
“seharusnya nona tidak boleh begini, nona tahu betul bagaimana menderitanya pak Ansell saat mengetahui jika nona Ilona mengkhianatinya dulu. Bagaimana mungkin nona Ahreum pun melakukan hal yang sama pada pak Ansell?! Terlebih lagi lelaki itu adalah paman dari pak Ansell sendiri.” Ucap Abi seraya mengarahkan pandangannya pada Ahreum.
“jika aku salah, lalu.. apakah kalian berdua benar?!” balas Ahreum lengkap dengan sorot mata tajamnya yang membuat Abi mengerutkan dahinya, karena belum mengerti maksud dari perkataan Ahreum.
“bagaimana mungkin kalian berdua bersenang-senang dibelakangku dengan membuat taruhan konyol yang kekanak-kanakan seperti itu?! tak cukup kah dengan Ansell yang selalu memperlakukanku dengan kasar, kak Abi.”
“apa?! taruhan.” Timbrung Elios yang ikut tercengang mendengar hal telah dilakukan Abi dan Ansell.
“saya bisa jelaskan nona..” respon Abi saat Ahreum menarik langkah untuk pergi meninggalkan kedua lelaki tersebut.
“apa yang sebenarnya terjadi Ahreum?” Elios kembali menyusul langkah Ahreum kemudian menahan lengannya.
“tolong biarkan aku pergi, aku akan memberitahukannya padamu nanti, kumohon.” Ucap Ahreum seraya kembali melepas genggaman Elios dari tangannya dan membiarkan Ahreum pergi menjauh darinya bersama dengan Abi yang masih mengikutinya daari belakang.
***
Abi terus mengikuti langkah Ahreum hingga sampai di depan toko serba ada.
“tunggu nona Ahreum, tolong dengarkan dulu, tidak semua yang nona dengar saat itu adalah benar-benar kenyataannya.” Tahan Abi seraya memegang bahu Ahreum hingga Ahreum pun menghentikan langkahnya.
“oke baik, aku akan dengarkan.” Ucap Ahreum kemudian melepas ransel besarnya dan diletakannya diatas meja lalu ia pun mendudukan bokongnya dikursi milik toko serba ada.
Abi pun menghela nafas sejenak sebelum mendudukan bokongnya dikursi seberang kursi Ahreum.
“jadi, penjelasan apa yang kak Abi miliki?” kata Ahreum seraya menatap kedua bola mata Abi lekat seolah ia benar-benar menunggu alasan maupun bantahan dari lelaki yang kini berada dihadapannya.
“sebelumnya saya mau minta maaf terlebih dahulu atas apa yang sudah saya dan pak Ansell lakukan terhadap nona Ahreum, saya sadar sekali perbuatan itu benar-benar salah, dan bukannya menghentikan pak Ansell saya malah terus mendukungnya sampai saat ini. Saya sangat sangat menyesal nona Ahreum.
Tapi.. saya juga mohon tolong jangan tinggalkan pak Ansell, nona. Pak Ansell saat ini sedang dalam masa-masa sulit, sebenarnya pak Ansell tidak ingin saya memberitahukan ini pada nona, namun saya rasa nona harus tahu apa yang sedang pak Ansell hadapi.
__ADS_1
Kondisi pak Ansell sangat mengkhawatirkan, sudah beberapa kali ini pak Ansell terus melihat nona Ilona berada disekitarnya, dia berhalusinasi jika nona Ilona kembali bangkit dan terus berada disekitarnya. Saya takut jika pak Ansell..”
“lalu apa itu kesalahanku?” potong Ahreum, yang membuat Abi kontan terkejut dengan respon Ahreum yang tidak terduga itu, hingga mengerutkan dahinya dan terdiam tak dapat berkata-kata kembali.
“kenapa? kak Abi fikir aku akan bersimpati padanya lalu membiarkan dia melakukan apapun sesuka hatinya?! Jika dia menyesal dengan perbuatannya, seharusnya dia sendiri yang datang padaku bukan?
Maaf kak Abi, kurasa apapun yang akan kak Abi jelaskan sekarang hanya akan terdengar seperti sebuah alasan, jadi tolong pergi saja.” Pungkas Ahreum seraya kembali berdiri dan meraih ransel besar yang sebelumnya ia letakan diatas meja.
“tunggu nona Ahreum, tolong maafkan pak Ansell sekali ini saja, jangan pergi seperti ini nona. Percayalah pak Ansell tidak bermaksud untuk mempermainkan nona, pak Ansell melakukan hal itu karena kesal pada nona yang selalu jual mahal padanya.” Papar Abi hingga mampu menghentikan langkah Ahreum kemudian kembali berbalik padanya.
