Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO

Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO
Episode 229


__ADS_3

“Apa kau bisa berdansa?” ucap Ahreum setengah berbisik kala langkahnya telah sampai diarea pesta kembali.


Melihat para tamu yang lain tengah menikmati waktu berdansa, ia pun ikut-ikutan ingin berbaur ke dalam keseruan acara saat itu.


“tidak..” jawab Ansell seraya menghentikan langkahnya karena tak ingin terlalu masuk ke dalam keramaian yang ada.


“aaiishh..” keluh Ahreum seraya memanyunkan mulutnya.


“bagaimana jika denganku saja?” ucap seseorang yang tiba-tiba muncul disamping Ahreum.


Sontak keduanya pun melirik ke sumber suara dan betapa terkejutnya keduanya kala melihat sosok yang tak pernah dibayangkan akan hadir dalam pesta tersebut.


“Ayoo!” ajaknya lagi seraya menarik lengan Ahreum kemudian membawanya ke dalam dekapannya.


Dengan waktu yang cukup singkat itu Elios langsung menggiring tubuh Ahreum memasuki area dansa dan berbaur dengan para undangan lainnya.


"eehh.. Tu..tunggu."


Sementara Ansell yang tak sempat menahan istrinya, ia hanya bisa menatapnya tajam dari kejauhan, meski ingin sekali merebut kembali istrinya yang kini tengah dipaksa menari oleh Elios. Namun akal sehatnya masih bekerja dengan baik, karena tak mungkin ia membuat keributan dipesta keluarga S.L Group itu hanya akan merugikan perusahaannya sendiri.



Beberapa kali terlihat Ahreum melirik ke arah suaminya, namun ia sendiri pun tak bisa melakukan apa-apa karena gerakan Elios yang cukup cepat membuat tubuhnya hanya bisa mengikuti gerakan tarian Elios pasrah.


“Apa yang terjadi, dimana nona Ahreum?” tanya Abi yang baru saja datang kemudian berdiri disamping Ansell yang masih menatap ke arah istrinya yang terus saja terbawa kesana-kemari oleh tarian Elios.


“bagaimana aku harus mengartikan semua ini, Abi?!


Berusaha mungkin aku berfikir jika mereka tidak memiliki hubungan apapun, tapi.. semakin aku menyangkalnya semakin aku didorong untuk mempercayai hubungan yang tidak masuk akal ini.” Ansell bermonolog sebelum pergi meninggalkan area dansa, lantaran tak tahan dengan rasa sakit yang terus menyayat hatinya.


“mas Elios.” Abi membatin begitu menemukan sosok yang dipandanginya sedari tadi oleh Ansell, sebelum ikut menyusl langkah Ansell.


***


Dilain tempat.


Sebuah kamar besar yang diyakini adalah kamar milik kakak perempuan Jeno. Tanpa mengetuk lebih dulu Bennedict pun langsung menarik handle pintu dan masuk ke dalam dengan tergesa-gesa karena takut ada yang melihatnya menyusup ke dalam kamar putri dari Stevan lew.



Dilihatnya Winter tengah berdiri disamping jendela kaca besarnya dengan balutan long dress berwarna putih sembari memandangi suasana gelap di luar melalui pantulan jendela kaca.



Begitu mendengar langkah sepatu yang mendekati keberadaannya, perlahan ia pun memutar tubuhnya kemudian menyunggingkan senyum manisnya kala melihat suaminya kini sudah berada dihadapannya.



“Hai.


Lama tak berjumpa, kau semakin tampan saja Bennedict. Tak pernah gagal membuat jantungku berdebar.” Senyum hangatnya kembali terukir diwajah cantiknya.

__ADS_1



Bersamaan dengan berakhirnya sapaan Winter, Bennedict pun berlari cepat dan membawa tubuh mungil Winter ke dalam dekapan penuh kerinduannya.


Bennedict bukanlah pria yang pandai bermain kata, jadi dia hanya meluapkan emosionalnya dengan terus mengeratkan pelukannya sembari membelai rambut panjang terurai Winter.


“Aku sangat merindukanmu, Benn.. sangat.. sangat merindukanmu.” Ucap Winter yang tenggelam dalam pelukan Bennedict.


