
15 menit berlalu, akhirnya ketiga serangkai itu mampu menyeret tubuh berat Ansell sampai ke kamar, lalu dengan kekuatan penuh dari ketiganya mereka pun bertekad mengangkat tubuh Ansell ke atas ranjang.
Senyuman lebar pun merekah menghiasi wajah ketiga serangkai tersebut saat missi telah usai dijalankan dalam kurun waktu kurang lebih 1 jam, sejak ketiganya berkumpul.
“astaga hari ini adalah hari terberat yang pernah ada dalam hidupku.” Keluh Hanna seraya mengelap keringat yang terus mengucur dari sela-sela poninya dengan punggung tangannya kemudian melirik ke arah 2 temannya secara bergantian.
“auughh, berhentilah mengeluh aku pusing mendengarnya.” Protes Nayeon lengkap dengan tatapan sinisnya.
“hentikan, ayo keluar.” Ajak Ahreum seraya menggandeng kedua tangan karibnya lalu menariknya untuk keluar dari kamar.
____
“aku mau numpang mandi ahh, sepertinya tubuhku sudah dipenuhi keringat, lengket sekali.” Ujar Hanna begitu mereka keluar kamar.
“aku juga, kau..?” tanya Ahreum seraya menatap ke arah Nayeon yang berada disampingnya.
“tidak ahh, aku tak biasa mandi ditempat orang lain.” Katanya.
“ahh jadi kau menganggapku sebagai orang lain rupanya.” Respon Ahreum lengkap dengan raut wajah pura-pura ngambek.
“tidak, bukan begitu..”
“baguslah, kalau begitu mulai sekarang kau dan Ahreum putus!” timbrung Hanna yang langsung memotong kalimat Nayeon dan mengaitkan tangannya pada tangan Ahreum lalu menjauhkan Ahreum dari sisi Nayeon.
“hahhaha bercanda ko, iya aku mengerti, kau tunggu saja disini, ahh iya hati-hati kalau kau mau ke dapur, takutnya masih ada pecahan botol yang tertinggal disudut.” Lanjut Ahreum yang kemudian langsung menepuk punggung tangan Hanna untuk memberi tanda sudah cukup mengisengi Nayeon, sebab gadis itu mudah sekali pundung.
“memangnya kalian mau mandi bersama-sama? Tidak gentian?” ujar Nayeon yang melihat keduanya membalikan tubuh secara serempak dan hendak berjalan menuju kamar lainnya.
“iya, biar cepat selesai dan tidak membuatmu menunggu lama.” Sahut Ahreum seraya kembali membalikan tubuhnya sesaat untuk menjawab pertanyaan Nayeon.
“kenapa?! kau cemburu ya aku mandi bersama Ahreum, kau mau juga ya?! Hahaha.” Ledek Hanna, yang memutar kepalanya ke belakang seraya menjulurkan lidahnya pada Nayeon.
__ADS_1
“engga juga tuh.” Respon Nayeon seraya menunjukan raut wajah sinisnya pada Hanna yang sedari tadi menggodanya lalu melipat kedua tangan diatas dadanya.
“sepertinya kalian belum pernah mandi bersama ya?” bisik Hanna pada Ahreum saat mereka kembali melanjutkan perjalanannya menuju kamar ke 2.
“belum, mungkin tidak akan pernah.” Balas Ahreum dengan suara setengah berbisik.
***
15 menit kemudian.
Setelah keduanya selesai membersihkan tubuhnya, mereka pun keluar dari kamar mandi secara bergantian masih dengan jubbah mandi dan juga handuk kecil yang membalut rambut basah keduanya.
“jadi setelan training yang kau pakai barusan itu milik mantan kekasih Ansell yang sebelumnya pernah tinggal diaparteman ini.” ujar Hanna yang kembali memulai percakapan seraya menarik handuk kecil yang membalut rambut basahnya dan beralih mengelap-elap rambutnya memakai handuk kecil tersebut agar rambut panjangnya itu bisa cepat kering.
“hmm.. aku belum sempat mengemas apapun jadi yang ada saja ku pakai.” Sahutnya yang juga ikut menarik handuk kecil yang berada diatas kepalanya, namun berbeda dengan Hanna, ia melempar handuk tersebut ke atas ranjang, sebab ia lebih memilih mengeringkan rambutnya dengan hair dryer yang berada diatas meja rias.
Selagi Ahreum mencari colokan untuk hair dryer yang tengah ia pegang, kedua mata Hanna terus saja memandangi kedua lemari besar yang kini berada dihadapannya, ia pun menghentikan aktifitas mengeringkan rambutnya sejenak membiarkan handuk kecil tersebut berada diatas kepalanya, lalu berjalan perlahan mendekati salah satu lemari dan menggeser handle kedua pintu secara bersamaan dengan kedua tangannya.
