Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO

Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO
Episode 191


__ADS_3

Setelah berkendara selama 2 ½  jam akhirnya mereka pun sampai ditempat tujuan, yakni kota Banten tempat kelahiran mendiang ibu dari Ahreum nathania.


Begitu mobil terpakir dihalaman yang cukup luas, mereka pun lantas turun dari mobil 1 per 1 seraya meregangkan otot-otonya yang sedikit kaku lantaran duduk terus selama perjalanan.


“ommaaa!!” seru Ahreum begitu ia melihat omma dan oppanya sudah menunggu kedatangan mereka sedari tadi digazebo yang berada dipekarangan depan rumahnya.


Ahreum pun berlarian menuju gazebo dan menghambur ke dalam pelukan omma serta oppa nya.


“sudah lama sekali kau tidak berkunjung sayang, omma hampir melupakan wajah cantikmu ini.” ujar Omma seraya mencubit pelan dagu Ahreum diiringi dengan senyum lebarnya.


“Iya nih, sudah berapa bulan ini kau tidak kemari. Oppa fikir kau sudah melupakan Oppa dan Omma.” Tambah Oppa dengan nada merajuk.


“eeyy.. gak mungkin dong aku melupakan Omma dan Oppa, aku hanya sedikit sibuk aja akhir-akhir ini. Eheehehe.” Dalihnya.


“siapa ini Ahreum?


Omma rasa suamimu sangat tampan.” Celetuk Omma kala menyadari kehadiran pria yang asing baginya tengah berjalan bersama dengan 2 teman perempuan cucunya.


“halo Omma, Oppa, masih ingat denganku kan?” sapa Hanna yang ikut bergabung diantara mereka.


“tentu dong, mana mungkin Omma melupakan gadis cantik sepertimu Rihanna.”


Omma mengalihkan pandangannya sesaat ke arah Rihanna kemudian menyambut sapaan Hanna dengan sebuah pelukan hangat penuh kerinduan yang tak dapat dijelaskan oleh kata-kata.


Selesai berpelukan dengan Omma, Hanna pun beralih pada Oppa yang sudah menunggu pelukan darinya dengan senyuman lebarnya.


“ini pasti Nayeon ya?” tanya Omma ragu-ragu, lantaran ia hanya bertemu beberapa kali saja dengan Nayeon, tidak seperti Rihanna yang memang sudah berteman cukup lama dengan cucunya.


“Iya Omma, hehe, apa kabar Omma?” sapa Nayeon yang kemudian memeluk Omma dengan penuh kasih sayang layaknya bercengkrama dengan neneknya sendiri.


“baik sayang, lalu pria ini siapa?


Apa kekasih diantara kalian berdua?” tanya Omma lagi yang merasa penasaran sekali dengan Franky yang sedari tadi menunggu giliran untuk bisa memperkenalkan dirinya pada nenek dan kakek Ahreum.


“Dia Franky Omma, temanku juga, dan dia bukan pacar dari Hanna ataupun Nayeon hehe, kami semua berteman.” Jelas Ahreum seraya menautkan tangannya ke tangan Ommanya.


“Iya, perkenalkan nama saya Franky, Omma, Oppa. Ehh.. bolehkah saya memanggil Omma, Oppa? Atau haruskah saya memanggil nenek dan kakek aja? Hehee.” Katanya seraya menundukan kepalanya sebagai rasa hormatnya pada kakek dan nenek Ahreum.


“Omma, Oppa aja biar lebih akrab, kalau kau temannya Ahreum, berarti kau cucu Omma dan Oppa juga.” Ujar Omma lembut yang kemudian melepas tautan tangan Ahreum darinya, dan beralih menarik tubuh Franky ke dalam pelukannya.

__ADS_1


Sama seperti yang lainnya, Omma juga ingin menyambut kedatangan teman baru cucunya itu dengan sebuah pelukan hangat.


Usai saling memberikan peluk hangat, Omma dan Oppa mengajak mereka untuk segera masuk. Karena sudah waktunya makan siang, mereka pun langsung saja menuju area ruang makan keluarga sebab hidangan pun sudah disiapkan sedari tadi oleh para ART yang bekerja dikediaman kakek dan nenek Ahreum.


“Omma..” panggil Hanna selagi Ommanya menciduk nasi.


“Iya sayang.” Sahut Ommanya lembut yang kemudian memberikan piring yang sudah berisikan nasi pada suaminya.


“kurasa Omma dan Oppa ngga datang ke pernikahan Ahreum ya waktu itu?” tanya Hanna yang kemudian mengambil lauk pauk terlebih dahulu dan diletakannya dipiringnya.


“ahh itu.. Iya, sayang sekali Omma dan Oppa ga bisa hadir, mendadak ada hal yang mesti Omma dan Oppa bereskan diperkebunan. Lagipula dari yang Omma dengar pernikahan itu sudah diatur ya? Kalian dijodohkan. Omma tak bisa melihat raut wajah sedih cucu Omma saat menikah dengan lelaki yang tidak dicintainya.” Ungkapnya lirih yang kemudian mulai dengan suapan pertamanya.


“aku mencintainya kok Omma, sangat mencintainya.” Timpal Ahreum ditengah kunyahan makanannya lengkap dengan raut wajah bahagaia yang membuat Omma pun ikut tersenyum bahagia.


“benarkah?


Lalu kenapa dia tidak ikut kemari bersamamu?” timbrung Oppa lengkap dengan raut wajah yang dipenuhi keraguan disela kunyahannya.


