Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO

Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO
Episode 102


__ADS_3

“kalau licin kan nanti tinggal di pel aja, gitu aja kok repot hehehee!!” seru Ahreum yang tak hentinya menyerang Ansell, tak puas hanya dengan mencipratnya,  Ahreum pun hendak mengelapkan busa sabunnya ke wajah mulus suaminya itu masih dengan diiringi tawa nakalnya.


Namun naas saat Ahreum hendak berjinjit untuk menggapai wajah suaminya, kedua kakinya seperti akan tergelincir hingga membuat tubuh Ahreum pun goyah dan menubruk tubuh Ansell yang kekar.


Sementara itu Ansell yang terkejut mendapat dorongan dadakan dari tubuh Ahreum, membuat pertahanan kakinya goyang, ditambah dengan licinnya lantai saat itu sehingga keduanya pun terpeleset dengan posisi Ahreum yang menimpa tubuh suaminya.


Perlahan Ahreum mengangkat wajahnya yang berada diatas dada bidang Ansell, dilihatnya Ansell tengah menatapnya lekat layaknya adegan romance dalam drama mereka pun saling melempar tatapan intens dengan detak jantung yang sama-sama berdegup kencang.


Karena tak ingin situasi canggung terus berlangsung, Ahreum pun hendak memutuskan pandangannya dan bangkit dari tubuh Ansell. Namun dengan cepat lengan Ansell menariknya kembali lalu mendekapnya erat, membuat Ahreum lagi-lagi terkejut hingga membulatkan kedua matanya.


“aku tahu seharusnya aku ga bertindak seperti ini padamu, tapi beri aku waktu sampai aku benar-benar yakin dengan perasaanku sendiri. Aku.. masih terjebak dalam bayangan masa laluku, melupakannya ternyata tidak semudah yang ku kira. Tapi aku juga ga berniat untuk berpisah darimu.  Maafkan aku Ahreum.” Ucap Ansell seraya mengelus bagian kepala belakang Ahreum dengan lembut.


Ahreum hanya bisa menggangguk pelan dalam dekapan hangat suaminya sebagai tanda ia menanggapi permintaan tulus Ansell, seraya menepuk pelan dada bidang Ansell seakan ia tengah mencoba menenangkan suaminya.


“maafkan aku dan juga terimakasih karena tetap bersamaku setelah apa yang sudah kulakukan padamu sejauh ini.” lanjut Ansell namun kali ini dengan nada suara yang terdengar seperti seseorang tengah menahan tangis pilunya.


Sadar jika suaminya kini sedang tidak baik-baik saja, Ahreum pun mengangkat wajahnya agar bisa melihat jelas keadaan Ansell. Benar saja bulir mata kepedihannya mulai mengalir dari pelupuk matanya. Karena merasa malu dilihat oleh Ahreum, Ansell pun memilih untuk menutupi wajah sembabnya dengan 1 tangannya.


Bersamaan dengan itu Ahreum pun menaikan tubuhnya agar bisa sejajar dengan Ansell kemudian gentian ia yang memeluknya erat seraya menepuk pelan bahu Ansell.


“memangnya aku mau pergi kemana, kau suamiku dan juga rumahku, tempatku kembali.” Gumam Ahreum pelan namun terdengar jelas ditelinga Ansell.


Bukan hal yang mudah memang melupakan seseorang yang telah bersama cukup lama, kenangan bahagia maupun rasa sakit bercampur menjadi satu seakan menarik tubuh Ansell untuk tetap tinggal dalam bayangan masa lalunya.


Ditambah kejadian pada saat dirinya beberapa kali melihat bayangan Ilona muncul dihadapannya, membuat dirinya kembali terjatuh semakin dalam.


***


Keesokan harinya.


“pagi nona Ahreum.” Sapa bi Ijah seraya mendorong pintu kamar Ahreum dan berjalan masuk menuju jendela untuk membuka gorden agar sinar mentari pagi bisa menyinari kamar gadis mungil tersebut yang mulai membuka kedua matanya perlahan.


“hooaamm, pagi juga biii..” balas Ahreum di tengah menguapnya seraya bangun dari tidurnya kemudian disusul dengan melakukan peregangan pada seluruh tubuhnya.


“loh, kok aku ada diranjang.” Lanjut Ahreum yang baru menyadari tempat dimana kini ia berada.


“diranjang kok aneh sih non, kalau bukan diranjang memangnya nona tadi malam tidur dimana?” tanya bi ijah seraya mendekati tepian ranjang Ahreum setelah membuka gordern kamar Ahreum.


“hehehee..” Ahreum cuma bisa nyengir untuk menanggapi perkataan bi Ijah.

__ADS_1


“hmm.. sarapannya udah siap ya non. Ohh iya, karena bibi mau bersihkan kamar mandi disini, nona pakai kamar mandi di kamarnya tuan Ansell dulu ya.” Kata bi Ijah lengkap dengan senyuman ramahnya sebelum menarik langkah menuju kamar mandi Ahreum.


“oke, aku mau tidur sebentar lagi ahh, hhehee.”  Gumam Ahreum yang kemudian kembali membaringkan tubuhnya serta mencoba mencari kenyamanan pada bantal yang ditidurinya.


Namun..


Dreedd.. dreedd telfon Ahreum bergetar, dengan malas ia pun meraih ponsel yang ditaruhnya diatas lemari kecil disamping ranjang, kemudian langsung meletakan ponsel ke telinga tanpa bangun dari tidur-tidurannya.


“yak! Ahreum kau jadikan membantuku pindahan hari ini?!” seru seseorang dalam telfon dengan nada sedikit ngegas.