“ada apa?” tanya Ahreum yang kemudian berjalan menghampiri karibnya tersebut masih dengan hair dryer ditangannya sebab ia masih belum berhasil menemukan colokan yang bisa membuat alat pengering itu berfungsi.
“lihatlah, sepertinya aku bisa menebak karakter gadis ini hanya melihat dari style pakaian dan juga barang-barang bermerk lainnya.” Celotehnya seraya masih terus memandangi seluruh isi lemari tersebut dengan hati-hati karena tak ingin ada yang terlewatkan.
“aneh sekali..” gumam Ahreum yang ikut memperhatikan seisi lemari tersebut.
Begitu selesai memindai keseluruhan isi lemari tersebut, Hanna kembali mundur satu langkah dan berdiri di samping Ahreum yang masih tampak kebingungan dengan apa yang baru saja ia lihat.
“coba kau geser lemari yang disampingnya.” Ucap Ahreum seraya melirik ke arah Hanna, Hanna pun langsung bergegas menarik langkah mendekati lamari besar yang satunya lagi, lalu menggeser kedua pintu tersebut secara bersamaan seperti sebelumnya.
“apa ini?
Kau yakin Ansell hanya menampung 1 wanita disini, tidak.. maksudku, bagaimana mungkin isi kedua lemari ini begitu jauh berbeda.” Seru Hanna yang sama sekali tidak mengerti dengan apa yang kini dilihatnya.
__ADS_1
Pasalnya isi dari kedua lemari itu memang sangat sangat berbeda, lemari pertama yang dibuka berisikan gaun mewah dan juga sangat terbuka sebab banyak belahan dimana-mana, heels bermerk yang mungkin hanya ada 10 keberadaannya didunia, ditambah tas yang tak kalah mahalnya dari sebuah harga mobil.
Sementara itu dilemari yang kedua, hanya terdapat beberapa tas biasa yang harganya pun terbilang cukup murah dari penglihatan Rihanna, ditambah 2 pasang sepatu kets juga 1 heels yang sepertinya tidak terlalu mahal namun terlihat cukup elegan. Terakhir, yang benar-benar membuat dirinya yakin jika kedua lemari tersebut memiliki 2 pemilik adalah dari deretan baju yang tergantung.
Sebab di lemari yang kedua tak ada 1 pun baju yang tampak terbuka, melainkan hanya baju casual biasa yang dimiliki oleh gadis berkarakter ceria dan penuh energy, tak ada 1 pun gaun atau piyama tidur yang tipis seperti hal nya dilemari yang pertama, melainkan hanya piyama setelan celana bermotif kan bunga atau karakter kartun.
“waahh daebak! Jelas sekali jika Ansell adalah pemain.” celetuk Hanna ngasal seraya menoleh sesaat ke arah karibnya.
“maksudmu?” sahut Ahreum seraya mengalungkan kabel hair dryer ke lehernya, agar kedua tangannya bisa ia lipat diatas dada.
“iya, jika dia membawa gadis berwajah lugu kemari dia akan menyarankan membuka lemari yang kedua, sedangkan jika gadis tersebut, gadis yang penuh dengan bara api, ia akan menyarankan membuka lemari yang kedua.” jelas Hanna yang menyimpulkan situasi menurut versinya sendiri.
Ceklek.. suara pintu kamar terbuka sontak keduanya pun langsung beralih ke arah pintu serempak.
“kalian lama amat sih! aku lapar.” Dumel Nayeon seraya memandangi kedua temannya yang masih memakai jubbah mandi berdiri didepan 2 lemari besar yang sudah terbuka lebar.
“coba kau kemari.” Kata Hanna yang terdengar seperti sebuah perintah, meski malas menuruti perkataan Hanna namun Nayeon tetap menjalankannya.
“apa sih.” ketus Nayeon.
“kau lihat, menurutmu, pemilik dari 2 lemari ini adalah orang yang sama atau berbeda.” Lanjutnya seraya menunjukan kedua lemari tersebut dengan sorot matanya.
“apa kau bodoh?! Ya jelas bedalah, yang satu memilki karakter liar sepertimu dan 1 lagi berhati baik, polos, lugu seperti Ahreum.” Seru Nayeon dengan suara ngegasnya.
“astaga!!.. kalau kau..mmmmmm.” belum sempat Hanna menyampaikan unek-uneknya pada Nayeon, mulutnya sudah keburu ditutup paksa oleh kedua tangan Ahreum.
“sebentar lagi kita keluar hehee, selagi kita pakai baju, kau pesan makan dulu aja ya.” Ucap Ahreum lengkap dengan senyum palsunya ia mencoba untuk meminta Nayeon menunggu diluar.
Nayeon pun menurut, ia pun keluar setelah memberikan lirikan maut pada Hanna yang masih ditutup mulutnya oleh Ahreum.
***
__ADS_1