“Aku juga, sangat merindukanmu Winter.” Respon Bennedict yang mulai menitikan air mata bahagianya.


***


Kembali ke area pesta dilantai dasar.


Begitu Ansell hendak menarik pintu untuk keluar dari keramaian pesta yang tengah berlangsung.


Lengannya langsung disambar oleh seseorang yang tiba-tiba hadir disampingnya, dengan cepat ia menarik paksa lengan Ansell dan berlari menuju area dansa tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu.


“Hmm.. Aku gak ikut-ikutan ah.” Ujar Abi yang lebih memilih keluar dari area pesta, sebab tak ada yang bisa ia lakukan.


….


“Apa yang kau lakukan?!” pekik Ansell kala sudah sampai di area dansa, gadis itu pun langsung mendekat dan mendekapnya hendak memulai aksinya untuk berdansa bersama dengan Ansell yang masih tampak ling-lung.


“kumohon jangan mempermalukan aku didepan semua orang Ansell, mari kita berdansa sebentar saja, oke.” Bisik wanita tersebut yang tak lain adalah Cassandra Leticia, ia pun tersenyum lebar selagi menuntun tubuh Ansell berdansa kesana kemari.


Ansell mengerutkan keningnya ditengah aksi dansa setengah hatinya bersama wanita yang kini telah menjadi partner bisnisnya.


Merasa tidak memiliki pilihan, Ansell pun pasrah mengikuti permintaan Cassandra meski pandangannya selalu saja mencuri-curi ke arah istrinya yang kini masih menari bersama Elios disisi lain.


“Bukankah sudah jelas ku katakan, jika aku sudah memiliki istri, nona Cassie.” Tegas Ansell seraya memasang tatapan tajamnya ke arah Cassie, sementara tubuhnya bergoyang mengikuti ritme alunan musik.


“eeyy.. Aku tahu istrimu sedang berdansa dengan pria lain. Maka dari itu aku menarikmu kemari, jika dia saja mampu mematahkan hatimu seperti itu, kau harus membalasnya bukan?” timpal Cassandra lengkap dengan senyuman penuh artinya.


“Sudah cukup, aku tak bisa meladenimu lagi.” Tukas Ansell seraya menghentikan tariannya dan hendak menarik diri dari gadis yang masih melingkarkan tangannya dibelakang tengkuknya.


Namun begitu Ansell berhasil melepaskan diri dari cengkraman wanita licik itu, tiba-tiba lampu padam dan musik pun berhenti seketika membuat semua orang berteriak histeris lantaran situasi yang tak terduga tersebut.


“Ada apa ini?” ujar para tamu saling bersahutan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.


Brruukkk!!


Suara hantaman keras terdengar dari sudut lain 3 detik sebelum semua lampu dan kembali berfungsi dengan normal.


Mendengar suara benturan yang cukup keras, membuat semua mata berkumpul di satu titik dimana sumber suara itu berasal.


Betapa terkejutnya para tamu undangan melihat seorang pria yang tak lain adalah CEO KT. Group tengah terbaring dilantai dengan seorang wanita yang berada diatas tubuhnya, bukan hanya itu saja, yang lebih mengejutkannya lagi adalah bibir wanita tersebut menempel dengan bibir pria yang terbaring dilantai yang mampu mengundang pemikiran liar dari para tamu undangan.


Meski sempat ngeblank karena kejadian yang sungguh tidak terduga itu, akhirnya Ansell tersadar dan langsung buru-buru menyingkirkan tubuh Cassandra dari atas tubuhnya. Sementara para tamu masih termangu menyaksikan pemandangan yang tak biasa itu.


Sampai akhirnya sang MC acara pun mengambil alih perhatian para tamu undangan agar suasana kembali mencair.

__ADS_1


“Ekhem.. cek.. cek.. Maaf semuanya karena ada kesalahan teknis yang membuat aliran listrik terhenti sesaat, tapi mari kita kembali melanjutkan acaranya. Oke!!” seru sang MC yang setidaknya mampu mengalihkan beberapa perhatian para tamu undangan.


Suasana pun kembali mencair kala beberapa orang lebih memilih untuk mengabaikan insiden yang terjadi beberapa waktu lalu, hingga membuat yang lainnya pun akhirnya ikut melupakannya.


