Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO

Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO
Episode 239


__ADS_3

“dengar, pertama aku akan memberitahukan terlebih dahulu bagaimana karakter om Seno dan kak Ben. Om Seno meski terlihat cukup tegas dan sangar tapi nyatanya hatinya benar-benar lembut berbanding terbalik dengan tubuhnya yang besar berotot. Kau tahu ungkapan muka sangar tapi hati Hello kity, ya seperti itulah om Seno.


Hati Om Seno mudah tersentuh, bahkan pada penjahat sekalipun, jika dia memang sudah benar-benar tobat dan meminta maaf secara tulus, dia pasti akan memaafkannya. Dan dengan sikapmu tadi yang berpura-pura menyesal sembari meminta maaf secara tulus dengan berlutut dihadapan om Seno, kurasa hatinya mulai luluh.”


“Sialan!! Aku tidak berpura-pura RIHANNA!!” timpal Ansell tak terima dengan tuduhan Rihanna yang mengatakan jika dirinya hanya berakting saja.


“hhhhaaaha!! Iya, iya, selow dong!” goda Rihanna.


“ssstttt…, berhenti membuat kegaduhan,” geram Abi yang membuat ia lagi-lagi harus meminta maaf pada semua orang yang merasa terganggu oleh bentakan-bentakan Ansell.


“berbeda dengan kak Benn, dia tidak banyak bicara tapi langsung bertindak. Contohnya begini om Seno yang menggertak dengan perceraian, sedang Bennedict pasti akan lebih memilih langsung membawa Ahreum pergi jauh darimu.


Lihat, tanpa perlu ba.. bi.. bu memaki panjang lebar, dia langsung melayangkan jotosan dan tendangan mautnya padamu sampai kau babak belur seperti ini.


Ahh iya, btw…, setelah banyak mendapat pukulan kau masih tampak baik-baik saja tuh, tidak seperti kak Abi dulu, yang baru sekali dijotos udah langsung tumbang dan ga sadar selama beberapa menit, hhehee.” Goda Rihanna seraya melirik ke arah kekasihnya itu yang langsung memasang wajah ngambek.


“hhaahaa!!


Jangan bandingkan kebugaranku dengannya, jelas hal ini tidak ada apa-apanya,” sombong Ansell lengkap dengan muka tengilnya.


“uhuukk.. uhuukk…,” Ansell terbatuk setelah beberapa detik menyombongkan dirinya hingga membuat Abi khawatir dan langsung menghampiri Ansell.


“kau baik-baik saja?


Mau ku panggilkan dokter?” panik Abi yang melihat Ansell tiba-tiba meringis kesakitan sembari memegangi area dadanya.


“hmm…, makanya jangan sesumbar jadi orang,” celetuk Rihanna.


“tidak, tidak perlu, aku baik-baik saja,” ucap Ansell yang kemudian mengibaskan tangannya pada Abi untuk mengusirnya pergi dari pinggiran ranjangnya dan memintanya kembali ke sisi Rihanna.


“yak! Berhenti bertele-tele, jadi apa rencanamu?!


Jangan sampai kak Ben bertindak lebih dulu,” ketus Ansell.


“untuk saat ini sebaiknya kau jangan menunjukan mukamu dulu didepan om Seno ataupun kak Ben, tunggu sampai setidaknya emosi mereka sedikit mereda. Kau juga harus memberikan kesempatan pada Ahreum untuk menjelaskan situasi yang terjadi pada keluarganya, dengan begitu mereka tidak akan terlalu menyudutkanmu.

__ADS_1


Jadi kuncinya adalah bagaimana Ahreum bisa meyakinkan keluarganya jika semua yang terjadi ini adalah kesalahpahaman, setelah itu barulah kau ikut andil dengan membuat mereka percaya jika hal semacam ini tidak akan pernah terulang kembali.


Tentunya kau harus menurunkan egomu dan benar-benar menunjukan penyesalanmu serta ketulusanmu meminta maaf pada keluarga Ahreum,”


“aku tak bisa, jika harus berada jauh dari Ahreum, aku takut jika tiba-tiba saja kak Ben membawa Ahreum pergi tanpa sepengetahuanku,”


“aisshhhh!!


Aku hanya memintamu untuk tidak muncul dulu didepan keluarga Ahreum, bukan berarti aku menyuruhmu pergi dari rumah sakit, kau terluka parah, tentu kau harus dirawat dirumah sakit juga kan,”


“kau bisa menempati kamar VVIP no. 2 kan, Ansell, haduuhh…,”


“tetap saja aku tidak bisa memastikan jika dia masih berada didekatku jika berbeda ruangan, bagaimana jika aku merindukannya,” rengek Ansell yang membuat Rihanna geli.


“aughhh!!


