@@##**** Dasar gadis bre***ngsek!!.. hikkkssss.. aku benar-benar tak mengerti dari sekian banyak tempat di Lode wood kenapa dia harus bersembunyi di Istana setan ini hikssss..” racau Hanna yang semakin ketakutan kala para zombie itu terus saja menunjukan tarian patah-patahnya, sehingga membuat Rihanna pun akhirnya menangis ditengah umpatan kasarnya yang tak henti ia lontarkan untuk melampiaskan rasa takut dan kekesalannya.
Tak ingin terus membuat atmosfer yang menyeramkan bagi kekasihnya, Abi pun lantas bangkit lalu mendorong keras tong besar yang berada disisinya sehingga ia dan Hanna pun akhirnya bisa keluar dari situasi mencekam tersebut.
Mereka terus berlari sekuat tenaga masih dengan saling berpegangan tangan ditengah aksi kejar-kejarannya dengan para hantu yang masih ingin menjahili mereka dengan terus mengeluarkan suara-suara seram dan mempercepat laju lari mereka.
“astaga, kenapa mereka masih ngikutin sih! Emangnya cuma kita pengunjung disini. Hikssss..” rengek Rihanna ditengah usahanya berlarian kesana kemari menjauh dari para hantu yang masih antusias mengejarnya dibelakang.
“sudah jangan menangis terus, aku kan ada disini.” Sahut Abi yang mencoba menenangkan kekasihnya.
Sampai..
Bruuukkk.. tak sengaja Abi menubruk seseorang saat hendak membelokan arahnya ke sebuah lorong.
“aduuhh sakittt!!” ringis Hanna kala tubuhnya bertubrukan dengan punggung keras Abi.
“maaf.. maaf, aku merasa menabrak seseorang tadi. Tapi dimana ya.” Gumam Abi karena suasana sedikit gelap membuatnya pandangannya kesulitan melihat dengan jelas area sekitarnya.
“kalian lama banget sih.” keluh seseorang yang masih belum jelas keberadaannya dimana.
“apaan tuh!!” seru Rihanna yang terkejut hingga kini ia pun berlindung dibelakang tubuh Abi.
“ini aku.” Lanjut seseorang tadi sembari menyalakan lampu senter diponselnya lalu mengarahkannya tepat ke wajahnya.
Yang sontak membuat keduanya pun berteriak histeris.
“AAAaaaaaaaa!!!!” yang kemudian kembali memancing para hantu yang berada tak jauh diarea tersebut.
“aku Nayeon, RIHANNA!!” teriaknya yang membuat Abi dan Rihanna pun terdiam seketika setelah benar-benar melihat jelas wajah Nayeon yang tak lain adalah karibnya sendiri.
“aughhhh!! Kau ini!!...”
“hihihihihihi!!!! Kalian disitu rupanya.” Ujar kuntilanak yang tiba-tiba saja muncul dari arah belakang, membuat mereka bertiga pun lantas kembali berlari dengan kekuatan seribu langkah.
Masih dengan saling berpegangan tangan satu sama lain agar tidak terpisah seperti sebelumnya terjadi pada pasangan Ansell dan Ahreum yang kini entah berada dimana.
Setelah beberapa menit mereka berlari kesana kemari, mereka pun akhirnya bisa bernafas lega karena para hantu itu lagi-lagi kehilangan jejak mereka.
__ADS_1
“huhh.. haaahh..”
Terdengar suara nafas mereka yang tersenggal-senggal karena lelah sedari tadi terus berlari.
“yak! akhirnya ketemu. Kalian kemana aja sih!” seru Ansell yang datang dari arah samping bersama dengan seseorang yang sedari tadi digenggamnya.
“bukan kita yang menghilang tapi kau! Kau malah berlari ke area mistis. Bukankah disana lebih banyak setannya.” Balas Hanna yang tak kalah ngegasnya.
“sudah-sudah, sebaiknya kita mencari jalan keluar sekarang, sebelum mereka menemukan kita lagi.” Kata Abi menengahi seraya menepuk pelan bahu Hanna.
“tunggu..” ujar Nayeon disaat semuanya hendak menarik langkah.
“ada apa?” sahut Hanna yang kembali memutar tubuhnya berbarengan dengan Abi hingga kini menatap ke arahnya menunggu kalimat apa yang hendak Nayeon lontarkan.
“siapa yang kau bawa Ansell?”
Tiba-tiba saja bulu kuduku mereka merinding kala Nayeon mengajukan pertanyaan seperti itu.
“hihihihihihii!!....”
