Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO

Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO
Episode 193


__ADS_3

Pekarangan depan.


Terlihat Franky sudah nangkring dibelakang kemudi, dengan Nayeon yang duduk disampingnya.


Tak lama Ahreum dan Rihanna pun muncul dengan mengendarai sepeda motor. Ahreum menghentikan laju motornya disamping mobil yang dinaiki oleh Franky dan Nayeon.


Tuk..tuk..tuk!!  Suara Ahreum mengetuk jendela mobil, lengkap dengan raut wajah bingungnya Nayeon menurunkan kaca jendelanya.


“pakai motor?” tanya Franky seraya mencondongkan kepalanya ke depan agar bisa melihat wajah Ahreum yang terhalang oleh kepala Nayeon.


“Iya, lagian siapa yang bilang mau pakai mobil?


Udah cepat sana ke bagasi, masih ada beberapa motor, kau pilih aja salah satu, minta kuncinya pada bi Marni yang masih disana.” Kata Ahreum yang langsung dilaksanakan oleh Franky.


Franky bergegas turun dari mobil dan pergi lebih dulu meninggalkan Nayeon yang masih berada ditempatnya.


“kau tidak turun Nay?” tanya Ahreum seraya mengerutkan dahinya.


“bagaimana aku bisa turun, motormu menghalangi pintu mobil Ahreum!” Nayeon ngegas, bukannya peka minggir Ahreum malah tetap berdiam diri dipinggir pintu Nayeon.


Ahreum hanya bisa nyengir lalu menarik gas agar bisa menjauh dari area pinggiran mobil.


Vroom.. vroom.. tak lama setelah Nayeon menginjakan kakinya diaspal, munculah Franky dengan sepeda motornya yang berwarna pink.


Langsung saja Franky memberikan helmnya pada Nayeon yang berjalan santai menghampirinya.


“aku tak pernah lihat kau mengendarai motor Ahreum.” ujar Franky seraya melirik ke arah Ahreum yang tengah mempersiapkan mental untuk menerobos jalanan didepannya.


“Iya nih, naik sepeda aja kadang suka nyungseb.” Celetuk Nayeon seraya mengaitkan tali helmnya.


“pelan-pelan aja oke! Kalau dirasa ga sanggup, berhenti, jangan maksain! Awas aja kalau sampe nyungseb.” Ketus Hanna yang sebenarnya masih ragu untuk membiarkan Ahreum yang membawa sepeda motor.


Namun ya mau bagaiamana lagi begitu keduanya sampai dibagasi beberapa waktu lalu, Ahreum terus saja merengek memohon pada Hanna agar membiarkan dirinya yang membawa motor.


Dengan berat hari Hanna pun pasrah mengiyakan keinginan karibnya tersebut, meski jauh didalam lubuk hatinya ia benar-benar menentang keputusannya itu.


Dalam perjalanan mereka berempat.


Karena Aherum yang tahu dimana letak panti asuhan cinta kasih berada, membuatnya kini berada didepan Franky beberapa meter untuk memimpin jalan.


“tunggu!” ucap Hanna seraya menepuk bahu Ahreum.


“tepikan dulu motornya.” Sambungnya lagi seraya merogoh ponselnya dari dalam saku celananya.


Motor pun menepi sejenak, berbarengan dengan Franky yang juga ikut menepi dibelakang mereka.


“ada apa?” tanya Ahreum seraya menaikan kaca helm dan memutar kepalany ke belakang.


“kak Abi telfon.” Sahut Hanna yang kemudian mengangkat panggilan telfonnya dan memasukan ponselnya ke sela helm.

__ADS_1


Dari belakang Franky mencoba menggerakan mulutnya ke arah Ahreum, seakan tengah berbicara menggunakan bahasa isyarat.


“siapa?” begitulah bunyinya.


“Abi.” Yang langsung dibalas bahasa isyarat juga oleh Ahreum.


Franky pun mengangguk tanda mengerti apa yang dikatakan oleh karibnya itu.