Sejak kapan kau jadi mellow seperti ini Ansell, eohh!!” ejek Rihanna.


“oke.. oke.. kita buat bucket bunga dan taruh kamera kecil didalamnya lalu simpan diatas meja yang berada disudut ruangan, pastikan sudutnya pas mengarah ke ranjang Ahreum, bagaimana?” papa Rihanna kembali.


“Kenapa harus bunga?


“Yak! Bodoh, jika pakai boneka, Ahreum pasti meminta boneka itu untuk menemaninya tidur, gak mungkinkan hanya dipajang diatas meja?! Jika dia memeluk boneka beruang itu lantas bagaimana kau bisa melihat muka istri yang kau rindukan itu huh?!


Dan untuk bunga, apa kau tak tahu didunia ini ada yang namanya bunga palsu? Minta ibumu untuk memberikan bunga itu, selain sebagai bentuk permintaan maafnya bilang saja untuk mencerahkan suasana didalam ruangan. Beres kan?


Aughhh!! Bagaimana kau bisa menjadi seorang CEO dengan otakmu yang secuil itu,” ejek Rihanna yang tak hentinya memasang muka julid pada Ansell yang terdiam seribu bahasa, lantaran memang perkataan Rihanna ada benarnya, namun entah kenapa tetap saja harga dirinya merasa terluka.


“Ciihh!!


Kau tak perlu mengirimkan CV ke perusahaanku, aku akan membuatmu masuk tanpa harus melalui proses perekrutan,” timpal Ansell sebagai DP dari bantuan Rihanna terhadapnya.


“sory ya, tapi aku udah ke terima tuh, aku ditempatkan dideparteman pengembangan dan mulai pekan depan aku sudah bisa bekerja.” katanya lengkap dengan wajah songongnya.


“Kau yang mengaturnya?” tuduh Ansell seraya menyipitkan matanya ke arah Abi.

__ADS_1


“ti.. tidak.. aku aja baru dengar dia diterima,” sahut Abi.


“tapi bagaimana mungkin, bukankah kau lulusan SMA, kau tidak melanjutkan kuliahmu sampai akhir kan,” komen Ansell.


“aku mengikuti perekrutan khusus yang diadakan beberapa hari lalu, dan…, tadi malam aku mendapat email dari perusahaanmu jika aku diterima.


Ciihh!! Aku tak butuh bantuanmu untuk bergabung dengan perusahaan KT. Group, aku bisa mengandalkan kemampuanku sendiri.”


“ahh iya, btw…,


Kantung apa itu yang kau letakan diatas nakas?” timbrung Abi yang sedari tadi penasaran dengan jinjingan besar yang dibawa Rihanna dan diletakannya diatas nakas.


“Astaga, aku lupa, itu adalah makan siangku, kak Ben dan om Seno. Aku harus cepat kembali!” seru Rihanna seraya bangkit dari ranjang kemudian menyambar lunch bag tersebut.


“ahh iya, ingat kata-kataku Ansell!!


Pelan-pelan!! Jangan gegabah seperti tadi, sabar oke! Jaga baik-baik kekasihmu.” Pamit Rihanna seraya menepuk bahu Abi dan melirik ke arah Ansell, sebelum kembali menarik langkah pergi dari keduanya.


“aissshh!!” dengus Ansell, sementara Abi hanya bisa menghela nafas dan menggeleng kepalanya melihat tingkah laku kekasihnya itu.


...****************...


Sementara itu diruangan Ahreum.


Beberapa saat setelah Ahreum menceritakan konflik yang menimpa rumah tangganya pada Seno dan juga Bennedict, akhirnya Seno menghembuskan nafasnya tanda jika dirinya bersedia memahami konflik pelik yang terjadi diantara Ahreum dan Ansell.


Pada akhirnya Seno hanya bisa menyerah dengan keteguhan hati putrinya dan mengembalikan keputusan pada putri bungsunya itu.


Ia bangkit dari kursinya kemudian mengelus kepala putrinya lengkap tatapan hangatnya yang membuat Ahreum tersenyum lega.


“baiklah, ayah tidak akan mencampuri pernikahanmu, kau sudah dewasa, ayah percaya padamu untuk menyelesaikan masalah dengan caramu sendiri, nak.


Tapi ingat, meski sebesar apapun rasa cintamu pada Ansell, kau harus lebih mengutamakan dirimu sendiri, nak. Sebelum kau mencintai orang lain, kau harus mencintai dirimu lebih dulu, oke.” Ucap Ayahnya yang kemudian mengecup kening putrinya itu.


“ayah pulang dulu ya, nanti malam ibumu akan kemari,” pamit Seno sebelum pergi meninggalkan kedua putra putrinya yang masih tampak saling berdiam diri.

__ADS_1


...****************...


Bersambung...


__ADS_2