“iya.. iya.. aku akan datang 1 jam lagi. Jadi aku harus kemana? Hotel atau langsung ke apartemanmu?” sahut Ahreum dengan nada malasnya.


“oke, aku tunggu di aparteman aja, bantu aku mengatur perabotan, ahh iya kalau bisa ajak Ansell dan kak Abi juga ya, kita perlu lelaki untuk angkat-angkat berat hihihi. Kapan lagi bisa nyuruh-nyuruh anak sultan bebenah rumah.” Celetuknya diiringi dengan tawa jahilnya.


“sepertinya aku hanya bisa ngajak Ansell. Lagipula kau tak ingat? Kemarin kau sudah menyerang kak Abi secara brutal masih mau menyiksanya juga?” timpal Ahreum.


“ahh iya, hahahaa aku lupa. Aku juga hampir lupa dengan apa yang sudah Ansell lakukan padamu. Huhh!! Kalau dia kemarin ga muncul untuk menyelamatkanmu, mungkin aku sudah melabraknya hari ini. Lelaki macam apa itu yang mempermainkan istrinya sendiri, kalau aku jadi kau..”


“aduhh..” ringis Ahreum yang membuat kalimat panjang lebar Hanna terpotong.


“kau kenapa?” cemas Hanna.


Ahreum pun bergegas keluar dari kamar dan berlarian menuju kamar suaminya dengan memegangi perut mulesnya serta sesekali mengeluarkan bunyi-bunyian dari bokongnya karena merasa sudah pada puncaknya.


Brruukkkk!!.... suara hantaman keras pintu kamar mandi Ansell yang membuat Ansell sontak terkejut ketika tengah asyik menggosok deretan giginya yang rapih didepan wastafel.


Tak perduli dengan Ansell yang berada dalam kamar mandi, Ahreum pun langsung mendudukan bokongnya ditoilet setelah menurunkan celananya sedikit untuk memulai ritual paginya.


“AUUGGHHH YAK!! Apa yang kau lakukan?!” seru Ansell yang terkejut mendapati istrinya kini tengah nangkring ditoilet yang berada tak jauh darinya berdiri.


“kelihatannya memang aku sedang apa?” respon Ahreum dengan sedikit tekanan agar bisa melancarkan buang hajatnya.


Brootthh.. broottthh.. seakan tidak memiliki rasa malu Ahreum pun membiarkan bokongnya mengeluarkan bebunyian untuk melegakan rasa mules diperutnya. Sehingga membuat Ansell lagi-lagi terkejut dengan sapaan pagi yang tak biasa dari istri mungilnya tersebut.


Cuuiihh.. Ansell meludahkan sisa odol yang berada dalam mulutnya kemudian mencuci mulutnya dengan air yang berada dicangkir khusus untuk berkumur sedangkan tangan satunya masih menggenggam erat sikat yang penuh pasta gigi.


“yak! Apa kau tak memiliki rasa malu, Ahreum?!” pekik Ansell setelah puas membersihkan area mulutnya kemudian menengok ke arah Ahreum.


“kenapa harus malu? Kau kan suamiku, euuhh..” Celetuk Ahreum dengan diakhiri penekanan kembali.

__ADS_1


Brootthhh..


“yak! kau ini tidak sopan sekali.” Ujarnya lagi seraya menutup hidungnya karena merasa aroma busuk telah menghantam lubang hidungnya beberapa kali.


“kenapa? memangnya aku ga boleh kentut dikamar mandi?” balas Ahreum datar seakan ia tak perduli dengan dumelan suaminya tersebut.


“astaga!! Kau ini benar-benar luar biasa.” Celetuk Ansell seraya membersihkan sikat giginya dan beralih menatap Ahreum lewat pantulan cermin besar yang ada dihadapannya.


Begitu selesai menggosok giginya Ansell pun melanjutkan dengan mencuci wajahnya dan memulai perawatan wajahnya dengan serangkaian skincare yang berada disudut wastafel.


"aah iya. Btw, aku boleh tanya tentang Ilona ngga?" ucap Ahreum ditengah kesibukannya buang hajat.


"apa?" ketus Ansell.


"karakter.. Karakter Ilona itu seperti apa? atau kesannya deh menurut pandanganmu, Ilona itu type gadis lugu, polos dan ceria seperti aku.


Atau lebih ke wanita dewasa yang suka tampil terbuka, sexy gitu.


Kau pahamkan maksudku?"


"hhahaaha, kau lugu, polos?! Ciihh.." timpal Ansell dengan nada ketus seperti biasanya.


"aughh! Baru aja semalam dia jadi pria yang lemah lembut, sekarang udah kumat lagi." gumam Ahreum pelan.


"yak! Aku bisa mendengarmu tau!" keluh Ansell seraya melirik sesaat kearah Ahreum dengan sorot mata tajamnya.


"Ilona.. type gadis yang ceria dan manja. Tapi yaa terkadang dia bisa bertindak layaknya seorang wanita dewasa." lanjut Ansell.


"kalau pakaian, kurasa dia lebih tertutup dibanding dirimu. Dia suka sekali pakai kaos oversize dan celana jins panjang. Memangnya kenapa?" giliran Ansell yang kini bertanya pada Ahreum seraya menatapnya lekat menunggu jawaban Ahreum.


"tidak..


Kurasa ada yang aneh." timpal Ahreum lengkap dengan kerutan didahi.


"kau yang aneh! Lagi buang hajat bisa-bisa ngobrol santai seperti itu. Ciihh!!" tukasnya tajam kemudian pergi meninggalkan Ahreum yang masih tampak kebingungan.


***


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2