“Iya kak Abi, ada apa?” sapa Hanna begitu telfon terhubung dengan orang diseberang sana.


“ada apa?


Memangnya aku gak boleh telfon kalau ga ada apa-apa.” sahutnya dengan nada sebal lantaran respon Hanna yang seperti tidak suka ia menelfonnya.


“hhehe bukan begitu kak, hanya saja aku sedang sibuk sekarang. Nanti aku telfon balik aja ya.” Katanya tergesa-gesa seakan ingin cepat-cepat mengakhiri sambungan telfonnya.


“apa yang sedang kau lakukan?” tanya Abi yang mulai mengubah nada bicaranya menjadi lebih serius sebab aroma-aroma mencurigakan mulai tercium olehnya.


“hehe.. tidak.. aku hanya sedang bermain-main aja kok dengan Ahreum dikolam. Sudah dulu ya. Bye.” Tutup Hanna yang langsung mematikan telfonnya tanpa menunggu respon dari kekasihnya lebih dulu.


“hmm.. Makin dekat aja kau dengan kak Abi. Mau serius dengannya?” celoteh Ahreum begitu percakapan karibnya itu berakhir.


“entahlah.. hanya aja yang pasti aku memang menyukainya, dia bisa membuatku merasa nyaman.” katanya seraya memandangi wallpaper layar ponselnya yang sudah ia rubah menjadi foto Abighail dan dirinya beberapa hari yang lalu.


Proott..prooott.. Suara klakson Franky berbunyi membuat Ahreum dan Hanna menengok ke belakang.


“apa?!” ketus Hanna seraya melirik tajam ke arah Franky yang juga tengah menatapnya.


“aughh!! Cuma ujan doang juga takut banget.


Tenang aja kau tak akan jadi dugong jika terkena air.” Dengus Hanna yang kemudian kembali memutar tubuhnya ke depan.


“duyung!! Rihanna.” Sambung Ahreum membenarkan.


Baru saja Ahreum hendak menyalakan mesin motor, tiba-tiba saja dari belakang ada sepeda motor yang melaju sangat kencang beranggotakan 2 bapak-bapak berjaket hitam, dengan gesit salah satu dari mereka merampas paksa ponsel Hanna yang masih digenggamnya karena belum sempat ia masuk kembali ke dalam saku celananya.


Buru-buru sang pengemudi pun menambah kecepatannya menjauh dari ke empat orang yang masih terlihat saling melongo sebab terlalu syock dengan kejadian yang hanya berlangsung beberapa detik itu.


“AUGHHH SIAL!! CEPAT KEJAR MOTOR ITU!!” bentak Hanna yang langsung membuat Ahreum tersadar dan langsung saja ngegas sepeda motornya dengan tarikan penuh hingga bagian depan motor tersebut terangkat dan membuat Hanna yang tanpa persiapan terjatuh ke aspal.


Sontak saja hal tersebut langsung membuat gelak tawa bagi Franky dan Nayeon yang berada dibelakang mereka. Sebelum akhirnya Franky memacu kendaraannya lebih dulu untuk mengejar para jambret tersebut.


“AUUGHHH SIAL!! YAK!! KAU MAU MEMBUNUHKU!!” berang Hanna yang berusaha bangkit seraya menepuk-nepuk bokongnya yang kotor karena mencium aspal.


“MINGGIRRR!!” bentak Hanna seraya mendorong dada Ahreum dengan kibasan tangannya.


“gak mau!! Biar aku aja, yang tadi itu hanya kesalahan teknis, ayo cepat naik. Aku janji akan menangkapnya untukmu!” kekeh Ahreum yang tetap berada diposisinya dan tidak mau mundur.


“aiiissshh!!” dengus Hanna kesal, karena tak ingin membuang waktu lagi, Hanna mengalah dan tetapa menjadi penumpang.

__ADS_1


Ia pun kembali duduk ditempatnya dengan rasa kesal yang masih menjalar disekujur tubuhnya.


Wuusssshhhhh.. Mereka pun melaju secepat kilat menyusul Franky dan para jambret yang kini tengah melakukan aksi kejar-kejaran.