“dia sedang dinas ke luar negeri Oppa. Nanti ya, akan ku ajak kemari dan ku minta menemani Oppa memancing ehhehe.” Katanya lagi lengkap dengan senyum lebarnya seakan ingin menunjukan jika dirinya memang sangat bahagia menikah dengan suaminya, meski pernikahan itu berlandaskan perjodohan.


“hmm.. Ahh iya! Oppa tidak melihat Jeno. Biasanya dia tidak pernah jauh darimu, Ahreum.” sambung Oppa yang kemudian mengalihkan pembahasannya pada seseorang yang tidak ada di meja makan.


“kenapa Hanna?” tanya Oppa seraya mengerutkan dahinya sebab tak mengerti dengan ekspresi yang ditunjukan Hanna padanya.


“tolong jangan menyinggung nama itu dulu, nanti akan ku jelaskan situasinya hehee.” Sambung Hanna.


Sementara itu Nayeon yang duduk disebelahnya terlihat murung dan mulai melambatkan kunyahannya, seakan ada batu keras yang kembali menghantam hatinya. Mendengar nama mantan kekasihnya membuat hatinya kembali terasa sakit.


***


30 menit kemudian, setelah selesai menyantap makan siang bersama, mereka pun kini berkumpul diarea ruang keluarga, selagi bersantai sembari menonton siaran televisi yang tengah menayangkan acara kartun favorite Franky Spongebob squerpants, suasana semakin hidup dan hangat kala percakapan ringan mulai terjalin diantara mereka.


“Jadi, apa kau sudah tahu tujuanmu kembali ke Indonesia Hanna?” tanya Omma seraya sesekali melirik televisi besarnya yang kini tengah dikuasai oleh Franky.


“hmm.. paling nanti aku mau cari pekerjaan aja Omma, kalau bekal ku sudah menipis.” Sahutnya seraya menaikan kedua kaki dan menyilangkannya diatas sofa sembari menyemil potong buah.


“kau tidak akan melanjutkan kuliah disini, Hanna?” timpal Ahreum yang juga ikut menyemil potongan buah didalam piring kecil yang dipegang Hanna.


“tidak..

__ADS_1


Bekerja sambil kuliah itu tidak mudah, lelah banget pasti, belum lagi aku kan mengambil aparteman dikawasan yang cukup elite. Jadi ku putuskan hanya mencari pekerjaan aja.” Katanya penuh percaya diri.


“kalau begitu, kau kuliah saja, biar Oppa yang akan membiayai semua kebutuhanmu.” Sambar Oppa yang tengah asyik menyemil es krim disamping Omma.


“Iya, Omma setuju, kalau kau mau Omma biasa membiayai kuliahmu, kau bisa kuliah dikampus yang sama dengan Ahreum dan Nayeon. Bagaimana?” cetus Omma penuh semangat.


“engga ahh, aku mau kerja aja Omma. Lagipula Ahreum dan Nayeon juga sebentar lagi lulus. Aku mau ngelamar diperusahaan KT. Group ehehee.” Serunya.


“KT. Group?


Bukankah itu perusahaan keluarga suami Ahreum?” ucap Oppa yang ingin memastikan kebenarannya.


Ahreum pun mengangguk. “he’em.. kau yakin mau ngelamar disana? Bukankah testnya sulit sekali dari yang ku dengar.” Celetuk Ahreum seraya melirik ke arah karibnya itu.


Sementara Ahreum, Hanna, Omma dan Oppa berbincang, disisi lain tampak Franky yang tengah fokus sekali menyaksikan acara kartun favoritenya sembari menyemil potongan buah yang sama seperti Hanna macam-macamnya.


Sedang Nayeon yang duduk disamping Franky kini terlihat mengangguk-anggukan kepalanya kedepan dan ke belakang seakan tengah bergelut dengan rasa kantuknya.


Menyadari karibnya itu tengah dihantam rasa kantuk yang luar biasa, dengan sigap lengan Franky pun menarik kepala Nayeon hingga kini dirinya bersandar dibahunya yang lebar.


“padahal disepanjang perjalanan pun dia udah tidur terus, sekarang udah tepar lagi aja.” Celetuk Hanna kala melihat Nayeon kini sudah tertidur pula dibahu Franky.


“hmm.. sebaiknya kau tidurkan saja Nayeon dikamar, sudah Omma bereskan kamarnya untuk kalian bertiga tidur.” Ucap Omma seraya mengarahkan pandangannya pada Franky yang sebenarnya masih tak ingin beranjak dari posisi nyaamnnya saat ini.


“oke Omma, disebelah mana?” tanya Franky seraya menaruh piring kecil yang berisikan potong buah diatas sofa, kemudian beralih mencoba mengangkat tubuh Nayeon yang sudah berada dialam mimpi.


“bi Marni!!” panggil Omma dengan suara lantangnya agar art nya itu bisa mendengar panggilannya dimana pun ia berada.


“Iyaa nyonyaaa..” seru bi Marni yang berlarian dari area belakang.


“tolong antarkan mas Franky  ke kamar yang sudah disiapkan tadi ya.” Perintah Omma yang langsung dibalas anggukan patuh dari bi Marni.


“mari den Franky ikut saya.” Ajak bi Marni ramah yang kemudian berjalan lebih dulu untuk menunjukan jalan.


Begitu Franky pergi dengan membawa Nayeon yang terlelap dalam gendongannya, mereka berempat pun kembali melanjutkan obrolannya.


*** 


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2