“AAAAAaaaaaaaaaa!!!!!!!..” teriak mereka serempak yang kemudian lantas berlari dengan saling berpegangan tangan setelah mendorong keras kunti malang tersebut.
Jadi gini formasinya, Abi menarik lengan Hanna dan Ansell, kemudian Hanna menarik lengan Nayeon karibnya.
“aughhhh!! Sampai kapan semua ini akan berakhir, aku benar-benar sangat lelah, kakiku sudah tak kuat lagi berlari.” Keluh Hanna ditengah aksi kejar-kejarannya kembali dengan berbagai makhluk menyeramkan tersebut.
Merasa peka dengan kelelahan yang dirasakan kekasihnya itu, Abi pun memutuskan membawa kekasih dan temannya masuk ke dalam sebuah ruangan yang berada dihadapannya lalu menutup pintu tersebut rapat-rapat.
Setidaknya mereka bisa rehat sejenak selagi mengatur pernafasan juga meluruskan kakinya dilantai sebelum kembali berpetualang mencari Ahreum yang kini menghilang entah kemana.
Disaat ke empatnya sibuk menstabilkan nafas mereka tiba-tiba saja..
“apa yang kalian lakukan disini?” sapa seseorang yang membuat ke empatnya pun sontak terhentak dan mencoba mencari sumber suara dalam ruangan remang-remang tersebut.
Hingga Nayeon pun memutuskan untuk kembali menyalakan lampu senter di ponselnya dan mengarahkan ke segala arah untuk membantu mereka semua menemukan asal sumber suara tersebut.
__ADS_1
“Ahreum..” ucap Nayeon.
Meski mereka senang karena akhirnya bisa menemukan gadis yang hilang, namun kebahagiaan itu kembali redup kala pandangan mereka menangkap sesosok makhluk yang menyerupai pocong, namun ga seperti pocong pada umumnya juga sih. Karena kedua lengan pocong itu tidak terikat melainkan kini tengah menyemil sekantong makann ringan disamping Ahreum.
“astaga apaan tuh!!” kaget Hanna seraya meremas lengan Abi karena syock melihat sosok tersebut tengah melakukan aktivitas yang tidak biasa.
Tidak seperti rekan-rekan lainnya yang mengejar dan menakuti para pengunjung, pocong tersebut malah asyik menikmati waktunya dengan menyemil dipojokan bersama dengan Ahreum yang duduk disampingnya.
“a.. apa yang kau lakukan disitu?” ucap Ansell yang terbata-bata seraya perlahan mendekat menuju keberadaan istrinya.
“ahh.. ini.. aku cape berlarian kesana kemari terus jadi aku duduk aja disini sambil denger curhatan kak Bima.” Sahutnya seraya mengarahkan pandangannya pada Bima sesaat (nama pocong yang tengah menyemil).
“kau juga tadi ga sadar apa! kalau aku terjatuh, nih kakiku lecet.” Keluh Ahreum seraya menunjukan lututnya yang tergores.
Iya goresan luka itu tampak jelas sekali karena Ahreum sudah menggulung celana training panjangnya sampai ke atas lututnya.
“oke.. oke.. aku mengerti. Bisakah kau beranjak dari situ dan berjalan kemari.” Pinta Ansell yang merasa tak sanggup jika harus berjalan lebih dekat lagi.
“kenapa? kau takut ya dengan kak Bima hehee.” Goda Ahreum lengkap dengan tawa nakalnya.
Sementara itu Bima sang pocong hanya menikmati cemilannya saja tanpa ingin melakukan pekerjaannya yaitu menakut-nakuti mereka yang ada diruangan.
“Ahreum, aku akan mengabulkan apapun permintaanmu, jadi cepat kemari oke.” Bujuk Ansell yang langsung disambut tawa kecil dari Ahreum.
“aughh!! bisa-bisanya dia menjalin pertemanan dengan makhluk halus disituasi seperti ini.” celetuk Rihanna seraya menggelengkan kepalanya karena terkadang tak mengerti dengan kepribadian karibnya yang aneh itu.
“oke..” seru Ahreum yang kemudian turun dari kursinya dan perlahan berjalan mendekati Ansell yang sudah siap menggendongnya dengan gendongan depan seperti biasanya.
“hanya tinggal belok kiri saja, nanti ada pintu berwarna hijau. Itu pintu keluarnya.” Ujar sang pocong santuy.
“oke. Makasih kak Bima. Lain kali aku akan mengunjungimu lagi.” Seru Ahreum lengkap dengan lambaian tangannya saat mereka semua hendak keluar dari ruangan tersebut.
“jangan mimpi!” ketus Ansell.
***
Bersambung…
__ADS_1