Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO

Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO
Episode 129


__ADS_3

"sejak kapan kau punya motor Rihanna?" respon Bennedict seraya mengerutkan dahinya.


"sejak pagi tadi hehe." cengirnya.


“ayo!” ajak Bennedict setelah ia menutup pintu mobilnya kembali ia pun lantas melangkahkan kakinya menuju rumah abu yang tidak jauh dari area parkiran pasar.


“kemana?” tanya Ahreum dan Rihanna serempak seraya berjalan menyusul langkah Bennedict.


“membuktikan apa yang kau bualkan tadi.” Sahut Bennedict yang tak percaya pada Rihanna jika dirinya memiliki sebuah sepeda motor.


“aughh!! Kakakmu itu benar-benar..” gerutu Rihanna setelah melirik sesaat pada Ahreum yang berjalan dengan tenang disampingnya.


"kak Ben aku lapar, bisa kau beri aku makan?!" serunya seraya berlari kecil menyusul langkah Bennedict yang sudah jauh meninggalkan keduanya.


"tiba-tiba?.." gumam Ahreum seraya mengerutkan dahi lalu menggelengkan kepalanya saat karibnya itu mendadak meminta makan, karena hal tersebut sangat melenceng dari pembahasan yang terjadi.


-----


“coba kau nyalakan mesin motornya.” Suruh Bennedict seraya melirik ke arah motor sesaat sebelum kembali mengarahkan pandangan tajamnya pada Rihanna yang tengah berdiri disisi motor lainnya.


“astaga! kakak benar-benar tak percaya padaku. Aughhhhh!! Kau menyebalkan sekali.” Dumelnya yang kemudian merogoh tas kecilnya untuk menemukan kunci sepeda motornya.


“Rihanna gak bohong kok, motor itu hadiah dari Nayeon sebagai rasa terimakasihnya karena sudah membantu menangkap perampok beberapa hari yang lalu.” Jelas Ahreum yang ikut bersuara.


“hanya nyalakan motornya aja sekarang, cepat!” tegas Bennedict, karena yang ia butuhkan saat ini adalah pembuktian bukan hanya sekedar kata-kata.


Sebelumnya..

__ADS_1


Didepan aparteman Rihanna, tampak keduanya tengah berjalan santai dilobi setelah keluar dari lift beberapa saat lalu sembari melakukan percakapan ringan, atau lebih tepatnya mereka sedang berghibah.


“aughh!! Aku benar-benar tak habis fikir, bagaimana mungkin dia masih se pengecut itu bahkan disaat kekasihnya dalam bahaya pun dia tak perduli dan hanya menyelamatkan dirinya sendiri. Syukurlah kau tidak berjodoh dengannya atau kau yang akan terus menjadi tameng untuk dirinya. Hiiihh..” ujar Rihanna seraya bergidik.


“jangan begitu, setidaknya dia pernah menjadi kekasihmu juga tau.” Bela Ahreum dengan diiringi tawa renyahnya.


“asal kau tahu aja ya, sebenarnya aku hanya memanfaatkannya aja kok hahaha!! Untuk membuat seseorang cemburu.” Ungkapnya yang membuat kedua mata Ahreum membulat karena tak menduga akan mendengar pernyataan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.


“wuaah, kau jahat sekali Rihanna.” Respon Ahreum sembari menggeleng kepalanya karena tak percaya jika karibnya sudah mempermainkan Jeno selama ini.


“selamat pagi, maaf mau tanya mba, apa mungkin mba kenal dengan ibu Rihanna xxx, menurut informasi ibu Rihanna tinggal diaparteman ini.” tanya seorang lelaki dengan sebuah berkas yang berada dalam genggamannya, membuat langkah Ahreum dan Rihanna terhenti di pekarangan aparteman.


“saya sendiri, ada apa memangnya?” sahut Rihanna lengkap dengan raut wajah bingungnya karena ia tak merasa memesan paket apapun.


“saya mau mengantarkan motor pesanan mba Nayeon untuk mba Rihanna.” Paparnya, ia mengganti ibu dengan panggilan mba, karena ternyata Rihanna lebih muda daripada dirinya.


Mendengar berita tersebut sontak membuat keduanya terkejut hingga membelalakan keduanya, dan saling melempar tatapan tak percaya.


“dia bukan pembual ternyata, dia benar-benar serius dengan perkataannya hahaha!! Begini ya rasanya berteman dengan orang kaya yang loyal.” Seru Rihanna yang juga tampak antusias sekali dengan hadia sepeda motor yang diberikan kepadanya. Sampai ia pun berlari kecil untuk mendekati sepeda motor barunya dan tak hentinya memindai seluruh body sepeda motor tersebut.