Sementara suasana kembali normal seolah tidak ada yang terjadi, Ansell masih tampak canggung seraya mencoba mengedarkan pandangannya ke sekitar untuk mencari sosok istri mungilnya ditengah kerumunan para tamu undangan yang kembali bersenang-senang.


“Ma.. maaf yaa. Apa kau terluka?


Maksudku bibirmu, karena kurasa tadi benturannya keras sekali.” oceh Cassandra sembari mengecek keadaan wajah Ansell yang memang terdapat luka lecet disudut bibirnya.


“Kau sengaja melakukannya bukan?!” tuding Ansell seraya menepis kasar lengan Cassandra yang menyentuh wajahnya lengkap dengan sorot matanya yang berapi-api, sebelum kembali menelusuri area sekitar.


“Ahreum..” gumam Ansell kala matanya berhasil menangkap sosok istrinya kini tengah berdiri disudut ruangan sembari menatapnya dalam, kemudian pergi begitu saja tanpa menunggu Ansell menghampirinya.


“Ansell..” cegah Cassandra seraya menahan lengan Ansell, hal yang pernah dilakukannya dulu saat digedung tua, ia memegang erat lengan Ansell yang hendak berlari ke arah istrinya.


“Kau.. akan menyesal jika memilihnya.” Ancam Cassandra dengan pandangan tajamnya seakan tengah mengintimidasi seorang bocah.


“Apa kau sudah gila?!” pekik Ansell seraya menepis kasar lengan Cassandra kemudian berlarian menyusul istrinya yang telah menghilang dari area pesta.


***


Pekarangan kediaman keluarga Stevan lew, terlihat Ahreum tengah berjalan santai menuju keberadaan mobilnya.


“Ahreum.. Ahreum tunggu!!” panggil Ansell yang berlarian dibelakang Ahreum.


Ahreum pun akhirnya menghentikan langkahnya kemudian memutar tubuhnya.


“Aku.. huhh.. haahh.. bisa.. jelaskan!” ucap Ansell dengan nafas yang tak beraturan sehabis marathon.


Alih-alih memasang wajah cemburu, merajuk ataupun emosional, Ahreum lebih memilih tersenyum kemudian mendekatkan dirinya pada Ansell yang masih berusaha menstabilkan pernafasannya. Ia mengangkat kedua tangannya kemudian membenarkan dasi suaminya yang tampak miring, serta kerah kemejanya yang tampak kacau. Seolah tak ada yang terjadi, ia hanya bersikap seperti biasanya.


“Mari kita pulang. Ansell.” ucap Ahreum lembut begitu menyelesaikan tugasnya sebagai istri.


Ahreum pun menggenggam tangan Ansell dan menuntunnya berjalan menuju keberadaan mobilnya.


Meski sebenarnya ia merasa bersyukur karena tak perlu menjelaskan situasinya panjang kali lebar, namun tetap saja ada bagian dalam dirinya yang merasa tersinggung dengan sikap datar istrinya tersebut.


Bagaimana mungkin disituasi seperti tadi, Ahreum masih bisa bersikap santai dan tak ada sedikitpun terlihat rasa cemburu ataupun rajukan yang pada umumnya para wanita tunjukan kala melihat prianya tengah bermesraan dengan wanita lain.


Begitu mereka berdua hampir sampai, Abi buru-buru keluar membukakan pintu untuk istri atasannya dan juga atasannya.


“kita pulang ke aparteman aja ya kak Abi.” Pinta Ahreum seraya memasang safety belt kemudian tersenyum simpul pada Abi yang langsung melirik ke arahnya begitu mendapat perintah dari Ahreum.


“baik nona.” Sahut Abi yang kemudian menyalakan mesin dan melajukan kendaraannya.


Sementara itu Ansell hanya bisa terus menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya, ia benar-benar tak bisa mengartikan sikap santai yang selalu dipasang oleh istrinya. Membuat hati kecilnya tiba-tiba meragukan ungkapan cinta yang selalu Ahreum lontarkan selama ini.


Benarkah dia mencintaiku?’fikirnya.


__ADS_1


***


Bersambung…


__ADS_2