Beruntung sore itu jalanan tidak terlalu ramai hingga memudahkan bagi mereka untuk tetap fokus mengejar jambret dan tidak perlu banyak menyalip kendaraan yang berada didepannya.


“AYOOO FRANK SEDIKIT LAGI!!!


TENDANG NAY, TENDANG!!!” teriak Hanna pada teman-temannya yang mulai berhasil menyamai kecepatannya dengan para jambret.


Mendengar perintah yang baru saja dilontarkan oleh karibnya, Nayeon pun lantas berusaha menendang samping motor para jambret tersebut dengan sekuat tenaga.


Namun naas, tendangan jambret itu mendahuluinya hingga kini motor Franky pun sedikit oleng kesana kemari sebelum akhirnya Franky berhasil menyeimbangkannya lagi.


“aisshh!! Hampir saja.” Ucap Nayeon lega.


Dikesempatan itu para jambret pun kembali menambah kecepatannya.


“aughhh!! Payah!!” cibir Hanna, kala Ahreum berhasil menyusulnya lalu mendahuluinya berusaha mengejar para jambret yang gesit itu.


“kamvret!!


Kejar mereka lagi Frank! Aku tak terima direndahkan seperti ini.” pekik Nayeon seraya menepuk keras bahu Franky.


Merasa ikut tertantang akhirnya Franky pun kembali memacu kendaraannya setelah sebelumnya melambat karena ingin menyeimbangkan kendaraannya terlebih dahulu.


“pegangan yang kuat!!” perintah Franky yang kemudian kembali ngegas dan mencoba menyusul karib serta para jambret.


“oke sedikit lagi Ahreum! Aku akan mencoba memukul kepalanya dengan Helmku.” Seru Hanna penuh percaya diri seraya melepas helmnya dan bersiap menghantam kepala para jambret yang berada tak jauh dihadapannya.


“1.. 2.. 3!!!”


BRuugghhhhh!! Berkat hantaman helm Hanna yang tepat sasaran mengenai salah satu jambret tersebut, akhirnya motor mereka pun oleng, disaat-saat kritis itu pun Franky muncul dari sisi lainnya langsung saja Nayeon menambahkan 1 tendangan yang mematikan pada pinggiran sepeda motor mereka hingga tak ayal mereka pun semakin tak bisa mengendalaikan laju motor yang hendak nyungseb.


Namun sebelum mereka benar-benar terjatuh, salah satu jambret itu membalas apa yang sudah Hanna lakukan padanya. Iya karena posisi motor mereka lebih dekat dengan motor Ahreum kaki jenjang jambret itu menendang bagian depan motor Ahreum.


Alhasil motor yang dikendarai Ahreum pun ikut goyang kesana kemari, berbeda dengan para jambret yang jatuh ke semak-semak belukar. Motor Ahreum terus melaju sampai ke area danau.


“yak! yak! Bagaimana caranya mengerem?!” ditengah kepanikan yang melanda ia pun mendadak lupa bagaimana caranya menghentikan kendaraan beroda 2 itu yang membuat mereka pun kini akhirnya tercebur ke dalam danau.


Sementara Franky dan Nayeon mengurus para jambret dengan terus memukulinya memakai helm, posisi para jambret yang kini terhimpit motornya pun semakin memudahkan Franky dan Nayeon melumpuhkan para jambret tersebut. Sampai akhirnya beberapa warga pun berdatangan untuk membantunya mengamankan para jambret agar tidak kabur lagi.


“dimana Ahreum?” tanya Franky yang masih belum sadar jika 2 karibnya itu kini tengah mengambang didanau yang cukup dalam.


“TOLONG!! TOLONG!! ADA YANG TENGGELAM DIDANAU!!” teriak salah seorang warga yang melihat 2 kepala menyembul ke permukaan danau yang tak lain adalah Ahreum dan Rihanna.


Karena mereka berdua memiliki kemampuan berenang yang cukup baik, mereka pun akhirnya bisa naik ke permukaan danau.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2