Disusul dengan Ahreum yang juga ingin ikut memperhatikan dari dekat bagaimana rupa sepeda motor yang harganya lumayan cukup mahal.


“ahhaahaa!! Mulai sekarang akan ku jadikan dia teman terbaikku, kali aja nanti aku diijinin tinggal dikediamannya hihihii.” Celetuknya seraya memeluk sepeda motor barunya.


“eeyyt, dasar rubah licik.” Sahut Ahreum lengkap dengan tatapan julidnya.


“jadi dimana saya harus tanda tangan?” tanya Rihanna lengkap dengan senyuman lebar yang menampilkan deretan giginya yang rapih dan putih. Begitu puas memeluk motor barunya ia pun langsung kembali tersadar pada pria yang masih menunggunya dengan beberapa berkas dalam genggamannya.

__ADS_1


“disini mba..” sahut pria tersebut sembari menyodorkan berkas yang tengah digenggamnya pada Rihanna.


Dengan penuh antusias Rihanna pun kembali berlari kecil menuju keberadaan pria tersebut untuk menyelesaikan urusannya terlebih dahulu mengenai administrasi pembelian sepeda motor.


Sedangkan Ahreum yang tampak penasaran sekali dengan motor tersebut ia pun mencoba berjalan mengelilingi motor baru RIihanna sembari memperhatikan setiap detil yang ada pada motor. Dengan sesekali menyentuh beberapa bagian yang menarik perhatiannya.


“apa kau mau mengajariku mengendarai motor?” tanya Ahreum lengkap dengan raut wajah yang di buat-buat agar terlihat manis dan imut dihadapan Rihanna yang tengah berjalan menghampirinya setelah membereskan urusannya dengan pria pengantar motor tadi.


“oke, kalau begitu saya pamit ya mba. Semoga perjalanannya selalu aman dan menyenangkan.” Pamit pria tersebut seraya membungkukan sedikit tubuhnya pada Ahreum dan Rihanna sebagai tanda perpisahannya.


Ahreum dan Rihanna pun membalasnya dengan sedikit bungkukan serta senyuman ramah.


“oke terimakasih banyak pak.” Sahut Rihanna, sebelum matanya kembali mengarah pada Ahreum yang masih memandangi motornya lekat.


“tidak! Itu tidak akan pernah terjadi, kau cukup jadi penumpang yang baik hati dan tidak rewel aja. Dan aku akan membawamu kemana pun kau inginkan.” Tegasnya seraya menancapkan kunci motor tanda ia akan segera menggunakan motor barunya.


“eyyy! Pelit banget sih. Ini gak lebih sama dengan sepeda kan. Aku pasti bisa menguasainya kok. Kau tak perlu khawatir.” Rengek Ahreum yang mencoba membujuk Rihanna agar mau mengajarinya mengendarai motor miliknya.


“tidak boleh!” tegasnya lagi yang membuat Ahreum memonyongkan bibirnya karena kesal keinginannya tidak dituruti oleh karibnya itu.


“yak! Dengar ya.. kau jangan salah paham, aku bukannya mengkhawatirkan motorku, tapi aku mengkhawatirkan dirimu tahu! Kau tak ingat apa yang sudah kau lakukan pada mobilku dulu, kau menghantamkannya ke tiang listrik sampai listrik dikompleks kita padam selama 1 hari penuh. Dan dapurku, kau hampir membakarnya saat kau mencoba membuat cookies sampai panci pink ku kau lelehkan. 1 lagi handle pintu kamarku sampai patah..”


“iya.. iya.. iya.. aku mengerti, sudah cukup telingaku panas mendengar ocehanmu yang seperti lingkaran.” Potong Ahreum yang kemudian naik ke atas motor dan menempati kursi penumpang mendahului Rihanna yang masih berdiri disisi motornya.


Rihanna pun hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku karibnya itu.


“aughhh!! Itulah sebabnya kenapa mamamu dulu selalu khawatir jika kau sedang melakukan suatu hal, jika tidak melukai dirimu sendiri kau akan berakhir menghancurkannya. Tak ada mendingnya.” Gerutu Rihanna yang kemudian naik ke atas motornya untuk memulai perjalanannya bersama dengan Ahreum sahabat dan juga sudah ia anggap sebagai keluarganya sendiri.

__ADS_1


***


Bersambung


__ADS_2