“APA KATAMU!! YAK!!” seru Hanna yang tiba-tiba saja muncul dari arah belakang kemudian menggeplak kepala Abi dengan segenap kekuatannya.
“aaww.” Ringis Abi seraya memegangi bagian belakang kepalanya yang terkena serangan dadakan.
“Hanna.” Ucap Ahreum seraya membulatkan kedua bola matanya saking terkejutnya mendapati Hanna yang tiba-tiba muncul lalu memukul kepala Abi.
“Hanna tenanglah.” Ucap Ahreum seraya menahan tubuh Hanna agar tidak kembali menyerang Abi.
“Ansell memang dari dulu sudah brengsek, tapi kau tau!!.. kau.. iya kau!! lebih lebih buruk DARINYA!” bentak Hanna lagi seraya mengacungkan jari telunjuk lengkap dengan sorot mata tajamnya pada Abi yang terdiam seribu bahasa.
“ada apa ini?” tanya staf toko serba ada yang tiba-tiba saja memberanikan diri untuk ikut nimbrung dalam perseteruan yang terjadi diarea pekarangan tempat kerjanya.
“Frank, kau kembali kesini lagi?” ucap Ahreum pada pegawai toko serba ada tersebut.
“iya, aku dipindahkan kesini lagi mulai per hari ini. Mereka kenapa?” tanyanya seraya menaruh lap keatas bahunya dan mengarahkan pandangannya pada Hanna juga Abi.
“berkelahi? Karena diiputuskan? Atau diselingkuhi?” celetuk Franky lengkap dengan raut wajah songongnya.
“diam kau, anak kecil ga perlu ikut-ikutan!” tukas Hanna lengkap dengan sorot mata tajamnya yang mengarah pada Franky, sebelum kembali beralih pada Abi yang masih terdiam tak berkutik sama sekali setelah mendapat serangan yang bertubi-tubi dari gadis bar-bar tersebut.
__ADS_1
“astaga.. gadis jaman sekarang memang kebanyakan makan seblak, omongannya pun jadi ikut pedas.” Celetuk Franky yang kemudian kembali undur diri dari area tersebut.
“Frank, tolong ambilkan air mineral ya.” Pinta Ahreum saat Franky hendak kembali masuk ke dalam toko serba ada.
“hmm..” respon Franky.
“sudahlah Hanna, jangan seperti ini banyak orang yang melihat.” Ucap Ahreum seraya menggiring tubuh Hanna untuk duduk dikursi dan menenangkan dirinya sejenak.
“YAK!! sebaiknya kau pisah saja dengan Ansell, bahkan temannya pun sama brengseknya.” Ujar Hanna yang kembali berdiri dan memegangi kedua bahu Ahreum.
“tidak bisa seperti itu, Tuhan saja maha memaafkan jika hambanya bersalah dan menyesali perbuatannya, tolong nona pertimbangkan kembali kebaikan pak Ansell selama ini.” timpal Abi yang tak ingin menyerah untuk membujuk Ahreum agar memaafkan atasannya.
“apa kau seorang pastor? Bisa-bisanya kau berkhutbah disaat seperti ini! AUGGHHH SI***!!” geram Hanna yang kembali ingin menyerang Abi dengan tinjunya.
“yak.. yak.. yak Hanna!” cegah Ahreum seraya berusaha mungkin menahan tubuh Hanna untuk tidak menyerang Abi.
“ada apa ini?” tanya Nayeon yang baru saja bergabung diantara kekisruahan yang terjadi.
“apa kau tau Nay..” belum sempat Hanna melontarkan keseluruhan kalimatnya Ahreum keburu membungkam mulutnya karena tak ingin membuat suasana semakin kacau.
“aaww!” ringis Ahreum saat telapak tangannya digigit dan dijilati oleh Hanna.
“Ansell dan Abi membuat taruhan, dan Ahreum yang menjadi taruhannya!” seru Hanna begitu bebas dari bungkaman tangan Ahreum.
“apa?! dasar bajingan tua!! Beraninya kau!!” seru Nayeon yang kemudian langsung menjambak rambut Abi tanpa ampun hingga membuat kepala Abi ikut tertarik ke belakang.
“waaahh..” ucap Franky yang baru saja ikut bergabung seraya memegangi botol air mineral, ia benar-benar tak menyangka akan berada disituasi yang langka seperti ini.
Bersambung...
__ADS_1
***